Tak Seglamor Kendall Jenner, Kisah Para Model yang Hidupnya Terlilit Utang
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 18 Des 2018 19:50 WIB
Jakarta
-
Kendall Jenner, Gigi Hadid, Gisele Bundchen dan Kate Moss termasuk dalam deretan model berpenghasilan tertinggi di generasinya. Namun tak semua wantia yang berprofesi model nasibnya seberuntung para model papan atas tersebut.
Berbanding terbalik dengan Kendall Jenner Cs., banyak model yang kehidupannya jauh dari apa yang terlihat di atas catwalk. Tampil glamor berbalut baju rancangan desainer ternama saat fashion show, tak sedikit model yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup di belakang panggung.
Kepada AFP, seorang model menceritakan kisah hidupnya yang jauh dari kata 'glamor'. Banyak model hanya mendapatkan bayaran sedikit, bahkan terlilit utang pada agensi. Tidak banyak yang tahu tentang sisi gelap kehidupan model ini karena memang sebagian besar memilih untuk menyimpan rahasia itu sendiri.
"Mustahil membicarakannya karena di industri ini orang hanya mau bekerja dengan perempuan yang 'sukses'," kata model yang diketahui bernama Clara, dalam wawancara dengan AFP.
Model yang pernah bekerja untuk Prada, Rick Owens dan Comme des Garcons ini mengaku terbebani banyak utang pada agensinya yang berbasis di New York dan Paris. Ia tak sendiri, banyak 'Clara-clara' lain yang bernasib sama dengannya.
Model lain mengaku kalau mereka sering kali dibayar bukan dengan uang, melainkan pakaian dan tas. Pembayaran berupa uang hampir tidak pernah mereka terima untuk pemotretan majalah fashion.
Kembali ke soal utang, para model bukannya sengaja berutang kepada agensinya untuk berfoya-foya. Kerap kali mereka memiliki utang tanpa disadari.
Clara bercerita dirinya pernah menumpang mobil bersama temannya sesama model yang disediakan agensi untuk pergi dari apartemen tempatnya menginap ke lokasi casting Paris Fashion Week. Belakangan, ia baru tahu kalau mereka ternyata harus membayar mobil sewaan tersebut.
"Aku baru tahu belakangan kalau akulah yang membayar 300 euro (Rp 4,9 juta) per hari untuk supirnya. Aku telah tanda tangan kontrak dan berutang Rp 49 juta," tutur Clara, seperti dikutip dari The Guardian.
Beberapa model dari negara lain juga harus membayar sewa apartemen sendiri, meskipun telah disediakan oleh agensinya. Biasanya satu kamar ditempati empat orang dan masing-masing dikenakan Rp 700 ribuan per malam.
"Aku masih punya utang dengan agensiku di Paris dan New York meskipun sudah banyak pekerjaan yang aku terima lewat mereka," ungkapnya.
Ada pula pengakuan seorang model asal Amerika yang 'terpaksa' berkencan dengan pria kaya untuk menopang kebutuhan hidupnya. Nasibnya ini adalah sebuah ironi, karena model berusia 26 tahun itu sudah cukup senior dan eksis di fashion show Dior, Issey Miyake, Balmain sampai Off-White.
Pendiri komunitas Model Law Ekaterina Ozhiganova pun prihatin dengan nasib sejumlah model yang kesusahan karena terlilit utang, padahal mereka sudah bekerja keras demi profesinya. Melalui organisasi yang dibangunnya, ia berharap bisa membantu model untuk menyuarakan hak dan pendapatnya.
"Orang mengira pekerjaan model bisa menghasilkan banyak uang, tapi itu jelas tidak sepenuhnya benar. Cuma sekitar dua persen model (yang penghasilannya tinggi," kata Ekaterina.
Dia juga mengungkapkan hanya sedikit model yang dibayar dengan menjadi model untuk majalah.
"Meskipun kerjanya sampai berjam-jam," pungkasnya. (hst/hst)
Berbanding terbalik dengan Kendall Jenner Cs., banyak model yang kehidupannya jauh dari apa yang terlihat di atas catwalk. Tampil glamor berbalut baju rancangan desainer ternama saat fashion show, tak sedikit model yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup di belakang panggung.
Kepada AFP, seorang model menceritakan kisah hidupnya yang jauh dari kata 'glamor'. Banyak model hanya mendapatkan bayaran sedikit, bahkan terlilit utang pada agensi. Tidak banyak yang tahu tentang sisi gelap kehidupan model ini karena memang sebagian besar memilih untuk menyimpan rahasia itu sendiri.
Seorang model berjalan di fashion show Gucci. Foto: Dominique Charriau/Getty Images for Gucci |
"Mustahil membicarakannya karena di industri ini orang hanya mau bekerja dengan perempuan yang 'sukses'," kata model yang diketahui bernama Clara, dalam wawancara dengan AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model lain mengaku kalau mereka sering kali dibayar bukan dengan uang, melainkan pakaian dan tas. Pembayaran berupa uang hampir tidak pernah mereka terima untuk pemotretan majalah fashion.
Kembali ke soal utang, para model bukannya sengaja berutang kepada agensinya untuk berfoya-foya. Kerap kali mereka memiliki utang tanpa disadari.
Model berjalan di fashion show Burberry. Foto: Dok. Vogue |
Clara bercerita dirinya pernah menumpang mobil bersama temannya sesama model yang disediakan agensi untuk pergi dari apartemen tempatnya menginap ke lokasi casting Paris Fashion Week. Belakangan, ia baru tahu kalau mereka ternyata harus membayar mobil sewaan tersebut.
"Aku baru tahu belakangan kalau akulah yang membayar 300 euro (Rp 4,9 juta) per hari untuk supirnya. Aku telah tanda tangan kontrak dan berutang Rp 49 juta," tutur Clara, seperti dikutip dari The Guardian.
Beberapa model dari negara lain juga harus membayar sewa apartemen sendiri, meskipun telah disediakan oleh agensinya. Biasanya satu kamar ditempati empat orang dan masing-masing dikenakan Rp 700 ribuan per malam.
"Aku masih punya utang dengan agensiku di Paris dan New York meskipun sudah banyak pekerjaan yang aku terima lewat mereka," ungkapnya.
Ada pula pengakuan seorang model asal Amerika yang 'terpaksa' berkencan dengan pria kaya untuk menopang kebutuhan hidupnya. Nasibnya ini adalah sebuah ironi, karena model berusia 26 tahun itu sudah cukup senior dan eksis di fashion show Dior, Issey Miyake, Balmain sampai Off-White.
Gisele Bundchen pernah menjadi model dengan bayaran tertinggi. Foto: Getty Images |
Pendiri komunitas Model Law Ekaterina Ozhiganova pun prihatin dengan nasib sejumlah model yang kesusahan karena terlilit utang, padahal mereka sudah bekerja keras demi profesinya. Melalui organisasi yang dibangunnya, ia berharap bisa membantu model untuk menyuarakan hak dan pendapatnya.
"Orang mengira pekerjaan model bisa menghasilkan banyak uang, tapi itu jelas tidak sepenuhnya benar. Cuma sekitar dua persen model (yang penghasilannya tinggi," kata Ekaterina.
Dia juga mengungkapkan hanya sedikit model yang dibayar dengan menjadi model untuk majalah.
"Meskipun kerjanya sampai berjam-jam," pungkasnya. (hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 8 Januari: Capricorn Harus Tegas, Pisces Hadapi Tantangan
2
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
3
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
4
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
5
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
MOST COMMENTED












































Seorang model berjalan di fashion show Gucci. Foto: Dominique Charriau/Getty Images for Gucci
Model berjalan di fashion show Burberry. Foto: Dok. Vogue
Gisele Bundchen pernah menjadi model dengan bayaran tertinggi. Foto: Getty Images