7 Desainer Indonesia Siap Pamer Karya di New York Fashion Week 2018

Arina Yulistara - wolipop Selasa, 22 Agu 2017 07:16 WIB
Foto: Arina Yulistara Foto: Arina Yulistara

Jakarta - Pekan mode New York Fashion Week (NYFW) 2018 akan kembali digelar September mendatang. Rupanya sejumlah desainer Indonesia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk pamer karya di Negeri Paman Sam itu. Di akhir 2017 ini, akan ada tujuh desainer yang unjuk karya di NYFW Spring/Summer 2018.

Ketujuh desainer itu adalah Barli Asmara, Dian Pelangi, Catherine Njoo, Melia Wijaya, Vivi Zubedi, Fara Shahab dari Doris Dorothea, dan G. Liem. Dijembatani Indonesian Creative Hub (ICH), ketujuh perancang akan menunjukkan koleksi terbaik mereka di panggung NYFW First Stage.

Panggung NYFW First Stage ini baru pertamakali digelar oleh penyelenggara NYFW, International Management Group (IMG). CEO ICH Teti Nurhayati, menuturkan bahwa IMG tahun ini memang sengaja membuat panggung khusus perayaan mode untuk para desainer dari berbagai negara.

7 Desainer Indonesia Siap Pamer Karya di New York Fashion Week 2018Dian Pelangi presentasi koleksi New York Fashion Week 2018. Foto: Arina Yulistara/Wolipop

"Hanya event by IMG baik The Show maupun First Stage yang terakreditasi. Di bawah IMG untuk international designer itu NYFW First Stage. Panggung The Show juga sudah penuh. Untuk NYFW First Stage hanya 30 desainer saja yang akan tampil di situ. Indonesia sudah masuk lima untuk busana dan dua aksesori juga tas. Selain dari itu adalah pendamping,
peliputannya juga tentu beda event by IMG dan yang lain," papar Teti saat berbincang dengan Wolipop di Hotek Grand Mahakam, Kebayoran, Jakarta SelatabC Senin (21/8/2017).


Teti juga mengatakan kalau ketujuh desainer akan menjadi show pembuka di NYFW First Stage. Terdapat 60 koleksi secara keseluruhan yang akan ditampilkan. Lima perancang busana seperti Barli Asmara, Dian Pelangi, Catherine Njoo, Melia Wijaya, dan Vivi Zubedi, akan menampilkan masing-masing 12 koleksi dengan berbagai konsep dalam satu benang merah bertemakan 'Indonesia Diversity'.

Barli Asmara menyajikan karya klasik dan elegan sesuai DNA rancangannya. Barli yang merupakan perwakilan dari desainer Wardah akan mengeluarkan 12 koleksi bertajuk 'Canities Subita'. Barli menampilkan koleksi dengan unsur Timur Tengah dan klasik era 1980-an. Warna yang serba putih dan didominasi permainan lace akan memberikan sentuhan anggun serta elegan.

"Persiapan selama sebulan kurang lebih. Saya yakin tak hanya saya tapi ini (NYFW First Stage) akan menjadi jembatan untuk kita loncati menuju pasar yang lebih luas terutama Amerika," ujar Barli.
7 Desainer Indonesia Siap Pamer Karya di New York Fashion Week 2018Vivi Zubedi presentasi koleksi New York Fashion Week 2018. Foto: Arina Yulistara/Wolipop

Selanjutnya hadir Catherine Njoo yang mengaku baru pertamakali akan tampil di pekan mode dunia. Catherine berencana membawa batik. Ia akan menampilkan batik Legong dari Bali. Potongan busananya sangat Indonesia dan dihiasi dengan hiasan kepala yang ikonik dari G. Liem.

Selain Catherine, Dian Pelangi juga memperlihatkan sentuhan Indonesia lewat pemilihan material seperti songket, tie dye, tenun, dan batik. Hanya saja kali ini menggunakan teknik kontemporer sehingga terlihat lebih modern. Dian Pelangi mengaku terinspirasi dari buku berjudul 'Humans of New York'. Desainer berdarah Palembang itu berusaha menuangkan akulturasi budaya yang menyatukan antara Indonesia dan New York.

Potongan busana ready to wear yang beragam dipamerkan untuk koleksi kali ini. Dian Pelangi juga menyelipkan grafis gravity agar terlihat artsy karena menurutnya orang New York mempunyai selera seni yang beragam. Dengan hadirnya koleksi busana muslim modern, Dian berharap juga bisa menjadi representasi dari wajah muslimah.

"Harapannya mereka pengen punya dan pengen pakai, dan bisa menunjukkan wajah dari muslim juga. Hijab itu universal, bagus, indah, dan bisa menjadi the next big thing lah," ujarnya.

Tak hanya Dian Pelangi yang menampilkan koleksi busana muslim, ada Vivi Zubedi yang mengusung tema 'Mekkah Madinah Jannah' yang sangat identik dengan muslim. Vivi berencana menampilkan abaya yang memang menjadi ciri khas rancangannya.

Permainan abaya modern dipadukan dengan berbagai kain Indonesia dari banyak daerah seperti Sasirangan, tenun Lombok, Bali, hingga Jepara dipamerkan di NYFW First Stage. Banyak pesan muslim yang juga disampaikan oleh Vivi dalam rancangannya tersebut.
7 Desainer Indonesia Siap Pamer Karya di New York Fashion Week 2018Foto: Arina Yulistara/Wolipop

Desainer terakhir ada Meliya Wijaya. Wanita asal Surabaya itu juga menghadirkan karya terinspirasi sari Sawunggaling. Ia menampilkan koleksi ready to wear deluxe yang kaya akan detail. Meliya Wijaya mengaku menggunakan teknik printing dan bordir untuk menciptakan karya elegan.

Sementara untuk aksesori lainnya selain desainer headpiece seperti G. Liem juga ada Fara Shahab dan suaminya dari Doris Dorothea yang merupakan penyedia tas kulit. Karya dari Doris bahkan sudah dijual di tujuh negara di Timur Tengah serta sedang melakukan ekspansi ke pasar Amerika juga Eropa. (aln/hst)