Jadi Merek Fashion Terpopuler, Ini Formula Sukses Gucci di Usia 96
Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 10 Agu 2017 15:17 WIB
Milan
-
Gucci baru-baru ini menoreh prestasi sebagai merek fashion 'terpanas' di dunia tahun ini, mengalahkan Givenchy, Yeezy, Valentino dan Nike. Formula kreatif Alessandro Michele, baik dari segi desain dan interaksinya dengan generasi muda disebut berkontribusi mengantar Gucci pada kesuksesan tersebut.
Alessandro ditunjuk menjadi direktur kreatif rumah mode Italia besutan Guccio Gucci itu pada Januari 2015 silam, menggantikan Frida Giannini. Sebenarnya Alessandro bukanlah 'orang baru' di keluarga Gucci. Ia bergabung dengan rumah mode berusia 96 tahun itu pada 2002 setelah menamatkan pendidikannya di Accademia di Costume e di Moda, Roma. Kala itu jabatan direktur kreatif berada di tangan desainer Tom Ford.
Di tangan Alessandro, Gucci mengalami evolusi terutama dari sisi desain. Koleksi Gucci kini tampil dengan sentuhan retro dan vintage dengan permainan detail-detail yang mencolok dan berani tanpa meninggalkan karakteristik Gucci sendiri.
Transformasi itu dapat dilihat dari motif dan aplikasi nan jenaka yang menghiasi koleksi tas klasik Gucci dengan monogramnya yang ikonis itu. Sementara itu, nuansa retro begitu mendominasi busana-busana Gucci rancangan desainer 35 tahun itu belakangan ini.
Pemilihan lokasi fashion show pun lebih variatif. Mulai dari hanggar pesawat hingga sebuah gereja kuno di jantung kota London, Inggris. Di luar fashion, Alessandro bahkan mengekspansi Gucci ke ranah interior rumah dengan meluncurkan lini Gucci Decor.
Rupanya transformasi itu menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi milenial, kalangan yang lahir di era 1980-1990an.
"Penjualan Gucci sebesar 50 persen berasal dari generasi ini (milenial)," ujar François Henri Pinault, Chief Executive Kering, perusahaan yang menaungi Gucci, kepada Business of Fashion. "Itu berarti, kami mempunyai basis pelanggan yang kuat untuk usia 25-35 tahun," tambahnya.
Kesuksesan itu juga tak lepas dari kampanye-kampanye Gucci yang kreatif dan langsung menyasar kaum muda. Maret lalu, Gucci meluncurkan kampanye unik berupa foto-foto meme yang tak hanya artistik dengan tema retronya namun juga menggelitik.
Keterlibatan selebriti dunia, seperti Beyonce dan Dakota Johnson, semakin memperkuat citra Gucci sebagai rumah mode yang paling disegani di dunia.
CEO Gucci Marco Bizzarri memuji Michael sebagai seorang visioner dan inovatif. Menurutnya, Alessandro mampu memenuhi kemauan konsumen tanpa mengorbankan idealismenya.
"Jika Anda ingin membuat sebuah perubahan dan inovasi, berarti Anda juga harus punya ide sendiri. Anda bisa mengambil keputusan saat pasar belum siap pada perubahan itu, tapi mereka akan menerimanya 18 atau 24 bulan ke depan," kata Marco.
Keindahan, kemampuan, serta kejeniusan dari seorang Alessandro, lanjut Marco, terletak pada bagaimana ia memahami apa yang akan terjadi, bukan apa yang sedang terjadi. "Yang sedang terjadi itu sudah lewat," tambah Marco.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gucci menduduki puncak teratas daftar merek-merek fashion yang paling populer saat ini versi situs pencarian fashion global Lyst dan media mode Business of Fashion.
Hasil tersebut berdasarkan perhitungan jumlah pencarian di dunia maya, page views, dan interaksi di media sosial pada kuartal kedua (April - Juni) terhadap lebih dari 65 juta konsumen, 4 juta produk dan 12 ribu merek fashion.
Menyusul di posisi kedua adalah Yeezy, proyek kolaborasi Kanye West dan Adidas, lalu Balenciaga di urutan ketiga. Label fashion urban Prancis, Vetements, harus puas di posisi keempat setelah sebelumnya berada di puncak daftar. Merek lainnya yang masuk 10 besar di antaranya, Givenchy, Y-3, Valentino, Prada, Nike, dan Fendi. (dtg/dtg)
Direktur kreatif Gucci Alessandro Michele. (Foto: Getty Images) |
Alessandro ditunjuk menjadi direktur kreatif rumah mode Italia besutan Guccio Gucci itu pada Januari 2015 silam, menggantikan Frida Giannini. Sebenarnya Alessandro bukanlah 'orang baru' di keluarga Gucci. Ia bergabung dengan rumah mode berusia 96 tahun itu pada 2002 setelah menamatkan pendidikannya di Accademia di Costume e di Moda, Roma. Kala itu jabatan direktur kreatif berada di tangan desainer Tom Ford.
Di tangan Alessandro, Gucci mengalami evolusi terutama dari sisi desain. Koleksi Gucci kini tampil dengan sentuhan retro dan vintage dengan permainan detail-detail yang mencolok dan berani tanpa meninggalkan karakteristik Gucci sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi Gucci. (Foto: Getty Images) |
Transformasi itu dapat dilihat dari motif dan aplikasi nan jenaka yang menghiasi koleksi tas klasik Gucci dengan monogramnya yang ikonis itu. Sementara itu, nuansa retro begitu mendominasi busana-busana Gucci rancangan desainer 35 tahun itu belakangan ini.
Pemilihan lokasi fashion show pun lebih variatif. Mulai dari hanggar pesawat hingga sebuah gereja kuno di jantung kota London, Inggris. Di luar fashion, Alessandro bahkan mengekspansi Gucci ke ranah interior rumah dengan meluncurkan lini Gucci Decor.
Foto: Getty Images |
Rupanya transformasi itu menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi milenial, kalangan yang lahir di era 1980-1990an.
"Penjualan Gucci sebesar 50 persen berasal dari generasi ini (milenial)," ujar François Henri Pinault, Chief Executive Kering, perusahaan yang menaungi Gucci, kepada Business of Fashion. "Itu berarti, kami mempunyai basis pelanggan yang kuat untuk usia 25-35 tahun," tambahnya.
Alessandro bersama aktris Dakota Johnson. (Foto: Getty Images) |
Kesuksesan itu juga tak lepas dari kampanye-kampanye Gucci yang kreatif dan langsung menyasar kaum muda. Maret lalu, Gucci meluncurkan kampanye unik berupa foto-foto meme yang tak hanya artistik dengan tema retronya namun juga menggelitik.
Keterlibatan selebriti dunia, seperti Beyonce dan Dakota Johnson, semakin memperkuat citra Gucci sebagai rumah mode yang paling disegani di dunia.
CEO Gucci Marco Bizzarri memuji Michael sebagai seorang visioner dan inovatif. Menurutnya, Alessandro mampu memenuhi kemauan konsumen tanpa mengorbankan idealismenya.
"Jika Anda ingin membuat sebuah perubahan dan inovasi, berarti Anda juga harus punya ide sendiri. Anda bisa mengambil keputusan saat pasar belum siap pada perubahan itu, tapi mereka akan menerimanya 18 atau 24 bulan ke depan," kata Marco.
Keindahan, kemampuan, serta kejeniusan dari seorang Alessandro, lanjut Marco, terletak pada bagaimana ia memahami apa yang akan terjadi, bukan apa yang sedang terjadi. "Yang sedang terjadi itu sudah lewat," tambah Marco.
Foto: Getty Images |
Seperti diberitakan sebelumnya, Gucci menduduki puncak teratas daftar merek-merek fashion yang paling populer saat ini versi situs pencarian fashion global Lyst dan media mode Business of Fashion.
Hasil tersebut berdasarkan perhitungan jumlah pencarian di dunia maya, page views, dan interaksi di media sosial pada kuartal kedua (April - Juni) terhadap lebih dari 65 juta konsumen, 4 juta produk dan 12 ribu merek fashion.
Menyusul di posisi kedua adalah Yeezy, proyek kolaborasi Kanye West dan Adidas, lalu Balenciaga di urutan ketiga. Label fashion urban Prancis, Vetements, harus puas di posisi keempat setelah sebelumnya berada di puncak daftar. Merek lainnya yang masuk 10 besar di antaranya, Givenchy, Y-3, Valentino, Prada, Nike, dan Fendi. (dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 8 Januari: Capricorn Harus Tegas, Pisces Hadapi Tantangan
2
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
3
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
4
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
5
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
MOST COMMENTED












































Direktur kreatif Gucci Alessandro Michele. (Foto: Getty Images)
Koleksi Gucci. (Foto: Getty Images)
Foto: Getty Images
Alessandro bersama aktris Dakota Johnson. (Foto: Getty Images)
Foto: Getty Images