Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Beyonce dan Jay Z Pakai Aksesori dengan Slogan Kontroversial

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 06 Okt 2016 12:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: ist
Jakarta - Bicara tentang gaya street style sebagai pasangan, Beyonce dan Jay Z bisa jadi inspirasinya. Yang terbaru, orangtua Blue Ivy ini bukan kompak dari warna atau gaya busananya, tapi lewat aksesori yang berisi slogan kontroversial.

Beyonce punya banyak hal yang ia ingin tampilkan dari gaya busananya. Saat tengah merayakan hari terakhir tur dunia Formation di Kota New York, musisi Lemonade itu memakai jaket denim aksen robek dari Akid yang dihiasi tulisan 'Slay' di belakangnya.

Beyonce juga memakai jumper di dalamnya dengan warna pink dan hijau dari Gucci. Baju pun dihiasi dengan tulisan 'L'aveugle par amour' atau yang dalam bahasa adalah 'Cinta itu buta'. Untuk melengkapi gaya street style, pelantun 'Love On Top' ini memilih topi camouflage dari labelnya sendiri, Ivy Park.

Beyonce memakai high heels favoritnya, yang juga dari brand Gucci bernama Molina lips-embroidered leather sandals dengan logo bibir di bagian T-strap. Seolah senada dengan pernyataan di tas clutchnya yang bertuliskan: "I Kiss Better Than I Cook". Tas dari Blood & Honey ini dijual seharga US$ 1.950 atau sekitar Rp 25 jutaan.

Beyonce dan Jay Z Pakai Aksesori dengan Slogan Kontroversial

Pernyataan tas clutch itu seolah membenarkan salah satu wawancara Beyonce di tahun 2015 lalu dengan New York Times. Dia pernah mengatakan, "Aku tidak benar-benar bisa memasak, tapi aku adalah pencicip rasa yang sangat baik," katanya.

Untuk Jay Z, ia mengekspresikan dirinya di hari yang sama dengan topi. Topinya dihiasi tulisan "Retired Drug Dealer' atau yang artinya mantan pengedar narkoba. Pernyataan ini juga melihat pada masa lalu Jay Z yang pernah memakai barang haram tersebut.

Beyonce dan Jay Z Pakai Aksesori dengan Slogan Kontroversial

Pengakuan itu ia lontarkan pada wawancara dengan Vanity Fair di tahun 2013 silam. "Aku menyadari dampaknya pada masyarakat. Pada awalnya tidak begitu. Aku hanya berpikir tentang bertahan hidup. Aku berpikir bagaimana caranya memperbaiki situasiku, tentang bagaimana aku bisa membeli pakaian," ungkapnya. (asf/asf)

Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads