Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Foto: Mengintip Isi Markas Jember Fashion Carnaval

Daniel Ngantung - wolipop
Minggu, 28 Agu 2016 14:11 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Jakarta - Dari luar luar gedung yang satu ini tampak seperti bangunan biasa. Berlokasi di Jalan Perumahan Gunung Batu Permai, Blok A, Jember, Jawa Timur, inilah tempat Jember Fashion Carnaval (JFC) bermarkas.

Tidak ada aktivitas yang berarti ketika media dari Jakarta, termasuk Wolipop, bersama tim Sari Ayu Martha Tilaar, official makeup JFC, bertamu pada Sabtu (27/8/2016) siang. Hari-hari sibuk sudah berlalu mengingat JFC 2016 tengah berlangsung pada 24-28 Agustus.

Adalah Dynand Fariz, presiden sekaligus penggagas JFC, yang memiliki bangunan bertingkat dua ini. Ia menamai tempat tersebut sebagai Dynand Fariz International High Fashion Center.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangunannya jauh dari kesan mewah atau glamor laiknya kostum-kostum karnaval yang tampil di JFC. "Kami membangun tempat ini pada 2002 atau sekitar setahun setelah JFC yang pertama digelar," kata Dynand.

Lukisan sosok Dynand dan berbagai penghargaan untuk Dynand serta JFC yang terpajang di rak langsung menyambut mereka yang datang ke tempat ini. Di balik itu, membentang ruangan yang cukup luas seukuran lapangan bulu tangkis. Berlangit-langit tinggi, ruangan ini diterangi pencahayaan alami dari atap transparan. Tampak cermin menempel di sisi kiri dan kanan ruangan.

Di sinilah, para peserta karnaval berlatih untuk mempersiapkan penampilannya di JFC. Persiapan meliputi pembuatan kostum, latihan berjalan dengan standar catwalk internasional, dan workshop makeup. "Persiapan biasanya memakan waktu maksimal enam bulan," ungkap Dynand.

Bangunan ini juga memiliki sebuah ruang khusus untuk menjahit. Terlihat sejumlah mesin jahit model klasik, manekin, dan papan penuh sketsa busana memenuhi ruangan tersebut. Dynand yang seorang pengajar di sekolah mode ESMOD Jakarta juga menggunakan tempat tersebut untuk membagi ilmunya kepada putra-putri daerah.

Berada di belakang ruang tersebut, terdapat dapur dan meja makan beukuran besar yang biasa dipakai untuk pertemuan. Adapun area tersebut berkonsep terbuka dengan hadirnya taman kecil tanpa atap di atasnya.

Bangunan ini sudah menjadi bagian dari sejarah JFC. Mungkin tanpanya, JFC tidak akan seeksis sampai saat ini. Tidak hanya dalam tingkat nasional, bahkan hingga ke kancah internasional.

Lewat hajatan ini pula, nama Jember pelan-pelan makin dikenal. Sejak tahun 2008, angka kunjungan wisatawan yang datang ke JFC sudah mencapai angka 250 ribu wisatawan. Sedangkan tahun 2015 kemarin, sudah di atas 800 ribu wisatawan.

Tahun ini, JFC memasuki penyelenggaraannya yang ke-15. Berlangsung pada 24-28 Agustus 2016, JFC 2016 mengusung tema 'Revival' yang membawa pesan tentang kebangkitan Indonesia di segala bidang. Sebanyak 2.000 kostum spektakuler telah disiapkan untuk naik pentas di panggung Alun-alun Kota Jember lalu berjalan sepanjang 3,6 km di 'catwalk' berupa jalan raya. (dng/asf)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads