Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ketika Cheongsam Hadir di Sepasang Stiletto

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 13 Jan 2016 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Daniel Ngantung
Jakarta - On Pedder mengawali 2016 dengan sesuatu yang spesial. Butik papan atas ini melansir koleksi sepatu spring-summer 2016 buah kolaborasinya bersama desainer sepatu ternama Paul Andrew. Pada kolaborasi ini, detail cheongsam mewarnai koleksi eksklusif yang terdiri 14 model sepatu ini.

Ini adalah kali ketiga Paul berkolaborasi bersama On Pedder. Jika inspirasi koleksi sepatu dua musim sebelumnya bersumber dari kota Athena dan New York, untuk koleksi ini ia terinspirasi oleh perpaduan budaya barat dan timur yang disaksikannya di Hong Kong.

"Semuanya bermula ketika saya pertama kali ke Hong Kong Januari tahun lalu untuk acara butik Lane Crawford. It's an incredible city, dengan arsitektur modernnya. Di situ juga pusat bisnis, dan kerajinan. Tapi di saat bersamaan, kota itu menyimpan banyak warisan sejarah dan tradisi," ujar Paul ketika ditemui di Hotel Keraton, Jakarta, Selasa (12/1/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Tidak hanya Hong Kong, pria yang pernah berguru pada desainer ternama Tory Burch itu juga terilhami oleh sebuah film Mandarin berjudul 'In the Mood for Love'. Film produksi tahun 2000 itu menampilkan sang bintang utama aktris Maggie Cheung memakai lebih dari 20 cheongsam yang berbeda.

"Cheongsam, serta bahan jacquard dan print-nya, turut menginspirasi saya untuk koleksi ini," kata desainer asal Inggris yang berbasis di New York, AS, itu.

Inspirasinya itu lalu diterjemahkan ke dalam pilihan heels yang unik, edgy, namun tetap terlihat feminin dan versatile. Keunikan terletak pada lekukan di bagian depan sepatu yang menyerupai kerah cheongsam sehingga menciptakan kesan yang feminin.

Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama

Salah satu model yang menjadi highlight adalah stiletto hitam bernuansa oriental dengan hak logam bertumpuk yang bentuknya seperti gedung Chrysler di New York.

"Motif dan bahannya didasari bahan yang saya lihat di sebuah toko vintage di Hong Kong. Sepertinya itu berasal dari tahun 1960an lalu sempat diolah ulang di Como, Italia," ujar pemenang CFDA Awards/Vogue Fashion Fund 2014 itu.

Di koleksi ini, Paul juga menghadirkan pilihan stiletto berbahan suede dalam palet yang bold. "Suede ini telah melalui proses tiga kali pewarnaan sehingga warnanya terlihat lebih terang dan tahan lama," tambah Paul.



Hadir pula chunky peep-toe heels berbahan transparan yang dihiasi detail bunga tiga dimensi. Sepatu ini digambarkan Paul seperti 'Cinderella slipper' dan memberikan sensasi berjalan di udara. Di samping stiletto, Paul juga menyertakan pilihan wedges, flat, dan chunky heel sandals pada koleksi yang hadir secara eksklusif di butik On Pedder, Plaza Indonesia ini.

Selain desain, desainer yang pernah berkarya untuk Calvin Klein, Alexander McQueen, dan DKNY itu juga memprioritaskan aspek kenyamanan. Oleh sebab itu, setiap sepatu dilengkapi bantalan ekstra untuk memastikan kenyamanan penggunanya.

(dng/dng)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads