Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Elvara Subyakto Angkat Tenun Makassar untuk Rilis Koleksi Premium

Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 03 Des 2015 19:58 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta -

Para desainer Indonesia terus berusaha meningkatkan eksistensi mereka dengan meluncurkan koleksi terbaru di penghujung 2015. Salah satunya Elvara Jandini Subiakto yang tak hanya mengeluarkan koleksi baru di akhir tahun tapi juga lini keduanya.

Pada brand pertamanya yakni Label Tiga, Elvara lebih sering bermain dengan potongan busana seperti kaftan menggunakan teknik seni ikat celup (tie-dye) yang menjadi ciri khasnya. Bila istri Jay Subyakto itu lebih sering bermain dengan katun di Label Tiga, tidak pada lini keduanya yang dilabeli dengan namanya sendiri 'EJS by Elvara Jandini Subiakto' itu.

Elvara mengatakan bahwa lini keduanya memiliki koleksi yang lebih premium cocok untuk diterapkan ke berbagai acara formal. Dalam koleksi perdana EJS bertajuk Mangkasara Spring Summer 2016 yang dipamerkannya hari ini, Kamis (3/12/2015), Elvara menggunakan material sutera Bugis khas Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Label Tiga pakai katun biasanya, untuk koleksi pertama EJS saya menggunakan sutera Bugis asli yang ditenun di Sengkang yang untuk menenunnya saja tak pakai mesin. Ini lini premium saya tetap dengan teknik tie dye," tutur Elvara saat berbincang di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2015).

Elvara mengatakan ide awal mengeluarkan lini baru karena permintaan para kliennya yang menginginkan busana tie dye tapi dalam potongan yang lebih formal. Melihat keindahan kain tenun Makassar, Elvara pun terinspirasi untuk menampilkannya dalam koleksi perdana EJS.

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

Istri Jay Subiakto itu memilih nama Mangkasara pada koleksinya yang berarti terang dan tegas. Dua kata itu menggambarkan seluruh rancangan terbarunya yang berjumlah 30 busana. Elvara menyuguhkan karya yang colorful serta feminin. Kombinasi tenun Makassar dan sutera Bugis membuat koleksi terlihat elegan.

"Kebudayaan Sulawesi Selatan menginspirasi saya untuk menciptakan koleksi Mangkasara. Tak hanya kainnya tapi juga lautnya, rumah Toraja, dan gaya busana mereka yang luar biasa," ujar Elvara.

Elvara menyajikan motif-motif yang populer di Makassar seperti bola lobang atau kotak-kotak, bombang atau zig zag, serta cobo atau segitiga. Potongannya tidak hanya berupa terusan namun juga setelan yang beragam. Untuk menyelesaikan koleksi perdana, Elvara mengatakan butuh waktu sekitar satu tahun.

Untuk koleksi perdana ini, Elvara berkolaborasi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan. Bahkan materialnya disuplai dari pemerintah demi meningkatkan eksistensi kain khas Sulawesi Selatan.

"Tenun Bugis Makassar punya sesuatu yang bisa diangkat melalui fashion makanya kita sangat support supaya kekayaan daerah Sulawesi Selatan bisa lebih dikenal tak hanya di Indonesia tapi saya harap bisa sampai mancanegara," jelas D. Khadaffi, SE, selaku Kepala Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

(aln/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads