Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pertama di Indonesia, Gaun Terbuat dari Roti Karya Tina Andrean

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 18 Agu 2015 19:44 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta -

Jika umumnya gaun dirancang menggunakan ragam serat kain, bagaimana bila kali ini bahannya bukan terbuat dari material seperti katun atau sejenisnya namun sesuatu yang bisa dimakan? Seperti dalam koleksi terbaru desainer Tina Andrean.

Tina yang juga merupakan CEO dari BreadTalk Indonesia memamerkan gaun terbuat dari tumpukan roti. Dalam rangka perayaan hari jadi yang ke-12 BreadTalk Indonesia, wanita yang dikenal sebagai desainer gaun pengantin itu menampilkan koleksi busana yang sepenuhnya terbuat dari roti asli.

Terinspirasi dari gaun-gaun couture serta karakter fiksi dalam film, Tina mencoba menggabungkan fashion dan makanan maka terciptalah karya busana dari tumpukan roti. Terdapat 11 gaun yang terbuat dari roti dengan potongan berbeda-beda mulai dari dress pendek, terusan maksi, hingga yang memiliki desain asimetris dan bustier.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkolaborasi dengan rekannya yang merupakan seorang perangkai bunga, Inneke Elizabeth Turangan, gaun-gaun tersebut tampak megah dibuat dengan berbagai macam jenis roti. Tema seperti Pocahontas, Balerina, Star Trek, Maleficent, hingga batik Parang dipamerkan untuk memeringati ulang tahun BreadTalk Indonesia yang ke-12. Tina mengaku mengambil konsep berdasarkan tokoh populer dalam film itu karena ingin karyanya selalu dikenang dan bisa menginspirasi generasi muda lainnya untuk menciptakan sesuatu yang unik dan berbeda.

"Saya rasa tokoh-tokoh internasional sepertu karakter yang dikenal menjadi salah satu pikiran saya supaya masyarakat ingat akan rancangan ini. Masyarakat tentu sudah tahu Star Trek gimana, Maleficent seperti apa jadi lebih gampang diingat. Diperayaan 12 tahun BreadTalk Indonesia, saya merilis 11 gaun dan kumpulan aksesori untuk berbagi ide kreatif kepada generasi muda khususnya," tutur Tina saat berbincang di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Tina menambahkan, untuk pembuatan 11 gaun roti ini membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dengan banyak tim dari BreadTalk Indonesia. Tidak mudah membuatnya karena memang berasal dari roti asli yang dikeringkan sehingga menjadi awet dan bisa dirangkai. Ia juga merasa sangat tertantang karena sulitnya proses pembuatan hingga pengemasannya. Bahkan setelah selesai pun, Tina mengatakan masih harus disimpan dengan baik agar tidak mudah rusak.

"Selama 3 bulan kita ganti-ganti bikin roti, belum jahit rotinya lebih susah karena pakai kawat bukan jarum. Risiko bikin gaun roti ini juga tikus, jadi harus di letakkan di dalam ruangan AC dan yakin nggak ada tikus. Begitu pula pengiriman sampai sini juga sulit, kita sudah beberapakali membenarkannya kembali agar terlihat sempurna," tambahnya kemudian.

Selain busana, ada pula tas, sepatu, dan aksesori yang dirancang istri dari pengusaha Jhonny Andrean menggunakan roti. Koleksi busana hingga aksesori roti tersebut dipamerkan selama lima hari di lantai dasar, Kota Kasablanka, mulai 18 hingga 23 Agustus 2015.

(aln/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads