Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Paris Haute Couture 2015

8 Fakta Tentang Haute Couture yang Harus Diketahui

Ferdy Thaeras - wolipop
Kamis, 29 Jan 2015 14:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Haute Couture atau adibusana tak hanya soal busana mewah yang dijahit tangan dengan proses pengerjaan yang rumit dan detail. Ia juga menjadi salah satu komoditi bisnis yang patut diperhitungkan mengingat sebagian orang menjadikannya sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang. Dengan harga sebuah gaun yang setara dengan satu rumah mewah miliaran rupiah, pekan modenya kembali digelar di Paris dan berlangsung saat ini. Namun ada baiknya Anda sebagai pecinta fashion mengetahui 8 fakta menarik di baliknya.

1. Bagaimana Gaun Dikategorikan Couture?

Sebuah gaun baru bisa disebut haute couture jika memang diproduksi oleh rumah mode yang disahkan oleh Kementrian industri Prancis dan Federasi Couture Prancis. Semua harus memenuhi persayaratan yang ada seperti memiliki workshop tetap di Paris, memperkerjakan minimal 20 penjahit dan 15 staf hingga menyediakan layanan custom-made untuk para klien. Tak dilupakan pengecekan kualitas materi yang digunakan, pengerjaan dengan tangan hingga presentasi yang harus dilakukan dua kali setahun di bulan Januari dan Juli, minimal 50 busana.

2. Seberapa berat pengerjaan Gaun Couture?

Beberapa gaun bisa memakan waktu 3.000 jam untuk proses pembuatan, mengingat syarat couture haruslah murni dikerjakan dengan tangan. Beberapa potong gaun juga memiliki detail ornamentasi yang luar biasa rumit sehingga memakan waktu lebih lama untuk mendapatkan citarasa seni yang tinggi.

3. Berapa harganya?

Ada yang mematok harga cukup murah yakni sekitar US$ 10.000 per potong. Adapula yang mencapai hingga Rp 54 M.

4. Ada yang Beli?

Pertanyaan paling umum dan jawabnya tentu saja ada. Jika sebuah industri tidak berputar, tentu saja tidak akan hidup hingga kini. Situs whowhatwear memperkirakan ada 2.000 klien wanita di seluruh dunia yang menjadi pelanggan tetap adibusana. Kebanyakan pembeli setia datang dari kalangan sosialita Prancis. Seiring berkembangnya ekonomi global, pembeli semakin banyak datang dari Rusia, China dan Timur Tengah.

5. Kapan Diadakan?

Sama halnya dengan pekan mode busana siap pakai (pret-a-porter), pekan mode haute couture dihelat dua kali dalam setahun yakni di bulan Januari akhir dan Juli. Semua berlangsung di Paris dan menurut aturan dasar, setiap kali digelar, satu rumah mode setidaknya harus mengeluarkan 50 look atau potong.

6. Siapa Unggulannya?

Setiap musim, para pecinta mode selalu menantikan karya dari rumah mode Chanel, Christian Dior, Valentino dan Elie Saab. Keempat desainer ini selalu sukses menghibur fashionista dengan konsep-konsep yang baru dan menghibur mata. Beberapa nama seperti Zuhair Murad, Viktor & Rolf, Armani hingga Jean Paul Gaultier juga sering disorot media karena karyanya kerap dikenakan para selebriti di karpet merah.

7. Desainer Bisa Bankrut karena Koleksi Ini?

Proses pengerjaan yang rumit ditambah materi yang digunakan harus yang terbaik dan mahal, memang mendatangkan risiko tidak balik modal untuk sang desainer. Namun haute couture berada di kelas fashion yang sifatnya investasi jangka panjang. Seiring dengan kelangkaan, imej brand dan profil desainer yang ramai dibicarakan, maka harga pun fluktuatif di pasaran.

8. Pentingkah Haute Couture?

Secara pondasi, couture menjadi pilar akan busana yang sifatnya long-lasting dan tak lekang dimakan waktu. Ia juga memiliki esensi seni rupa yang tinggi ketimbang fashion pada umumnya yang cepat berganti. Selain itu, couture juga menjadi inspirasi utama para desainer dan produsen retail massal untuk menciptakan tren terkini.
(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads