Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Intimate Interview

Mengenal Apina Nahdi, Model Berhijab yang Tekuni Bela Diri Silat

wolipop
Selasa, 27 Jan 2015 16:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Blog Apina Nahdi
Jakarta -

Di era modern saat ini, tidak sedikit wanita yang menekuni aktivitas pria baik hobi maupun mengikuti latihan bela diri. Seperti yang dilakukan oleh hijabers cantik asal Majalengka, Apina Nahdi. Juara 3 Hijab Hunt 2012 itu tidak hanya sering menjadi model dari berbagai label lokal busana muslim tapi juga beberapa kali diminta untuk mengajarkan silat. Yuk mengenal lebih dekat dengan si manis berusia 20 tahun ini.

Apina sering menjadi model lepas dari beberapa brand busana muslim. Belum lagi setelah mengikuti kontes kecantikan dan unjuk bakat khusus muslimah yang diadakan oleh detikForum di 2012 lalu, ia sukses meraih juara 3. Semakin banyak penawaran menjadi model yang diterimanya setelah menang Hijab Hunt 2012.

Selain menjadi model lepas, wanita kelahiran 31 Januari 1994 itu juga sering dipanggil untuk menjadi guru silat di beberapa sekolah. Tak hanya untuk melatih anak SD, Apina juga beberapa kali diminta memberikan pelatihan kepada para orangtua yang ingin belajar silat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena ini sudah menjadi hobi yang ditekuninya sejak kecil, Apina mengaku sangat senang. Bahkan ia beberapa kali mendapatkan keuntungan yang tak diduga setelah menjadi guru silat di beberapa tempat.

"Lucunya yang latihan sama saya nggak hanya anak-anak tapi juga bapak-bapak banyak banget, sama pemuda yang mukanya sangar. Kadang kalau saya jalan kaki nggak bawa kendaraan suka ditawari naik becak atau ojek gratis soalnya mereka adalah orang-orang yang suka saya latih jadi senang punya banyak kenalan dari semua kalangan," tutur Apina saat diwawancarai Wolipop melalui email beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Apina mengaku sudah menekuni bela diri silat sejak kelas 3 SD. Awalnya mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman itu mengatakan belajar bela diri silat hanya untuk seni bukan bertanding dalam kompetisi. Kala itu, ia pun tidak meminta izin dari orangtua karena takut tidak diperbolehkan. Setelah kurang lebih satu tahun menjalani latihan, akhirnya orangtua tahu tapi tidak melarangnya.

Kemudian setelah lulus SD ia mulai menekuni bela diri silat bukan lagi sebagai seni bela diri tapi ingin mengikuti pertandingan. Meskipun risikonya cukup besar seperti cedera dan patah kaki atau tangan namun Apina tidak takut menjalaninya. Apina mengaku bahwa ia merupakan tipe gadis tomboy yang menyukai tantangan. Oleh karena itu, ia tetap rajin latihan bela diri silat walaupun sangat menguras tenaga.

Ketika berusia 13 tahun, wanita yang hobi olahraga ini mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi peserta yang akan bertanding dalam kompetisi tingkat Jawa Barat walaupun saat itu usianya tidak memenuhi persyaratan. Akan tetapi ia berhasil lolos sebagai pemenang.

Setelah merasa mampu menunjukkan bakatnya, Apina mengatakan semakin rajin menekuni bela diri ini dan pernah beberapa kali mendapatkan medali emas ketika mengikuti pertandingan silat tingkat Jawa Barat dan nasional antar pelajar. Menurutnya, prestasi tersebut bukanlah suatu proses yang mudah dijalani. Ia harus berlatih keras setiap hari dan mengorbankan waktu berkumpul bersama teman-temannya.

"Aku merasa itu bukan suatu proses yang singkat, di mana untuk mendapatkan prestasi itu saya mengorbankan waktu bermain dengan teman-teman. Proses latihannya itu bikin badan remuk setiap tanding. Setiap siang harus lari, pernah juga harus nurunin berat badan 7 kilogram dalam seminggu itu saya sampai nggak makan nasi," cerita wanita yang senang tampil kasual dalam kesehariannya itu.

Bahkan tak hanya latihan, ketika bertanding, Apina juga pernah terluka, mulai dari gigi patah, bibir robek, tubuh lebam-lebam, hingga cedera kaki. Menurutnya yang paling parah adalah saat mengalami cedera kaki di 2010 lalu. Karena hal itu ia sempat tidak mendapatkan restu orangtua untuk kembali mengikuti tanding karena risikonya besar.

Semenjak itulah, Apina sudah mulai mengurangi latihan silatnya dan masuk ke dunia modeling. Meskipun kini sering diminta untuk menjadi model dari berbagai label lokal tapi ia masih menjalani latihan silat dan mengajar bila diminta.

Selain itu, wanita berdarah Sunda ini juga harus fokus untuk menyelesaikan kuliahnya. "Kalau sekarang paling hanya sesekali saya latihan silat karena lagi fokus kuliah dan kalau ada job (tawaran model) baru saya ke Bandung atau Jakarta," ujarnya kemudian.

(aln/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads