Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

20 <i>Women of The Year</i>

Vinora, Desainer Muda Indonesia yang Tembus Pasar Dunia

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 29 Des 2014 18:17 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Moh. Abduh/ Wolipop
Jakarta -

Nama Vinora mulai menjadi sorotan di industri mode tanah air, ketika desainer muda itu terpilih untuk mengikuti program pengembangan desainer yang membuatnya dapat menampilkan karya sampai ke Eropa. Desainer kelahiran 1989 itu pun semakin menunjukkan perjalanan karier yang bersinar di tahun ini. Tak hanya eksis di panggung mode Jakarta, karyanya juga diminati sampai ke Paris.

Vinora mulai mengasah kecintaannya di industri seni, khususnya mode di usia muda, yakni 17 tahun. Saat itulah ia mulai fokus dengan mengambil pendidikan mode di Mod'Art Paris. Kembali ke Jakarta di usia 19 tahun, Vinora mulai mencuri perhatian para fashionista dengan memenangkan Lomba Perancang Mode tahun 2009. Dan baru di tahun 2011, setelah melakukan riset pasar selama 2 tahun, wanita yang menjadi penggemar karya Raf Simons itu mulai membuat label atas nama sendiri.

Atas karya-karyanya yang khas serta konsistensi kualitas yang ia jaga di awal karier yang bersinar, tak heran Vinora menjadi desainer yang dipercaya mulai melangkah ke dunia mode internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Senang banget aku nggak nyangka bisa terpilih sebagai Young Designer of The Year oleh Wolipop. Penghargaan itu kan sebuah apresiasi yang diberikan kepada seseorang yang sudah melakukan pencapaian. Dengan begitu, artinya aku sudah di-approve oleh publik," ujar Vinora saat ditemui di butiknya dibilangan Barito, Jakarta Selatan.

Vinora mengedepankan desain yang edgy, maskulin dengan ciri khas 'unfinished cutting' hampir di tiap karyanya. Potongan yang ditampilkan pun cenderung klasik dan minimalis namun memiliki detail yang menarik atensi.

Diungkapkannya, inspirasi rancangannya kini banyak dipengaruhi oleh contemporary art, musik dan juga sosok individu di sekitarnya. Salah satu sosok yang menjadi muse Vinora adalah orangtuanya sendiri.

"As i grow up aku lihat orangtuaku very stylish. Jaman dulu itu mereka sudah pakai koleksi desainer yang unik kayak Jil Sander, Martin Margiela dan Comme des Garcons. Sosok inspirasi saya adalah ibu saya. karena ibu bisa kerja, bisa jadi ibu rumah tangga juga dan bajunya juga seru-seru," tambah desainer lulusan Fashion Institute Design and Merchandising – FIDM Los Angeles.

Penjualan koleksi Vinora yang kini memiliki butik minimalis dikawasan Barito 2 No. 21 itu diakuinya meningkat setelah ia mengikuti program pengembangan desainer lokal, Indonesia Fashion Forward. Tak hanya mendapatkan klien dari tanah air, tapi juga dunia internasional seperti Paris, Jerman, Inggris dan juga Hong Kong.

Baru 3 tahun berkecimpung di dunia mode dan makin dikenal, Vinora pun berbagi strategi marketing yang ia lakukan. Salah satu caranya adalah rajin mengikuti event fashion di mana para desainer bisa memamerkan karya untuk para klien dan juga media. Store yang resmi dibuka di tahun 2013 itu juga menjadi sarana marketing bagi Vinora. Butik baginya tak hanya tempat jual beli, ia ingin membuat para klien merasakan pengalaman langsung ke dunia desain Vinora. Tak hanya itu, butik juga akan dipakainya untuk melakukan show koleksi terbaru agar makin dikenal publik lebih dalam lagi.

Ketika ditanya rencananya ke depan, desainer yang kerap tampil dalam balutan busana monokrom itu menyatakan ingin fokus dulu untuk penjualan di tanah air sebelum memutuskan ekspansi ke luar negeri. "Kita akan fokus di Jakarta dulu, biar kita punya base dan branding yang kuat," tuturnya.

Vinora terpilih sebagai New Designer of The Year, salah satu kategori di program Wolipop.com, 20 Women of The Year. Selain Vinora, 19 nama lainnya yang masuk dalam daftar 20 Women of The Year - Wolipop.com bisa dibaca di sini.

(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads