Spons Vs Kuas Makeup, Mana yang Lebih Bagus untuk Pakai Foundation?
Spons atau kuas makeup, mana yang hasilnya lebih bagus untuk aplikasi foundation? Perdebatan ini sudah berlangsung cukup lama di kalangan pecinta makeup.
Sebagian orang menyukai hasil natural dari spons makeup, sementara yang lain lebih percaya kuas. Jika masih bingung menentukan mana yang lebih cocok untuk menghasilkan kompleksi wajah flawless dan halus, ini perbandingannya.
Spons Makeup/Beauty Blender
Ilustrasi beauty blender. Foto: iStock |
Beauty blender atau spons makeup berbentuk telur menjadi favorit banyak orang karena mampu menghasilkan kompleksi yang tampak menyatu dengan kulit. Spons ini terbuat dari material berpori yang bebas lateks dan sebaiknya digunakan dalam kondisi lembap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum digunakan, beauty blender perlu dibasahi terlebih dahulu lalu diperas hingga tidak terlalu basah.
Hasil akhir
Spons makeup yang lembap umumnya menghasilkan coverage ringan hingga medium dengan tampilan natural. Karena mengandung sedikit air, spons membantu mengaplikasikan foundation dalam lapisan tipis sekaligus menyerap kelebihan minyak dan pigmen yang berlebihan.
Teknik menepuk-nepuk atau bouncing juga membuat foundation lebih menyatu ke kulit dibandingkan hanya di permukaan wajah. Hasilnya sering disebut sebagai tampilan no-makeup makeup yang segar dan alami.
Cocok untuk siapa?
Spons makeup atau beauty blender ideal untuk pemilik kulit kering, sensitif, atau bertekstur. Pada kulit yang sedang mengelupas atau memiliki area kering, kuas terkadang dapat mengangkat serpihan kulit sehingga makeup terlihat pecah.
Sebaliknya, spons lembap membantu meratakan tekstur sekaligus memberikan sedikit hidrasi tambahan sehingga hasil foundation tampak lebih halus dan tidak cakey.
Kekurangan Spons Makeup
Spons cenderung menyerap lebih banyak produk dibandingkan kuas. Artinya, foundation bisa lebih cepat habis. Selain itu, karena menyimpan kelembapan, spons perlu lebih sering dicuci secara rutin setelah digunakan dan diganti setiap beberapa bulan untuk mencegah pertumbuhan jamur maupun bakteri.
Kuas Makeup
Foto: Thinkstock
Hasil akhir
Kuas unggul dalam menghasilkan coverage medium hingga full. Berbeda dengan spons, bulu sintetis tidak menyerap foundation sehingga hampir seluruh pigmen produk menempel pada kulit.
Oleh karena itu, kuas sering menjadi pilihan untuk menciptakan kompleksi wajah lebih flawless dan halus. Jika ingin hasil matte dengan coverage tinggi untuk acara khusus, kuas bisa menjadi pilihan terbaik.
Cocok untuk siapa?
Kuas foundation sangat cocok untuk pemilik kulit berminyak, hiperpigmentasi, atau bekas jerawat yang ingin tertutupi lebih maksimal. Foundation dengan formula matte juga dapat bekerja lebih optimal dalam mengontrol minyak.
Selain itu, kuas memudahkan proses layering tanpa menggeser lapisan foundation yang sudah diaplikasikan sebelumnya.
Kekurangan Kuas Makeup
Penggunaan kuas membutuhkan teknik yang tepat dan presisi. Jika kualitas kuas kurang baik atau diaplikasikan terlalu kasar, hasilnya bisa meninggalkan garis-garis halus (streaks) yang terlihat jelas di wajah.
Untuk mendapatkan hasil yang mulus, diperlukan gerakan memutar yang lembut agar foundation benar-benar menyatu dengan kulit.
Jadi, Mana yang Lebih Baik?
Foto: iStock
Teknik yang sering digunakan adalah mengaplikasikan foundation terlebih dahulu menggunakan kuas untuk memperoleh coverage tinggi dan distribusi produk yang merata.
Setelah itu, foundation diratakan kembali dengan beauty blender yang lembap.
Spons akan membantu menghilangkan bekas sapuan kuas, melembutkan garis-garis tegas, serta membuat foundation lebih menyatu dengan pori-pori dan tekstur kulit.
Dengan metode hybrid ini, kamu bisa mendapatkan kelebihan dari kedua alat sekaligus; coverage tinggi dari kuas dan hasil akhir yang flawless serta natural dari spons makeup.












































