Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Spons Vs Kuas Makeup, Mana yang Lebih Bagus untuk Pakai Foundation?

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 06 Jun 2026 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi makeup wanita
Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
Jakarta -

Spons atau kuas makeup, mana yang hasilnya lebih bagus untuk aplikasi foundation? Perdebatan ini sudah berlangsung cukup lama di kalangan pecinta makeup.

Sebagian orang menyukai hasil natural dari spons makeup, sementara yang lain lebih percaya kuas. Jika masih bingung menentukan mana yang lebih cocok untuk menghasilkan kompleksi wajah flawless dan halus, ini perbandingannya.

Spons Makeup/Beauty Blender

Ilustrasi beauty blenderIlustrasi beauty blender. Foto: iStock

Beauty blender atau spons makeup berbentuk telur menjadi favorit banyak orang karena mampu menghasilkan kompleksi yang tampak menyatu dengan kulit. Spons ini terbuat dari material berpori yang bebas lateks dan sebaiknya digunakan dalam kondisi lembap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum digunakan, beauty blender perlu dibasahi terlebih dahulu lalu diperas hingga tidak terlalu basah.

Hasil akhir

ADVERTISEMENT

Spons makeup yang lembap umumnya menghasilkan coverage ringan hingga medium dengan tampilan natural. Karena mengandung sedikit air, spons membantu mengaplikasikan foundation dalam lapisan tipis sekaligus menyerap kelebihan minyak dan pigmen yang berlebihan.

Teknik menepuk-nepuk atau bouncing juga membuat foundation lebih menyatu ke kulit dibandingkan hanya di permukaan wajah. Hasilnya sering disebut sebagai tampilan no-makeup makeup yang segar dan alami.

Cocok untuk siapa?

Spons makeup atau beauty blender ideal untuk pemilik kulit kering, sensitif, atau bertekstur. Pada kulit yang sedang mengelupas atau memiliki area kering, kuas terkadang dapat mengangkat serpihan kulit sehingga makeup terlihat pecah.

Sebaliknya, spons lembap membantu meratakan tekstur sekaligus memberikan sedikit hidrasi tambahan sehingga hasil foundation tampak lebih halus dan tidak cakey.

Kekurangan Spons Makeup

Spons cenderung menyerap lebih banyak produk dibandingkan kuas. Artinya, foundation bisa lebih cepat habis. Selain itu, karena menyimpan kelembapan, spons perlu lebih sering dicuci secara rutin setelah digunakan dan diganti setiap beberapa bulan untuk mencegah pertumbuhan jamur maupun bakteri.

Kuas Makeup

beauty and makeup

Foto: Thinkstock

Kuas foundation hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kuas padat (buffing brush), stippling brush, hingga paddle brush. Sebagian besar kuas menggunakan bulu sintetis yang dirancang untuk mengaplikasikan produk secara presisi dengan hasil coverage maksimal.

Hasil akhir

Kuas unggul dalam menghasilkan coverage medium hingga full. Berbeda dengan spons, bulu sintetis tidak menyerap foundation sehingga hampir seluruh pigmen produk menempel pada kulit.

Oleh karena itu, kuas sering menjadi pilihan untuk menciptakan kompleksi wajah lebih flawless dan halus. Jika ingin hasil matte dengan coverage tinggi untuk acara khusus, kuas bisa menjadi pilihan terbaik.

Cocok untuk siapa?

Kuas foundation sangat cocok untuk pemilik kulit berminyak, hiperpigmentasi, atau bekas jerawat yang ingin tertutupi lebih maksimal. Foundation dengan formula matte juga dapat bekerja lebih optimal dalam mengontrol minyak.

Selain itu, kuas memudahkan proses layering tanpa menggeser lapisan foundation yang sudah diaplikasikan sebelumnya.

Kekurangan Kuas Makeup

Penggunaan kuas membutuhkan teknik yang tepat dan presisi. Jika kualitas kuas kurang baik atau diaplikasikan terlalu kasar, hasilnya bisa meninggalkan garis-garis halus (streaks) yang terlihat jelas di wajah.

Untuk mendapatkan hasil yang mulus, diperlukan gerakan memutar yang lembut agar foundation benar-benar menyatu dengan kulit.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

ilustrasi foundation

Foto: iStock

Seperti dikutip dari Her Zindagi, banyak makeup artist profesional mengombinasikan kedua alat ini untuk mendapatkan hasil kompleksi sempurna.
Teknik yang sering digunakan adalah mengaplikasikan foundation terlebih dahulu menggunakan kuas untuk memperoleh coverage tinggi dan distribusi produk yang merata.

Setelah itu, foundation diratakan kembali dengan beauty blender yang lembap.
Spons akan membantu menghilangkan bekas sapuan kuas, melembutkan garis-garis tegas, serta membuat foundation lebih menyatu dengan pori-pori dan tekstur kulit.

Dengan metode hybrid ini, kamu bisa mendapatkan kelebihan dari kedua alat sekaligus; coverage tinggi dari kuas dan hasil akhir yang flawless serta natural dari spons makeup.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads