Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Eksplorasi Kebebasan dalam Balutan Putih di Pameran Desainer Stella Rissa

Daniel Ngantung - wolipop
Sabtu, 06 Jun 2026 09:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Pameran Koleksi Stella Rissa di Dgallerie Jakarta 5 Juni 2026.
Desainer Stella Rissa di pameran kreasinya yang mengangkat tema kebebasan. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Desainer Stella Rissa menghadirkan cara baru dalam menikmati karya mode lewat pameran bertajuk Freedom yang digelar di Dgallerie, Barito, Jakarta Selatan. Dibuka untuk publik pada 6-7 Juni, pameran ini menjadi ruang eksplorasi yang mengajak pengunjung melihat fashion bukan sekadar hasil akhir, tetapi sebagai proses kreatif yang hidup dan personal.

Berbeda dari presentasi koleksi pada umumnya, Stella Rissa tidak menampilkan lini busana siap pakai atau bridal, meski seluruh instalasi didominasi warna putih. Ada delapan instalasi gaun putih yang ditampilkan, namun warna tersebut bukan merujuk pada pernikahan. Putih di sini dihadirkan sebagai simbol kanvas kosong-medium bagi kebebasan berekspresi tanpa batas.

Pameran Koleksi Stella Rissa di D'gallerie Jakarta 5 Juni 2026.Karya Stella Rissa di D'gallerie Jakarta. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

"Freedom itu you know what you're doing but you gotta do it free," ungkap Stella tentang filosofi di balik pamerannya. Baginya, kebebasan bukan berarti tanpa arah, melainkan keberanian untuk mengeksekusi visi secara jujur tanpa tekanan ekspektasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilihan warna putih juga memiliki tujuan yang lebih dalam. Dengan menghilangkan distraksi warna, pengunjung diajak untuk fokus pada detail, tekstur, dan craftsmanship yang menjadi kekuatan utama karya Stella Rissa. Menariknya, berbeda dari kebanyakan pameran fashion, pengunjung diperbolehkan menyentuh gaun-gaun tersebut, merasakan langsung material dan teknik yang digunakan.

"End product is one thing, but process is something beautiful yang perlu di-highlight. Ketika orang tahu prosesnya, mereka akan lebih mengapresiasi," jelas jebolan sekolah mode LaSalle College Jakarta itu. Pendekatan ini menjadikan pengalaman pameran terasa lebih intim dan edukatif, seolah membuka "dapur" kreatif sang desainer kepada publik.

ADVERTISEMENT
Pameran Koleksi Stella Rissa di D'gallerie Jakarta 5 Juni 2026.Karya Stella Rissa di D'gallerie Jakarta. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Salah satu instalasi yang paling mencuri perhatian adalah ruang khusus yang menampilkan video aktris Asmara Abigail. Dalam video tersebut, Asmara menari bebas mengenakan gaun putih karya Stella yang awalnya dirancang untuk dikenakan di Cannes Film Festival 2026. Namun, gaun tersebut batal dipakai karena aturan dress code yang melarang busana terlalu transparan. Dalam pameran ini, gaun tersebut justru menemukan bentuk ekspresi baru.

Asmara direkam menari selama dua jam tanpa arahan koreografi. Ia dibiarkan bergerak secara spontan, menerjemahkan makna kebebasan melalui tubuhnya. Hasilnya adalah visual yang puitis sekaligus emosional, memperkuat pesan bahwa busana tidak hanya dikenakan, tetapi juga bisa "dihidupkan".

Bagi Stella sendiri, pameran ini menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kariernya. "Buat pameran seperti ini something new for me. Aku belajar banyak hal baru," ujarnya. Ia juga mengakui bahwa proses belajar dalam dunia fashion tidak pernah berhenti. "Aku masih jauh banget dari sempurna sehingga banyak hal yang harus dimatangkan. For me, doing this is not just doing the business. Untuk mendalami sesuatu butuh waktu. Twenty years is still nothing for me," tambahnya.

Melalui Freedom, Stella Rissa tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga membuka ruang dialog tentang proses, ketidaksempurnaan, dan keberanian untuk terus berkembang. Sebuah pendekatan yang terasa segar di tengah industri fashion yang kerap berfokus pada hasil akhir semata.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads