Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Inovasi Busana <i>Printer</i> 3D

Perkembangan Busana Futuristik dari Teknologi Printer 3D di Industri Mode

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 15 Des 2014 15:53 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Perkembangan gaun dengan material yang dibuat dari teknologi printer 3D seolah dapat menggantikan detail rumit yang dihasilkan dari gaun adibusana atau haute couture. Sejak diperkenalkan di dunia mode pada tahun 2010, perkembangan gaun 3D mulai menarik atensi para desainer yang makin inovatif memberdayakan teknologi masa depan. Dari cetakan material yang kaku, hingga kini bermuncul teknik baru yang membuat gaun hasil printer 3D lebih wearable dan memungkinkan sebagai penggunaan sehari-hari. Simak perjalanan inovasi gaun printer 3D dalam industri mode dunia dengan klik next:

1. Desainer Pionir

Desainer Belanda, Iris Van Herpen adalah satu dari desainer yang menampilkan teknik printer 3D perdana di industri mode. Dalam koleksi yang bernama Crystallization Collection di 2010, inovasi 3D diaplikasikan pertamakalinya sebagai aksesori busana avant-garde yang menjadi ciri khasnya sejak 2007. Hasil 3D yang kaku dan struktural dikemas dalam bentuk percikan air, menggambarkan konsep futuristik yang dibawa Iris. Di 2013, Iris kembali menawarkan teknologi 3D dalam gaya lainnya dengan menggunakan material silikon.

2. Dita Von Teese

Sebuah perusahaan cetak 3D, Shapeways bekerjasama dengan seorang arsitek Francis Bitonti membuat gaun futuristik lainnya. Dikenakan oleh penyanyi Burlesque, Dita Von Teese, gaun dalam material yang dibuat oleh printer 3D itu terdiri atas 17 potong jaring fleksibel dengan lebih dari 3.000 sel, kemudian dihiasi 12.000 kristal Swarovski.

3. Bristle Dress

Awal tahun ini, desainer Francis Bitonti kembali menciptakan gaun lainnya dari proses 3D. Kali ini disebut 'Bristle Dress' dibuat dengan material filamen PLA transparan. Desain dibuat dengan 'sumber terbuka,' dalam artian semua orang dengan printer MarketBot dapat mengunggah dan melakukan personalisasi sendiri.

4. XYZ Workshop

Tahun 2014 menjadi masa kejayaan teknologi 3D ini. Label berbasis di Australia, XYZ Workshop membuat koleksi yang dinamakan InBloom Dress. Dibuat dari 191 panel filamen PLA, dan didesain menyerupai lace. Menghabiskan 450 jam untuk memproduksi bahan ini lewat printer 3D, sedangkan untuk desainnya bisa diunduh secara online. XYZ Workshop juga membuat aksesori clutch dan jam tangan dari teknik 3D yang bisa diunduh sendiri oleh para user di rumah.

5. Topi

Tampilan high-fashion dalam gaya futuristik dengan bantuan printer 3D diciptakan oleh desainer Gabriella Ligenza untuk membuat aksesori topi.

6. Victoria's Secret

Pagelaran tahunan Victoria's Secret yang megah pernah menampilkan sayap Angel yang dibuat dari printer 3D. Di tahun 2013, Victoria's Secret angel Lindsay Ellingson mengenakan sayap yang dibuat oleh printer Shapeways, dari lapisan plastik nilon dan kristal Swarovski.

7. Indonesia

Di Indonesia, desainer muda Tex Saverio menjadi yang pertama menggunakan teknik baru ini di industri mode tanah air. Kreasi perdananya itu dipamerkan di Jakarta Fashion Week 2014 pada bulan Oktober 2013 yang lalu. "Saya mengeksplorasi teknik baru dengan memasukkan unsur teknologi 3D printing. Saya belajar software, mulai dari tahap scanning 3 dimensi, kita pikirkan konstruksi yang nggak cuma sekedar tempel tapi bisa menopang dan dipakai," ungkap Tex kepada media sebelum memamerkan karyanya di Fashion Tent Jakarta Fashion Week 2014, Senayan City, Jumat (25/10/2013).
(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads