Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sentuhan Ilustrasi Gadis Palembang di Koleksi Terbaru Mel Ahyar

wolipop
Minggu, 26 Okt 2014 10:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Moh. Abduh/Wolipop
Jakarta - Para perancang mode Indonesia terus menginovasi karyanya demi menciptakan produk yang berkualitas. Beberapa desainer juga berusaha menampilkan busana yang unik untuk memberikan warna baru dalam perkembangan fashion Tanah Air. Salah satu perancang yang setia dengan detail busana unik dan kontemporer adalah Mel Ahyar.

Desainer lulusan ESMOD Jakarta itu kembali menampilkan koleksi terbarunya di Bazaar Fashion Festival setelah kemarin sukses menyuguhkan karya yang menawan berkolaborasi dengan produk kecantikan asal Jepang, SK-II. Masih menggunakan palet dasar hitam dan memberikan aksen embroidery di atas kain sheer menerawang sebagai ciri khasnya, koleksi Spring/Summer 2015 yang dipamerkan kali ini sungguh menawan.

Mengangkat sejarah budaya kerajaan Sriwijaya di kota kelahirannya, Palembang, Mel menawarkan sentuhan seni yang klasik tapi dikemas secara modern. Ia menggabungkan hasil digital printing berupa ilustrasi lukisan gadis Palembang sebagai lambang masa kejayaan Sriwijaya kala itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya suka mengangkat tema budaya tapi di twist lebih modern dan kontemporer. Ini kan terinspirasi dari masa kejayaan sriwijaya, dulu namanya Suvarnabhumi, land of gold, artinya kekayaan, tapi yang diangkat di sini kekayaan budayanya pada masa itu, perkawinan budaya antara Arab, India, China, Malaysia, Jepang. Ilustrasi gadis Palembang di koleksi ini bekerjasama dengan Diela Maharani," tutur Mel saat press conference di Bazaar Fashion Festival, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2014).

Percampuran budaya yang disebutkan desainer 33 tahun itu tertuang dalam busana berupa dress berpotongan minimalis dengan sentuhan warna dasar hitam dan nude. Ilustrasi gadis Palembang warna monokrom dibalut detail bunga dari tempelan perca untuk memberikan efek 3D juga hadir di koleksi terbarunya.

Meskipun tidak dituangkan ke dalam semua rancangan miliknya, tapi busana Mel tetap terlihat klasik dengan permainan sulaman tangan di beberapa bagian. Seperti dari salah satu gaun panjang yang dipamerkan, tampak terusan transparan warna hitam dipenuhi detail bordir dan bunga tempelan membuat siluet busana lebih bertekstur.

Ada pula ilustrasi topeng di atas material organdy yang memberikan kesan misterius juga mewarnai koleksi masterpiece-nya tersebut. Selain organdy, Mel juga mengombinasikan material tulle dan satin sebagai pelengkap. Secara keseluruhan, potongan H-line tampak mendominasi rangkaian koleksinya.

Wanita yang memulai karier menjadi desainer sejak 2003 silam itu mengaku koleksi ini tidak sepenuhnya baru tapi sudah pernah ditampilkan di Berlin sebelumnya. "Koleksi ini adalah koleksi yang pernah show di Berlin tapi ditambah koleksi baru dengan ilustrasi gadis Palembang itu," tambahnya sesaat sebelum mempresentasikan karyanya di area White Cube, JCC, Jakarta Pusat.

(aln/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads