Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Wolipop Goes to New York

Selain Nonton Fashion Show, Ini Misi 10 Finalis Ikut Program Gratis ke New York

wolipop
Sabtu, 30 Agu 2014 19:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Kiki/Wolipop
Jakarta - Setelah melalui tahap penjurian, 50 semifinalis Wolipop Goes To New York telah mengerucut dan terpilih menjadi 10 finalis. Sabtu (30/9/2014), kesepuluh hijabers yang akan mengikuti perjalanan stylish bersama Dian Pelangi ke D.C. Fashion Week dan New York itu telah melalui tahap penjurian.

Saat mendatangi kantor Wolipop di Warung Jati Barat, Jakarta Selatan tampak ketegangan mereka. Meski begitu, ke-10 finalis tersebut berusaha menampilkan sisi terbaik mereka.

Ketika Wolipop berbincang dengan beberapa finalis, banyak yang mengatakan bahwa mereka tidak menyangka bisa masuk menjadi 10 finalis. Seperti finalis bernama Mega Iskanti Putri yang tidak menyangka akan dipilih oleh juri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pasti sekarang excited banget, unpredictable dan sekarang deg-degan banget," ungkap gadis 20 tahun asal Bandung tersebut sebelum melakukan penjurian.

Tentu saja ke-10 finalis tersebut sangat berharap besar untuk dipilih menjadi pemenang. Beberapa dari mereka mengungkapkan, perjalanannya ke luar negeri nanti tak sekadar nonton fashion show saja, melainkan mereka memiliki tujuan dan misi khusus di balik itu.

"Ke sana nanti untuk ketemu networking, pasti di sana ada buyers. Dari sisi bisnis aku pengen melihat buyers-buyers di sana cari target market mereka. Kebetulan jurusan kuliahku juga bisnis jadi pengen tahu bagaimana memilih barang yang tepat untuk target market," terang finalis bernama Karina Ayu Pratiwi.

Berbeda dengan Karina, Rizkia Rasheed punya misi sosial. Wanita yang berprofesi sebagai desainer itu menceritakan tentang proyeknya yang membantu wanita yang kurang mampu dengan memperkerjakan mereka sebagai penjahit.

Rizkia mengatakan, penjahit-penjahitnya tersebut cukup berbakat. Jadi, ketika ke D.C. Fashion Week dan New York nanti, ia berencana akan berkenalan dengan orang-orang fashion di sana dan menceritakan tentang penjahit-penjahitnya tersebut yang memungkinkan terjadinya kerjasama.

"Harapan saya bisa kenal dengan orang-orang di sana dan bisa menyampaikan project saya bernama Fashion For Sew itu," katanya optimis.

Kerjasama bisa dalam bentuk produksi barang fashion yang diproduksi di Indonesia. Kerjasama ini tentu menguntungkan kedua belah pihak. Pemesan akan mendaptkan biaya produksi yang lebih murah, sedangakn Riskia dapat membantu penjahit-penjahitnya dengan memberikan proyek tersebut.

(kik/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads