Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

31 Tahun Berkarya, Biyan Tampilkan Koleksi Terinspirasi Jepang

Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 18 Jun 2014 10:07 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Moh. Abduh/ Wolipop
Jakarta - Desainer Biyan Wanaatmadja kembali membuktikan eksistensinya di dunia mode tanah air dengan memamerkan koleksi 31 tahun berkarya. Dalam pagelaran tunggal yang berlangsung di Hotel Mulia, Selasa (17/06/2014) malam lalu, tema 'Seruni' diangkat untuk menggambarkan karyanya.

Sekitar 100 set busana ditampilkan dengan gaya khas Biyan yang feminin, dengan permainan detail payet dan juga embroidery. Seruni, dari kacamata si desainer menggambarkan sosok wanita Indonesia yang cantik, mandiri, berwawasan luas, dan selalu belajar.

Seruni digambarkan lewat simbolisasi bunga krisan dan juga burung bangau yang identik dengan simbol kehidupan dan keabadian. Saat melihatnya, inspirasi dari negeri sakura jelas terlihat, namun dikemas dengan sentuhan Biyan yang khas Indonesia, yaitu lewat paduan nuansa tribal dari tanah Sumba.

Tema taman bambu yang bernuansa gelap menjadi dekorasi panggung, seolah makin mengangkat khasanah oriental yang coba digambarkan si desainer. Seperti yang diungkap Biyan sebelum memulai shownya, Seruni menampilkan dua sisi kontras karakter wanita, yaitu feminin & lembut, namun di sisi lain dapat terlihat kuat dan juga maskulin.

Koleksi dalam sekuen pertama terlihat lebih kasual, namun tetap feminin karena pilihan material yang flowy dan juga teknik ruffle yang manis. Di satu sisi, kesan edgy juga hadir dengan siluet yang oversized, dan juga potongan boxy yang kaku dan terstruktur.

Outer kimono dengan bahan ringan seperti organza dan tulle, makin cantik dengan embroidery gambar bunga ataupun burung bangau. Adapun terusan berpotongan A-line dengan cutting asimetris, dihiasi batuan payet yang berpola di daerah garis leher ataupun menghiasi bagian lengan.

Sisi maskulin dan edgy yang telah disebutkan sebelumnya, terlihat lewat padu padan celana pendek selutut berpotongan lurus. Celana menjadi padanan blouse peplum ataupun shirt dress putih, kemudian dilayer dengan jaket potongan boxy ataupun atasan dengan bahan organza yang dihias embroidery.

Setelah dimanjakan dengan puluhan koleksi busana yang bergaya kasual, Biyan kembali mengeluarkan gaun-gaun panjang yang telah menjadi ciri khas dirinya. Embroidery di atas kain tulle ataupun ataupun organza yang menerawang serta neckline dihias payet batuan, yang telah jadi ciri khas seorang Biyan Wanaatmadja tetap disuguhkan si desainer untuk para wanita yang senang tampil feminin namun glamour secara bersamaan.

Secara keseluruhan, Biyan tetap konsisten dengan ciri khasnya yang banyak memakai kain-kain transparan, payet di garis leher, dan juga cutting asimetris layering. Berbagai jenis tekstur kain pun digunakan, paduan bahan yang ringan dan berat, menghadirkan siluet busana yang bervolume namun tetap terkesan elegan dan jatuh cantik di badan. Komposisi yang kontras namun harmonis menyatukan sisi feminin dan edgy seorang wanita dalam karyanya.

(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads