200 Desainer Siap Tampilkan Koleksi di Jakarta Fashion Week 2013
Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 19 Sep 2013 07:45 WIB
Jakarta
-
Pekan mode terbesar di Indonesia, Jakarta Fashion Week akan kembali digelar pada 19-25 Oktober 2013. Berlokasi di Senayan City, Jakarta, pesta mode kali ini diperkirakan akan lebih megah karena melibatkan lebih banyak desainer, model hingga buyers.
"Fashion desainer sekarang sudah lebih melangkah maju bermain hingga retail dunia. Kesempatan ini juga untuk mempromosikan dan mengangkat karya Indonesia agar makin dicintai lokal dan juga buyer internasional," tutur Svida Alisjahabana, CEO Femina Group yang ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (18/09/2013).
Tahun ini, kurang lebih akan ada 200 desainer yang berpatisipasi. 200 desainer itu akan dibagi dalam 77 show selama sepekan. Lokasi fashion show pun akan berlangsung di dua tempat, yaitu atrium Senayan City, dan juga tenda besar dan megah yang akan diletakkan di jalanan area Senayan City.
Pekan mode kali ini juga akan diisi dari penampilan desainer internasional seperti Belanda, Korea, Jepang dan Thailand. Uniknya lagi, dua desainer dari negara Belanda dan Korea bahkan akan mengkreasikan karya mereka dengan kain Tenun Garut, Sulawesi Selatan dan juga Tenun Bali.
"Nanti akan ada desainer Belanda yang terkenal namanya Hans Ubbink, dia akan buat ulang karyanya pakai Tenun Garut, Tenun Sulsel dan Tenun Bali. Ada lagi dari korea dengan label Kaal E. Suktae. Dia ini yang kemarin tampil di New York Fashion Week. Dia akan bawa koleksi kemarin tapi dibikin ulang pakai Tenun Garut," tutur Diaz Parsada, creative director Jakarta Fashion Week, yang ditemui di acara yang sama.
Diaz juga membocorkan keseruan lainnya di Jakarta Fashion Week tahu ini. Untuk kali pertama JFW akan berkolaborasi dengan Mercedes Benz Tokyo Fashion Week. Nantinya akan ada dua desainer Jepang yang ikut memeriahkan panggung JFW. Kedua desainer itu adalah Maritana Ono dan label Somata.
JFW tahun ini juga turut bekerjasama dengan pasar Indonesia. Nantinya 5 desainer Indonesia akan ditantang untuk mengolah kain tradisi dari binaan Bank Mandiri. Antara lain adalah label Monday to Sunday yang mengkreasikan kain batik Jawa Timur dan Milcah yang menampilkan kain Tenun Garut. Masing-masing desainer itu akan menampilkan 8 busana.
Untuk opening, yang biasanya dibuka oleh penampilan desainer internasional, kali ini akan dibuka oleh desainer Indonesia yang telah mengikuti program Indonesia Fashion Forward.
Diaz berharap, pengunjung JFW tahun ini makin meningkat dari tahun sebelumnya, yang mencapai 15.000 pengunjung. Mengingat lokasinya yang lebih besar, dan mampu menampung 500 pengunjung tiap shownya.
"Semoga pengunjungnya bisa meningkat. Targetnya 50 persen dari tahun kemarin," tutup Diaz.
(asf/kik)
"Fashion desainer sekarang sudah lebih melangkah maju bermain hingga retail dunia. Kesempatan ini juga untuk mempromosikan dan mengangkat karya Indonesia agar makin dicintai lokal dan juga buyer internasional," tutur Svida Alisjahabana, CEO Femina Group yang ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (18/09/2013).
Tahun ini, kurang lebih akan ada 200 desainer yang berpatisipasi. 200 desainer itu akan dibagi dalam 77 show selama sepekan. Lokasi fashion show pun akan berlangsung di dua tempat, yaitu atrium Senayan City, dan juga tenda besar dan megah yang akan diletakkan di jalanan area Senayan City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan ada desainer Belanda yang terkenal namanya Hans Ubbink, dia akan buat ulang karyanya pakai Tenun Garut, Tenun Sulsel dan Tenun Bali. Ada lagi dari korea dengan label Kaal E. Suktae. Dia ini yang kemarin tampil di New York Fashion Week. Dia akan bawa koleksi kemarin tapi dibikin ulang pakai Tenun Garut," tutur Diaz Parsada, creative director Jakarta Fashion Week, yang ditemui di acara yang sama.
Diaz juga membocorkan keseruan lainnya di Jakarta Fashion Week tahu ini. Untuk kali pertama JFW akan berkolaborasi dengan Mercedes Benz Tokyo Fashion Week. Nantinya akan ada dua desainer Jepang yang ikut memeriahkan panggung JFW. Kedua desainer itu adalah Maritana Ono dan label Somata.
JFW tahun ini juga turut bekerjasama dengan pasar Indonesia. Nantinya 5 desainer Indonesia akan ditantang untuk mengolah kain tradisi dari binaan Bank Mandiri. Antara lain adalah label Monday to Sunday yang mengkreasikan kain batik Jawa Timur dan Milcah yang menampilkan kain Tenun Garut. Masing-masing desainer itu akan menampilkan 8 busana.
Untuk opening, yang biasanya dibuka oleh penampilan desainer internasional, kali ini akan dibuka oleh desainer Indonesia yang telah mengikuti program Indonesia Fashion Forward.
Diaz berharap, pengunjung JFW tahun ini makin meningkat dari tahun sebelumnya, yang mencapai 15.000 pengunjung. Mengingat lokasinya yang lebih besar, dan mampu menampung 500 pengunjung tiap shownya.
"Semoga pengunjungnya bisa meningkat. Targetnya 50 persen dari tahun kemarin," tutup Diaz.
(asf/kik)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
8 Pemotretan Terbaru Audi Marissa Bareng Putranya, Anthony Xie Tak Ikut
2
Ramalan Zodiak 8 Januari: Capricorn Harus Tegas, Pisces Hadapi Tantangan
3
Tips Styling Dasi untuk Gaya Kasual, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026
4
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
5
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
MOST COMMENTED











































