Intimate Interview
Cecilia Yuda & Lisa Daryono, 2 Desainer Muda di Balik Gaun Indah Benten
Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 19 Apr 2013 16:17 WIB
Jakarta
-
Bagi Anda pecinta fashion, khususnya yang gemar mengoleksi gaun-gaun cantik nan elegan, label Benten mungkin sudah tak asing didengar. Namun tahukah Anda sosok dibalik label yang eksis dari tahun 2007 itu? Mereka adalah Cecilia Yuda dan Lisa Daryono.
Duo desainer ini berkenalan lewat komunitas khusus orang Indonesia, sewaktu berkuliah di Melbourne, Australia. Namun saat itu, bukan pendidikan di bidang fashion yang mereka dalami, melainkan jurusan bisnis. Berawal dari komunitas itu, Cecil dan Lisa mulai menjadi sahabat. Persahabatan tersebut kemudian berlanjut hingga menjadi rekan bisnis. Keduanya berani mencoba masuk ke industri fashion karena sama-sama memiliki ketertarikan pada dunia seni dan hobi mengoleksi gaun.
"Meskipun beda kampus jadi kenal. Dari situ mulai banyak aktvitas bersama, hangout bareng sampai di Jakarta. Dan dari situ, barulah mulai bersama-sama. Dan kita kan nggak ada pendidikan formal dan nggak ngerti gimana cara desain. Cuma itu kan logic ya, dan emang kebetulan aku sama Lisa suka koleksi gaun dari dulunya. Jadi kita memang hobi dan taste of art-nya ada," ugkap kedua desainer Benten tersebut saat berbincang dengan Wolipop belum lama ini, di butik Benten, Jl. Benda, Kemang, Jakarta Selatan.
Berawal dari modal nekat dan passion di dunia seni, Lisa dan Cecil yang menggemari koleksi dari desainer Tex Saverio itu, memulai bisnis dengan uang tabungan mereka. Bahkan butik Benten yang pertama, dibuat di garasi rumah orangtua Lisa, di daerah Pluit. Saat itu, mereka hanya memiliki dua mesin jahit dan satu pegawai.
Awalnya, dua wanita muda berusia 30 dan 32 tahun itu hanya ingin menjual karyanya pada kalangan teman dengan metode penjualan dari mulut ke mulut. Namun ternyata, koleksi Benten yang tampak feminin, elegan dan seksi itu mulai berkembang dan diminati kalangan selebriti hingga akhirnya dikenal seperti sekarang ini. Beberapa nama seleb yang menjadi pelanggan setia Benten, di antaranya Bunga Citra lestari, Nabila Syakieb, Momo Geisha, Asmirandah, Ashanti, dan Citra Kirana.
Meskipun sudah terbilang sukses, kedua wanita yang hobi travelling itu mengaku sering menemui kesulitan ketika mendesain koleksinya. Apalagi, ketika harus menggabungkan dua ide dalam satu rangkaian koleksi. Selain dalam hal interpretasi ide, Cecil, wanita kelahiran 1981 itu juga menambahkan bahwa proses produksi adalah tantangan terbesar desainer.
"Kadang menggambarkan sama mewujudkan gaun secara nyata itu kan beda. Semua desainer kalau bahas produksi itu ibaratnya kayak pengen ngangkat mesin jahit terus dibanting. Paling stres itu tahap produksi dan tantangan bagi para desainer. Karena kita harus jaga kualitas, kenyamanan, dan tiap wanita punya perbedaan bentuk tubuh jadi harus dipikirkan. Apalagi harus terpentok deadline, itu yang bisa bikin desainer 'That's it, I Quit!'," tambahnya.
Saat ini, label Benten yang sudah mengisi panggung mode Australia, Singapura, dan Malaysia itu tengah dalam rencana ekspansi produk. Tidak hanya mempersiapkan koleksi untuk wanita usia 17-50 tahun seperti biasanya, dua desainer ini ingin merambah market pakaian anak.
"Belum tahu kapan mau diluncurkan. Kalau sekarang sih lagi tes market aja. Karena biasanya mama dan anaknya ke sini. Terus mamanya fitting gaun, anaknya juga mau ikutan. Makanya kita mau coba bikin gaun yang mama sama anaknya kembar jadi bisa tampil cantik dua-duanya," tutur kedua desainer.
Bagi Anda yang ingin berkecimpung di industri fashion seperti Cecil dan Lisa, kedua desainer cantik ini memberikan bocorannya.
"Jangan pernah takut untuk mencoba, selama masih passion-nya dan sungguh-sungguh pasti ada jalan. Berkreasi terus, industri fashion tidak gampang. Banyak yang bermunculan bagus tapi kemudian redup karena sulit di awal. Jangan langsung menyerah, membuat label yang besar itu tidak terjadi hanya semalam, ada proses jatuh bangunnya," tutup duo desainer itu.
(asf/eny)
Duo desainer ini berkenalan lewat komunitas khusus orang Indonesia, sewaktu berkuliah di Melbourne, Australia. Namun saat itu, bukan pendidikan di bidang fashion yang mereka dalami, melainkan jurusan bisnis. Berawal dari komunitas itu, Cecil dan Lisa mulai menjadi sahabat. Persahabatan tersebut kemudian berlanjut hingga menjadi rekan bisnis. Keduanya berani mencoba masuk ke industri fashion karena sama-sama memiliki ketertarikan pada dunia seni dan hobi mengoleksi gaun.
"Meskipun beda kampus jadi kenal. Dari situ mulai banyak aktvitas bersama, hangout bareng sampai di Jakarta. Dan dari situ, barulah mulai bersama-sama. Dan kita kan nggak ada pendidikan formal dan nggak ngerti gimana cara desain. Cuma itu kan logic ya, dan emang kebetulan aku sama Lisa suka koleksi gaun dari dulunya. Jadi kita memang hobi dan taste of art-nya ada," ugkap kedua desainer Benten tersebut saat berbincang dengan Wolipop belum lama ini, di butik Benten, Jl. Benda, Kemang, Jakarta Selatan.
Berawal dari modal nekat dan passion di dunia seni, Lisa dan Cecil yang menggemari koleksi dari desainer Tex Saverio itu, memulai bisnis dengan uang tabungan mereka. Bahkan butik Benten yang pertama, dibuat di garasi rumah orangtua Lisa, di daerah Pluit. Saat itu, mereka hanya memiliki dua mesin jahit dan satu pegawai.
Awalnya, dua wanita muda berusia 30 dan 32 tahun itu hanya ingin menjual karyanya pada kalangan teman dengan metode penjualan dari mulut ke mulut. Namun ternyata, koleksi Benten yang tampak feminin, elegan dan seksi itu mulai berkembang dan diminati kalangan selebriti hingga akhirnya dikenal seperti sekarang ini. Beberapa nama seleb yang menjadi pelanggan setia Benten, di antaranya Bunga Citra lestari, Nabila Syakieb, Momo Geisha, Asmirandah, Ashanti, dan Citra Kirana.
Meskipun sudah terbilang sukses, kedua wanita yang hobi travelling itu mengaku sering menemui kesulitan ketika mendesain koleksinya. Apalagi, ketika harus menggabungkan dua ide dalam satu rangkaian koleksi. Selain dalam hal interpretasi ide, Cecil, wanita kelahiran 1981 itu juga menambahkan bahwa proses produksi adalah tantangan terbesar desainer.
"Kadang menggambarkan sama mewujudkan gaun secara nyata itu kan beda. Semua desainer kalau bahas produksi itu ibaratnya kayak pengen ngangkat mesin jahit terus dibanting. Paling stres itu tahap produksi dan tantangan bagi para desainer. Karena kita harus jaga kualitas, kenyamanan, dan tiap wanita punya perbedaan bentuk tubuh jadi harus dipikirkan. Apalagi harus terpentok deadline, itu yang bisa bikin desainer 'That's it, I Quit!'," tambahnya.
Saat ini, label Benten yang sudah mengisi panggung mode Australia, Singapura, dan Malaysia itu tengah dalam rencana ekspansi produk. Tidak hanya mempersiapkan koleksi untuk wanita usia 17-50 tahun seperti biasanya, dua desainer ini ingin merambah market pakaian anak.
"Belum tahu kapan mau diluncurkan. Kalau sekarang sih lagi tes market aja. Karena biasanya mama dan anaknya ke sini. Terus mamanya fitting gaun, anaknya juga mau ikutan. Makanya kita mau coba bikin gaun yang mama sama anaknya kembar jadi bisa tampil cantik dua-duanya," tutur kedua desainer.
Bagi Anda yang ingin berkecimpung di industri fashion seperti Cecil dan Lisa, kedua desainer cantik ini memberikan bocorannya.
"Jangan pernah takut untuk mencoba, selama masih passion-nya dan sungguh-sungguh pasti ada jalan. Berkreasi terus, industri fashion tidak gampang. Banyak yang bermunculan bagus tapi kemudian redup karena sulit di awal. Jangan langsung menyerah, membuat label yang besar itu tidak terjadi hanya semalam, ada proses jatuh bangunnya," tutup duo desainer itu.
(asf/eny)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
Ditangkap Bersama, Kisah Pacaran 20 Tahun Presiden Venezuela & Istri Disorot
2
8 Foto Bridesmaid Proposal Ranty Maria, Cantik Pancarkan Aura Calon Manten
3
TikTok Viral Verificator
Viral Pengantin di Bekasi Nikah Hanya di KUA Tanpa Resepsi, Bikin Iri Netizen
4
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5
Ramalan Zodiak Aries 2026: Karier Melesat, Nama Jadi Perbincangan
MOST COMMENTED











































