Perjalanan Cinta Raden Sirait dalam Desain Kebaya

- wolipop Jumat, 01 Apr 2011 13:05 WIB

Jakarta - Lima belas tahun sudah Raden Sirait berkecimpung di dunia mode, dengan fokus pada desain kebaya lima tahun belakangan ini. Kecintaannya pada kebaya pun melahirkan sebuah ide untuk mengemas pergelaran busananya dalam bentuk pertunjukan budaya teatrikal.

Pada Kamis (31/04/2011), pergelaran busana tersebut pun terwujud dengan tema 'Kebaya for the World: Journey of Love, Lima Tahun Cinta Raden Sirait untuk Kebaya' yang diadakan di Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Untuk pergelaran tersebut, Raden Sirait memamerkan 155 set kebaya yang didukung lima ikon, 150 model dan 32 artis. Kelima wanita yang menjadi ikon dari pergelaran ini adalah Ardina Rasti, Asty Ananta, Imelda Fransisca, Maudy Koesnaedi, dan Nadine Chandrawinata.

Sementara artis yang turut meramaikan acara ini di antaranya Iwa K dan Selfi (istri), Irfan Hakim dan Della (istri), Artika Sari Devi, Melly Zamri, Julie Perez dan Zivanna Letisha Siregar.

Uniknya, pagelaran ini dikemas hingga 15 sekuel. Tujuh sekuel di antaranya memamerkan koleksi busana lama, sementara delapan sekuel menghadirkan koleksi terbarunya. Secara keseluruhan, perhelatan yang berdurasi sekitar 2,5 jam ini terbilang aktraktif, unik dan berkarakter. Sajian akulturasi budaya Indonesia dan dunia disuguhkan sangat menarik.

"Misi saya hanya satu, yaitu memperkenalkan dan mempopolerkan kebaya ke pasar internasional, dikenakan oleh para pemuka dunia dan menjadikannya bagian dari busana yang dikenakan oleh masyarakat di luar Indonesia", jelas Raden Sirait.
 
Kehadiran kebaya nuansa couture begitu kental terasa dari awal hingga akhir acara. Kebaya jubah modern dan detail balon di bahu menambah manis kebaya masterpiece nya. Aplikasi payet mewah dan kristal Swarovski tetap menjadi detail yang utama dari kebaya yang diharapkan menjadi tren besar untuk masa depan.

Salah satu yang cukup spektakuler adalah kebaya yang dipadukan ballgown bervolume, dengan lebar hampir memenuhi setengah panggung yang diperagakan Nadine Chandrawinata. Permainan warna cukup kontras dengan kombinasi biru terang dan fuschia. Lewat busana ini, Raden ingin menggambarkan lima unsur kehidupan; udara, kayu, tanah, air dan api yang harus dilestarikan.

Di akhir acara, putera asli Porsea ini menerbitkan buku berjudul "Journey of Love:Impian seorang anak Porsea menuju panggung dunia". Dalam bukunya, ia berbagi hal-hal yang menjadi kunci sukses dan impiannya selama ini.

Raden juga mengajak semua pembaca untuk berani membuat sesuatu yang beda, dengan kerja keras dan percaya diri, seperti yang ia terapkan dalam setiap desain kebaya dan pagelarannya kali ini.





(hst/hst)