Daily Runway Review
Rodarte, Mandy Coon, Wes Gordon
wolipop
Kamis, 24 Feb 2011 15:40 WIB
Jakarta
-
Rodarte bereksplorasi dengan warna alam, Mandy coon menampilkan sisi gelap wanita, dan Wes Gordon menyeimbangkan sisi kasual dan formal.
Rodarte
Untuk mengetahui inspirasi terbaru Rodarte yang dirancang dua bersaudari Kate dan Laura Mulleavy tidaklah sulit. Gaun sutra dengan print padang gandum, mantel panjang dan bahan kulit cukup mengingatkan audiens akan film arahan sutradara Terrence Malick berjudul 'Days of Heaven'. Gaun yang agak berbeda dari yang lain hanya segelintir, seperti gaun pesta warna merah ruby di akhir peragaan. "Kami tidak mengacu kepada Nebraska dan Kansas, dan tidak mengambil 'Wizard of Oz' sebagai inspirasi", ujar Kate Mulleavy menjelaskan kepada style.com usai acara.
Film garapan Malick kerap menjadi favorit dalam dunia fashion, namun referensi Rodarte terletak pada nilai kerajinan tangan di dalamnya. Diterjemahkan menjadi teknik quilt (jahit tindas) pada atasan, hingga rok apron (celemek) yang dihias oleh tangan langsung, bukan mesin. Koleksi kali ini banyak menampilkan siluet panjang yang disebut-sebut sebagai zeitgeist (semangat era kini). Hal ini menjadi wujud nyata dimana tanpa komersialisme, mereka tetap bisa bertahan di dalam bisnis ini dengan mempertahankan sebuah visi.
Koleksi lengkap klik di sini.
Mandy Coon
Bila dilihat secara keseluruhan dan sekejap mata, koleksi rancangan desainer Bizarro Mandy Coon nampak penuh 'kedisiplinan". Siluet tegas, dominasi warna hitam, materi kaku diwujudkan dalam model celana high-waist, wrap-jacket dan rok lebar. Sang desainer juga memberikan penekanan pada fur palsu yang membuat busana terlihat lebih glamor. Busana lainnya terlihat lebih 'fun', yakni celana pendek, gaun berstruktur tegas, higga rok kulit bermotif gradasi. Singkatnya, busana ini sangat tepat bagi wanita yang ingin tampil edgy, sedikit maskulin, dewasa dan formal.
Koleksi lengkap klik di sini.
Wes Gordon
Meskipun baru berusia 24 tahun, kedewasaannya dalam berkarya jarang ditemui dari desainer kebanyakan dengan umur yang sama. Ini adalah koleksi ketiganya, dan melibatkan pianis Niia, yang didandani gaun column bahan beludru. Ada keseimbangan antara tua dan muda, mewah dan keseharian dalam koleksi yang dipresentasikannya kali ini. Gaun shift warna abu-abu, memiliki detail belahan yang membuatnya kian seksi. Detail pita, siluet mantel dan bula musang perak makin membuat kesan mewah pada pemakainya.
Koleksi lengkap klik di sini.
(fer/fer)
Rodarte
Untuk mengetahui inspirasi terbaru Rodarte yang dirancang dua bersaudari Kate dan Laura Mulleavy tidaklah sulit. Gaun sutra dengan print padang gandum, mantel panjang dan bahan kulit cukup mengingatkan audiens akan film arahan sutradara Terrence Malick berjudul 'Days of Heaven'. Gaun yang agak berbeda dari yang lain hanya segelintir, seperti gaun pesta warna merah ruby di akhir peragaan. "Kami tidak mengacu kepada Nebraska dan Kansas, dan tidak mengambil 'Wizard of Oz' sebagai inspirasi", ujar Kate Mulleavy menjelaskan kepada style.com usai acara.
Film garapan Malick kerap menjadi favorit dalam dunia fashion, namun referensi Rodarte terletak pada nilai kerajinan tangan di dalamnya. Diterjemahkan menjadi teknik quilt (jahit tindas) pada atasan, hingga rok apron (celemek) yang dihias oleh tangan langsung, bukan mesin. Koleksi kali ini banyak menampilkan siluet panjang yang disebut-sebut sebagai zeitgeist (semangat era kini). Hal ini menjadi wujud nyata dimana tanpa komersialisme, mereka tetap bisa bertahan di dalam bisnis ini dengan mempertahankan sebuah visi.
Koleksi lengkap klik di sini.
Mandy Coon
Bila dilihat secara keseluruhan dan sekejap mata, koleksi rancangan desainer Bizarro Mandy Coon nampak penuh 'kedisiplinan". Siluet tegas, dominasi warna hitam, materi kaku diwujudkan dalam model celana high-waist, wrap-jacket dan rok lebar. Sang desainer juga memberikan penekanan pada fur palsu yang membuat busana terlihat lebih glamor. Busana lainnya terlihat lebih 'fun', yakni celana pendek, gaun berstruktur tegas, higga rok kulit bermotif gradasi. Singkatnya, busana ini sangat tepat bagi wanita yang ingin tampil edgy, sedikit maskulin, dewasa dan formal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wes Gordon
Meskipun baru berusia 24 tahun, kedewasaannya dalam berkarya jarang ditemui dari desainer kebanyakan dengan umur yang sama. Ini adalah koleksi ketiganya, dan melibatkan pianis Niia, yang didandani gaun column bahan beludru. Ada keseimbangan antara tua dan muda, mewah dan keseharian dalam koleksi yang dipresentasikannya kali ini. Gaun shift warna abu-abu, memiliki detail belahan yang membuatnya kian seksi. Detail pita, siluet mantel dan bula musang perak makin membuat kesan mewah pada pemakainya.
Koleksi lengkap klik di sini.
(fer/fer)











































