Perdebatan Hebat Desainer Dunia: Stop Couture!
wolipop
Kamis, 06 Mei 2010 14:07 WIB
Jakarta
-
Couture sedang menjadi perdebatan oleh para desainer besar. Apakah masa kejayaan busana super mahal dan eksklusif tersebut akan selesai begitu saja?Menurut desainer Oscar de la Renta, dunia Adi Busana/Couture telah menjadi hal yang tidak relevan. "Pelanggan sekarang ini semakin cerdas, mereka tahu bahwa gaun pengantin seharga US$ 10 ribu akan sama cantiknya dengan gaun seharga US$ 1 juta. Mungkin finishing di dalamnya akan berbeda, tapi siapa yang akan tahu?" tambahnya seperti yang dilansir di vogue.com.
Tak setuju dengan pendapat dari Oscar de la Renta, para eksekutif dari rumah mode Givenchy, Christian Dior dan Chanel mengatakan, bahwa sebenarnya pasar couture tidaklah berkurang, hanya bergeser saja. Banyaknya permintaan couture sekarang ini lebih banyak datang dari negara-negara Timur Tengah. 30 persen penjualan berasal dari Uni emirat Arab, Arab Saudi dan Qatar.
CEO dari Givenchy, Fabrizo Malverdi percaya ada pelanggan yang tidak bisa dibujuk untuk membeli baju-baju yang berada di toko. "Ini merupakan jenis pelanggan yang tak bisa didapatkan kecuali dengan koleksi couture. Dan begitu Anda melepaskan ateliers (butik khusus busana couture), Anda akan kehilangan pelanggan tersebut dan takkan bisa mendapatkannya kembali ataupun merebutnya kembali dari Atelier lain." protesnya.
Pagelaran busana couture oleh Chanel merupakan fashion show yang paling banyak ditonton. Bruno Pavlosky, seorang eksekutif dari Chanel beranggapan bahwa couture sangat penting untuk brandnya. "Disitu kami bisa mengeksplorasi kain baru dan penampilan baru,". Singkatnya, ia beranggapan kalau couture sudah menjadi bagian hidup dari Chanel dan menghentikannya ibarat mencabut hidup rumah mode itu sendiri.
Bisa disimpulkan koleksi couture akan berlangsung pada beberapa rumah mode, namun sebagian besar dari mereka akan menutup Ateliernya dalam waktu singkat untuk bertahan menghadapi resesi.
(eya/fer)
Tak setuju dengan pendapat dari Oscar de la Renta, para eksekutif dari rumah mode Givenchy, Christian Dior dan Chanel mengatakan, bahwa sebenarnya pasar couture tidaklah berkurang, hanya bergeser saja. Banyaknya permintaan couture sekarang ini lebih banyak datang dari negara-negara Timur Tengah. 30 persen penjualan berasal dari Uni emirat Arab, Arab Saudi dan Qatar.
CEO dari Givenchy, Fabrizo Malverdi percaya ada pelanggan yang tidak bisa dibujuk untuk membeli baju-baju yang berada di toko. "Ini merupakan jenis pelanggan yang tak bisa didapatkan kecuali dengan koleksi couture. Dan begitu Anda melepaskan ateliers (butik khusus busana couture), Anda akan kehilangan pelanggan tersebut dan takkan bisa mendapatkannya kembali ataupun merebutnya kembali dari Atelier lain." protesnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisa disimpulkan koleksi couture akan berlangsung pada beberapa rumah mode, namun sebagian besar dari mereka akan menutup Ateliernya dalam waktu singkat untuk bertahan menghadapi resesi.
(eya/fer)
Pakaian Wanita
Rekomendasi Daster Wanita Terbaik untuk Tidur Nyaman! Review Daster URU UCBamboo
Home & Living
Cangkir Kopi Keramik yang Manis untuk Sajian Hangat, Naruna Cangkir Keramik Handle Cappucino
Home & Living
Percantik Ruang Tamu dengan Taplak Meja Estetik untuk Sambut Lebaran 2026!
Elektronik & Gadget
Headphone Bone Conduction Wireless, Tetap Dengar Musik Tanpa Menutup Telinga!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Gaun Rusak hingga Jatuh di Tangga, 5 Momen Oscars yang Nyaris Jadi Malapetaka
Penampilan Tyla di Paris Fashion Week Bikin Kaget, Atasannya Bukan Baju
Burberry Rilis Koleksi Spesial Terinspirasi Gaya Ikonik Ratu Elizabeth II
Gwyneth Paltrow Sindir Artis Pakai Kostum Hot Dog di Met Gala
Chloe Kelly Jadi Barbie, Simbol Inspirasi Baru di Dunia Sepak Bola Wanita
Most Popular
1
Potret Prewedding El Rumi & Syifa Hadju, Memukau Dengan Gaya Tradisional
2
Most Pop: Gadis Tercantik di Dunia Dilamar, Siapa Calon Suaminya?
3
Buku Baru Klaim Camilla Sebut Meghan Markle 'Cuci Otak' Pangeran Harry
4
Gaun Rusak hingga Jatuh di Tangga, 5 Momen Oscars yang Nyaris Jadi Malapetaka
5
Serum Microneedling Viral di TikTok, Dokter Ungkap Risikonya
MOST COMMENTED











































