Calon Ratu Norwegia Sakit Keras, Dokter Sebut Harapan Hidup Hanya Setahun
Kondisi kesehatan Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, dikabarkan semakin memburuk. Dalam konferensi pers di Oslo, tim dokter mengungkap bahwa istri Putra Mahkota Haakon kini masuk daftar tunggu transplantasi paru-paru setelah penyakit yang dideritanya mencapai tahap serius.
Pihak kerajaan sebelumnya hanya menyampaikan bahwa calon Ratu Norwegia itu menjalani pemeriksaan medis menyeluruh. Namun dalam penjelasan terbaru, dokter mengungkap kondisi sebenarnya jauh lebih berat dari yang diketahui publik.
Dokter paru sekaligus dokter yang menangani Mette-Marit, Are Holm dari rumah sakit Rikshospitalet Oslo, mengatakan kondisi sang putri mengalami penurunan signifikan dalam enam bulan terakhir akibat fibrosis paru yang terus berkembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Putri Mahkota mengalami perburukan fibrosis paru yang signifikan selama enam bulan terakhir. Kita bisa melihat bahwa lebih banyak jaringan parut telah berkembang selama setahun terakhir," jelas Dr. Holm, seperti dikutip dari lembaga penyiaran publik Norwegia, NRK.
Ia menjelaskan pasien yang masuk daftar transplantasi paru-paru umumnya berada dalam kondisi sangat kritis.
Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit Foto: dok. Royalcourt Norwegia |
"Aturan umumnya untuk menentukan siapa yang harus dimasukkan ke dalam daftar tunggu transplantasi paru-paru adalah pasien harus menderita penyakit paru-paru yang sangat parah sehingga kami memiliki alasan untuk percaya bahwa pasien hanya memiliki waktu satu tahun lagi untuk hidup," tambahnya.
Pernyataan tersebut langsung mengejutkan publik Norwegia. Apalagi, dokter menegaskan bahwa Mette-Marit tidak mendapat perlakuan khusus meski berasal dari keluarga kerajaan dan tetap harus memenuhi kriteria medis yang sama seperti pasien lainnya.
Untuk menjelaskan kondisi penyakit tersebut, tim medis bahkan memperlihatkan hasil rontgen fibrosis paru milik pasien lain sebagai gambaran bagaimana penyakit itu berkembang dari waktu ke waktu.
Dokter menjelaskan bahwa obat-obatan sebenarnya masih dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit. Namun dalam kondisi Mette-Marit saat ini, transplantasi paru-paru disebut menjadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya dalam jangka panjang.Meski begitu, proses mendapatkan donor organ yang cocok tidak mudah.
Kini, Mette-Marit diwajibkan selalu siap siaga. Ia tidak boleh meninggalkan negara dan harus bisa dihubungi setiap saat. Jika paru-paru donor yang cocok tersedia, ia harus segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga kerajaan Norwegia mulai menyesuaikan aktivitas mereka. Putri Ingrid-Alexandra, anak pertama Mette-Marit dan Putra Mahkota Haakon, memutuskan menunda studinya di Australia dan akan menjalani semester musim gugur di Oslo agar lebih dekat dengan sang ibu.
Sementara itu, Putra Mahkota Haakon disebut akan membatasi perjalanan jauh demi mendampingi istrinya. Perayaan ulang tahun pernikahan perak mereka yang seharusnya digelar pada Agustus mendatang pun dibatalkan.
(kik/kik)











































