Hindari Risiko Kanker Karena Pemakaian Bra
wolipop
Kamis, 29 Apr 2010 14:03 WIB
Jakarta
-
Bra merupakan benda penting untuk menunjang payudara. Tapi pemakaian yang salah malah bisa menimbulkan bencana.
Bra yang tidak pas di tubuh bisa menimbulkan beberapa gangguan ringan. Posisi bra yang tidak nyaman dapat menyebabkan sesak napas, nyeri punggung, otot tegang dan iritasi pada usus besar.
Dilansir dailymail, beberapa penelitian menyatakan pemakaian bra yang berlebihan dapat menyebabkan kanker payudara. Sebuah survei terhadap 4700 wanita yang dilakukan oleh ilmuwan Sidney Ross Singer dan Soma Grismaijer di AS, menyimpulkan kemungkinan terkena kanker payudara meningkat selama wanita memakai bra.
Hasil survei menunjukkan bahwa mereka yang terkena kanker adalah orang-orang yang memakai bra lebih dari 12 jam per hari.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bra dapat menekan sistem limfatik di bawah ketiak dan menghadang jaringan di dalam sehingga tidak dapat mengeluarkan racun. Seiring waktu, racun-racun ini terakumulasi dalam jaringan payudara yang membuat kanker payudara terbentuk.
Dua tahun lalu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Jepang menemukan, bra yang terlalu ketat bisa menekan kulit. Akibatnya kondisi tersebut menekan peredaran hormon melatonin sehingga dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Masalah bra juga menjadi perhatian untuk perempuan yang akan memasuki masa menopause. Sebuah studi di University Hospital of Wales meminta 100 perempuan pra-menopause pergi tanpa bra selama tiga bulan. Setelah tiga bulan, tujuh persen perempuan mengaku bebas dari berbagai rasa sakit setelah berhenti memakai bra.
Berikut fakta-fakta seputar bra dan kesehatan:
1. Sport bra dapat menyebabkan kesulitan bernapas jika digunakan setiap saat. Bra ini hanya boleh dipakai saat olahraga karena bra ini lebih berkonstruksi dan lebih menekan payudara.
2. Tekanan bra dapat mempengaruhi pencernaan. Sebuah studi menyatakan bra dapat mengakibatkan sembelit jika ukurannya tidak pas. Hal ini disebabkan karena tertekannya diafragma yang berpengaruh pada pencernaan.
3. Beberapa studi telah menemukan bahwa bra yang terlalu ketat dapat menyebabkan luka atau benjolan pada kulit. Ini disebabkan oleh kaitan di bagian belakang bra yang bisa melukai kulit. Untuk menghindari hal tersebut, pilih bra dengan tali yang tebal, terdapat dua set kaitan dan terdapat lapisan di bagian dalam tali bra.
Lalu bagaimana memilih bra yang tepat:
1. Pilih bra dari bahan yang ekstra lembut, empuk dan tali yang lebar di bahu untuk mengurangi beban di pundak.
2. Pilihlah bra dengan tali yang bisa diatur sehingga dapat disesuaikan dengan bentuk badan Anda. Dua atau tiga kaitan bra lebih baik untuk digunakan daripada satu kaitan tipis.
3. Pilihlah bra yang elastis yang membuat Anda mudah untuk bergerak.
(kik/fta)
Bra yang tidak pas di tubuh bisa menimbulkan beberapa gangguan ringan. Posisi bra yang tidak nyaman dapat menyebabkan sesak napas, nyeri punggung, otot tegang dan iritasi pada usus besar.
Dilansir dailymail, beberapa penelitian menyatakan pemakaian bra yang berlebihan dapat menyebabkan kanker payudara. Sebuah survei terhadap 4700 wanita yang dilakukan oleh ilmuwan Sidney Ross Singer dan Soma Grismaijer di AS, menyimpulkan kemungkinan terkena kanker payudara meningkat selama wanita memakai bra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bra dapat menekan sistem limfatik di bawah ketiak dan menghadang jaringan di dalam sehingga tidak dapat mengeluarkan racun. Seiring waktu, racun-racun ini terakumulasi dalam jaringan payudara yang membuat kanker payudara terbentuk.
Dua tahun lalu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Jepang menemukan, bra yang terlalu ketat bisa menekan kulit. Akibatnya kondisi tersebut menekan peredaran hormon melatonin sehingga dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Masalah bra juga menjadi perhatian untuk perempuan yang akan memasuki masa menopause. Sebuah studi di University Hospital of Wales meminta 100 perempuan pra-menopause pergi tanpa bra selama tiga bulan. Setelah tiga bulan, tujuh persen perempuan mengaku bebas dari berbagai rasa sakit setelah berhenti memakai bra.
Berikut fakta-fakta seputar bra dan kesehatan:
1. Sport bra dapat menyebabkan kesulitan bernapas jika digunakan setiap saat. Bra ini hanya boleh dipakai saat olahraga karena bra ini lebih berkonstruksi dan lebih menekan payudara.
2. Tekanan bra dapat mempengaruhi pencernaan. Sebuah studi menyatakan bra dapat mengakibatkan sembelit jika ukurannya tidak pas. Hal ini disebabkan karena tertekannya diafragma yang berpengaruh pada pencernaan.
3. Beberapa studi telah menemukan bahwa bra yang terlalu ketat dapat menyebabkan luka atau benjolan pada kulit. Ini disebabkan oleh kaitan di bagian belakang bra yang bisa melukai kulit. Untuk menghindari hal tersebut, pilih bra dengan tali yang tebal, terdapat dua set kaitan dan terdapat lapisan di bagian dalam tali bra.
Lalu bagaimana memilih bra yang tepat:
1. Pilih bra dari bahan yang ekstra lembut, empuk dan tali yang lebar di bahu untuk mengurangi beban di pundak.
2. Pilihlah bra dengan tali yang bisa diatur sehingga dapat disesuaikan dengan bentuk badan Anda. Dua atau tiga kaitan bra lebih baik untuk digunakan daripada satu kaitan tipis.
3. Pilihlah bra yang elastis yang membuat Anda mudah untuk bergerak.
(kik/fta)











































