ADVERTISEMENT

Paris Hilton Ungkap Pelecehan Seks Saat Remaja, Pernah Dipaksa Periksa Rahim

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 12 Okt 2022 13:30 WIB
Paris Hilton Foto: Instagram Paris Hilton
Jakarta -

Paris Hilton mengungkap berbagai pelecehan yang dialaminya ketika remaja. Mengejutkan wanita yang dikenal datang dari keluarga miliuner tersebut malah mendapat penyiksaan selama tinggal dan belajar di asrama Provo Canyon School. Selain diperlakukan dengan kasar secara fisik dan mental, Paris baru-baru ini juga mengaku pernah dipaksa periksa rahim tengah malam.

Paris Hilton kembali menceritakan bagaimana masa kecilnya direnggut karena perlakuan para staf di Provo Canyon School. Selama 11 bulan tinggal di sana sampai berusia 17 tahun, ia mengaku sering mendapatkan pelecehan seksual. Paris mengatakan jika pengalaman itu sudah hampir dilupakannya tapi demi melindungi remaja lain dari kejadian serupa, wanita 41 tahun itu kembali membuka luka lama.

"Ketika itu sangat larut malam, sekitar pukul tiga atau empat pagi, mereka membawaku dan gadis-gadis lain ke sebuah ruangan dan mereka akan melakukan pemeriksaan medis,"

[Gambas:Instagram]



"Itu bahkan tidak dilakukan oleh dokter. Ada sepasang staf di mana mereka meminta kami berbaring dan memasukan jari-jari mereka ke dalam (vagina) kami. Dan aku tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan tapi itu benar-benar buka dokter dan sangat menyeramkan,"

"Itu sangat menyeramkan dan itu sesuatu yang aku sudah lupakan selama bertahun-tahun. Tapi itu kembali lagi sekarang dan aku berpikir soal itu. Dan sekarang, melihat kembali sebagai orang dewasa, itu adalah pelecehan seks," katanya dilansir New York Times.



Lebih lanjut Paris mengungkap di Twitter bahwa ketika itu ia juga diberi obat sehingga tidak tahu apa yang terjadi. "Aku dipaksa untuk berbaring di meja, membuka kaki dan bersedia untuk pemeriksaan rahim. Aku menangis ketika mereka menahanku dan berkata tidak. Penting untuk membuat momen-momen menyakitkan ini jadi aku bisa sembuh dan membantu mengakhirinya," tutur Paris.

Wanita yang dikenal sebagai sosialitas itu dikirim ke Provo Canyon School oleh orang tuanya karena menganggap sekolah asrama di luar kota bisa 'memperbaiki' Paris remaja yang bermasalah. Selama dua tahun, ia dikirim ke empat tempat yang berbeda yang membuat istri Carter Reum tersebut semakin trauma.

Cicit pendiri Hotel Hilton itu mengatakan jika banyak sekolah asrama mengklaim bisa memperbaiki remaja bermasalah tapi malah menyesatkan para orang tua dan merugikan anak-anak. Karena itu, ia berharap undang-undang baru bisa melindungi anak muda dari hal-hal yang mengekang mereka.

(ami/ami)