Demi Anak Perempuan di Afghanistan Ini, Angelina Jolie Buat Akun Instagram

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 21 Agu 2021 14:53 WIB
ROME, ITALY - OCTOBER 07:  Angelina Jolie and Michelle Pfeiffer attend the photocall of the movie Angelina Jolie (Foto: Ernesto S. Ruscio/Getty Images)
New York City -

Angelina Jolie akhirnya memiliki akun Instagram pribadi. Krisis kemanusiaan yang terjadi di Afghanistan pasca-pendudukan Taliban menjadi alasan aktris yang juga aktivis itu untuk bergabung dengan media sosial berbasis foto tersebut.


Unggahan pertamanya berupa surat yang ditulis oleh seorang remaja putri asal Afghanistan. "Saat ini, rakyat Afghanistan kehilangan kebebasannya untuk memakai media sosial dan menggunakan media sosial. Jadi aku menggunakan Instagram untuk membagikan cerita dan suara mereka kepada dunia," tulis pemenang Oscar itu, Jumat (20/8/2021).

Di keterangan foto, Angelina Jolie juga menceritakan pengalamannya saat menyambangi kamp pengungsian di perbatasan Afghanistan.

"Sungguh memilukan melihat orang-orang Afghanistan terpaksa mengungsi karena ketakutan dan ketidakpastian yang membelenggu negara mereka," kata aktris yang juga duta khusus organisasi PBB yang fokus menangani pengungsi (UNHCR).

[Gambas:Instagram]



Ia pun kembali mempertegas komitmennya untuk membantu para pengungsi, khususnya wanita dan anak-anak. "Aku tidak akan berhenti. Aku akan terus mencari cara untuk menolong dan aku berharap kalian bergabung denganku," tulis Angelina Jolie. Unggahan tersebut sudah mendapat 1,3 juta likes.

Sejak aktif kemarin, akun yang sudah mendapat verifikasi berupa centang biru, memiliki 4,5 juta pengikut. Adapun akun yang diikutinya hanya tiga, yakni organisasi nirlaba NAACP, Doctors Without Borders, dan UNHCR.

Members of an internally displaced Afghan family who left their home during the ongoing conflict between Taliban and Afghan security forces arrive from Qala-i- Naw, in Enjil district of Herat, on July 8, 2021. (Photo by Hoshang Hashimi / AFP)Potret wanita Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban. (Foto: oshang Hashimi / AFP)

Taliban kembali berkuasa di Afghanistan setelah 20 tahun lalu kalah karena invasi AS dan sekutunya. Taliban menjadi dalang di balik serangan teroris 11 September 2001.

Pada 1996 hingga 2001 saat Taliban berkuasa, seperti dikutip dari Al Jazeera, wanita dilarang pergi bekerja, anak-anak perempuan tidak boleh bersekolah dan para wanita harus menutup wajahnya atau memakai burkak, serta wanita harus ditemani saudara pria jika ingin keluar rumah.

Namun setelah menguasai lagi Afghanistan, Taliban berjanji akan memberlakukan hukum Islam yang lebih moderat. Hak-hak perempuan dihormati dan anak-anak akan diperbolehkan bersekolah.



Simak Video "Saat Angelina Jolie Ajak Lima Anaknya ke Premiere 'Eternals'"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)