Sheryl Crow Ungkap Jadi Korban Pelecehan Seksual di Konser Michael Jackson

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 17 Jun 2021 15:15 WIB
SAVONA, ITALY - JULY 07:  Singer Sheryl Crow performs on July 7, 2008 in Savona, Italy.  (Photo by Vittorio Zunino Celotto/Getty Images) Sheryl Crow (Foto: Getty Images/Vittorio Zunino Celotto)
Los Angeles -

Pengakuan mengejutkan datang dari Sheryl Crow. Ia mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual saat tampil sebagai penyanyi latar Michael Jackson.


Pelakunya bukan lain adalah manajer Michael Jackson kala itu, Frank DiLeo. Kepada The Independent, Sheryl Crow membeberkan bahwa dirinya dilecehkan dalam rangkaian 'Bad World Tour' pada 1987.

Penyanyi asal Missouri, AS, tersebut baru berusia 25 tahun saat itu. Adapun Frank DiLeo 14 tahun lebih senior darinya.

"Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi seorang anak muda dari desa terpencil untuk melihat dunia dan bekerja dengan bintang pop besar. Di sisi lain, saya juga mendapat pelajaran pahit di industri musik," ungkap pelantun 'Soak Up the Sun' itu.

SYDNEY, AUSTRALIA - JUNE 26: Michael Jackson impersonator Jason Jackson lays a carnation at the memorial plaque during a memorial service commemorating the first anniversary of his death at Forest Lawn Memorial Park on June 26, 2010 in Sydney, Australia. Fans across the globe marked the passing of Jackson in a simultaneous 'World Cry' tribute hosted in various cities including New York, London and Paris.  (Photo by Brendon Thorne/Getty Images)Konser Michael Jackson (Foto: Getty Images/Brendon Thorne)

Sheryl juga mengklaim Frank DiLeo beberapa kali mengiming-iminginya dengan imbalan mengorbitkannya sebagai bintang. Frank pun tak segan untuk menghancurkan karier Sheryl jika permintaannya tak dipenuhi.

"Ketika mimpi kamu terancam gagal terwujud, kamu hanya punya pilihan: 'Oke, mungkin aku harus melupakan mimpi tersebut' atau aku harus mengikuti permintaan kotornya selama setahun. Setelah selesai pakai baju, lalu kembali bekerja," kata penyanyi 59 tahun itu.


Pengakuan Sheryl Crow ini muncul setelah kematian Frank DiLeo 10 tahun lalu dalam usia 63 tahun, dan 12 tahun setelah wafatnya Michael Jackson yang mengejutkan dunia.

Frank menangani Michael Jackson dari 1987, sebelum akhirnya dipecat dua tahun berikutnya. Selain Michael, artis lain yang pernah berada di bawah naungan Frank antara lain Prince, Jodeci, Cyndi Lauper, Ozzy Osbourne, Gloria Estefan, dan gitaris Bon Jovi Richie Sambora.

SAVONA, ITALY - JULY 07:  Singer Sheryl Crow performs on July 7, 2008 in Savona, Italy.  (Photo by Vittorio Zunino Celotto/Getty Images)Sheryl Crow (Foto: Getty Images/Vittorio Zunino Celotto)

Untuk album perdananya yang dirilis pada 1993, Sheryl pernah membuat lagu 'The Na-Na Song' yang salah satu kalimat liriknya disebut-sebut sebagai sindiran untuk Frank.

"Clarence Thomas organ grinder Frank DiLeo's dong. Maybe if I'd him I'd have had a hit song," demikian bunyi potongan lirik tersebut.

Menurut Sheryl, masalah pelecehan seksual sudah mendapat perhatian lebih serius saat ini dengan munculnya gerakan-gerakan terkait isu tersebut. Hanya saja, pekerjaan rumah masih banyak.

"Bisa membicarakan pengalaman pelecehan seksual yang saya alami saat konser Michael Jackson dan membahasnya di tengah gerakan #MeToo rasanya seperti sebuah langkah besar, tapi kita belum sampai di situ," kata mantan kekasih atlet sepeda Lance Armstrong itu.

Terlepas dari masa lalu yang pahit itu, Sheryl Crow berhasil menjadi musisi yang sukses. Dalam kariernya, ia telah memenangkan 9 piala Grammy Awards dari total 31 nominasi dan menjual lebih dari 50 juta kopi album di seluruh dunia.



Simak Video "Saran Psikolog Bagi Para Korban Pelecehan Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)