Terciduk, Pria Lamar Wanita Pakai Cincin Curian Milik Pacarnya yang Lain

Hestianingsih - wolipop Selasa, 23 Feb 2021 10:18 WIB
Young man is proposing to his girlfriend Foto: iStock
Jakarta -

Wanita mana yang tidak bahagia ketika dilamar kekasih hati. Tapi bagaimana jika cincin yang digunakannya untuk melamar adalah hasil curian?

Joseph L. Davis, seorang pria asal Florida, membuat publik tak habis pikir. Dia melamar kekasihnya dengan sebuah cincin, namun cincin tersebut, ternyata merupakan hasil curian. Lebih parahnya lagi, cincin tunangan itu adalah milik kekasihnya yang lain.

Kasus ini terungkap setelah seorang wanita dari Orange County, Florida, melaporkan bahwa kekasihnya telah mencuri perhiasan darinya untuk diberikan kepada wanita lain. Hal itu dia ketahui dari sebuah unggahan di Facebook.

Seperti diberitakan Elite Readers, wanita tersebut melihat akun Facebook wanita lain yang sedang menggelar pesta pertunangan. Dalam foto-foto yang diunggah, dia melihata sang wanita mengenakan cincin, dengan model sama persis seperti cincin yang dimilikinya.

Wanita itu kemudian langsung memeriksa kotak perhiasan dan mendapati ada dua benda yang hilang. Cincin miliknya, dan cincin berlian warisan nenek. Perhiasan yang hilang bernilai total USD 6,270 atau sekitar Rp 88 juta.

Dia pun langsung mengkonfrontasi Joseph tentang pencurian itu dan menghubungi wanita yang jadi tunangannya untuk minta perhiasannya dikembalikan. Mereka akhrnya bekerjasama dan melaporkan kasus ini ke polisi.

Josep L. Davis, mengenal dua wanita yang dipacarinya lewat aplikasi kencan OKCupid. Dia menggunakan nama samaran saat berkenalan dengan mereka. Pada wanita yang satu, pria 48 tahun ini mengaku bernama Joe Brown. Sedangkan ke wanita satu lagi, dia memperkenalkan diri sebagai Marcus Brown.

Kini Joseph dinyatakan sebagai buronan dan deputi Sheriff di Volusia County telah mengeluarkan surat penahanan. Keberadaan maupun alamat terbarunya masih belum diketahui.

Usut punya usut, ternyata Joseph adalah seorang residivis. Dia pernah ditangkap karena menggunakan KTP palsu, memberi keterangan salah pada polisi, kekerasan dalam rumah tangga dan kepemilikan kokain.

(hst/ami)