Atas Nama Seni, Mahasiswa Ini Buang 31 Ton Wortel di Halaman Kampus
Dalam dunia seni, memang tidak ada batasan untuk berkarya. Tapi lain soal jika sudah menyentuh isu sensitif seperti kebutuhan akan pangan.
Rafael Perez Evans, mahasiswa Goldsmiths College di Lewisham, London, Inggris, mendapat kritik karena karya seni yang baru-baru ini dipamerkannya. Rafael yang berpartisipasi dalam pameran seni tahunan kampus MFA Fine Art Degree Show dikritik karena dinilai sudah membuang-buang makanan.
Rafael membuang ratusan ribu wortel untuk karya seni yang ia beri tema Grounding. Tak kurang dari 240 ribu wortel seberat 31 ton diluncurkan dari truk, di area halaman kampus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wortel 31 ton dibuang demi karya seni Foto: Dok. Rafael Perez Evans |
Dari video yang beredar, tampak wortel-wortel itu mencuat keluar dan membentuk gundukan besar warna oranye. Terdengar juga sorak dan tepukan tangan dari sejumlah mahasiswa.
Aksi Rafael menampilkan karya seni kontemporer ini berujung pada protes dan kritik dari mahasiswa lainnya. Sekelompok mahasiswa yang juga merupakan murid di Goldsmiths membuat akun Instagram dengan nama @godsmithcarrots untuk memprotes karya seni yang menurut mereka sangat mubazir.
"Lewisham merupakan salah satu wilayah paling miskin di London dan pembuangan wortel dalam jumlah besar di Goldsmiths ini sangatlah tidakpeka. Sebuah tamparan besar," tulis mereka di media sosial.
Rafael pun punya pembelaannya sendiri kenapa memutuskan menggunakan wortel untuk karya seninya. Dia menjelaskan karyanya terinspirasi dari cara para petani melakukan protes terhadap tengkulak yang kerap tidak menghargai hasil kerja keras petani. Aksi ini mereka sebut dengan 'dumping' atau membuang. Rafael sendiri berasal dari keluarga petani di tanah kelahirannya, Spanyol.
Wortel 31 ton dibuang demi karya seni Foto: Dok. Rafael Perez Evans |
Aksi dumping ini lumrah dilakukan para petani sebagai bentuk protes terhadap tengkulak yang sering kali membeli hasil panen dengan harga sangat rendah. Mereka akan menumpuk wortel atau kentang untuk memblokir jalan, menjadikannya pengingat bagi para tengkulak, akan kerja keras para petani. Hal inilah yang menarik perhatian Rafael sejak kecil.
"Ada satu peristiwa saat aku kecil yang masih cukup jelas di ingatan, orang-orang jadi sangat marah dan kesal karena lemon dihargai sangat rendah sehingga petani merugi. Isu ini membuat banyak petani protes dengan membuang berton-ton lemon, menciptakan lautan lemon kuning. Inilah momen pertama yang membuatku sadar betapa devaluasi oleh pemerintah dan perdagangan internasional sangat memengaruhi nasib petani," jelas Rafael, seperti dikutip dari Hypebeast.
Namun penjelasan Rafael tentang ide di balik karya Grounding tak digubris para mahasiswa yang protes tersebut. Mereka tetap menuding kalau karya seni ini hanya buang-buang makanan.
Wortel-wortel segar itu pun mereka kumpulkan untuk diolah menjadi berbagai macam makanan. Mulai dari cake wortel hingga sup wortel dan menjualnya di samping karya seni milik Rafael. Hasil penjualan mereka donasikan ke bank makanan.
(hst/hst)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Ditangkap Bersama, Kisah Pacaran 20 Tahun Presiden Venezuela & Istri Disorot
Sinopsis Spring Fever, Drakor Romcom Terbaru, Ahn Bo Hyun Jadi Pemuda Desa
Operasi Penangkapan Presiden Venezuela Bikin Seleb Dunia Terjebak di Karibia
Sinopsis Trauma Center di Bioskop Trans TV, Dibintangi Bruce Willis
Gaya Anak Kanye West yang Makin Berani, Hitamkan Gigi di Usia 12 Tahun
Ditangkap Bersama, Kisah Pacaran 20 Tahun Presiden Venezuela & Istri Disorot
8 Foto Bridesmaid Proposal Ranty Maria, Cantik Pancarkan Aura Calon Manten
TikTok Viral Verificator
Viral Pengantin di Bekasi Nikah Hanya di KUA Tanpa Resepsi, Bikin Iri Netizen
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya













































