Kisah Pria Gen Z Dijuluki Bidan Tertampan, Disebut Memalukan Oleh Keluarga
Zhang Jintao menuai pujian atas profesi sekaligus penampilannya yang menarik. Pria 25 tahun dari Yiwu, Provinsi Zhejiang, China itu berprofesi sebagai bidan di sebuah rumah sakit. Jadi inspirasi di media sosial namun pilihan kariernya yang tidak biasa mengundang tentangan dari keluarga.
Pria membantu persalinan tentu bukan hal yang baru. Tapi Zhang mengatakan pekerjaannya sebagai bidan menimbulkan komentar tidak menyenangkan, terutama dari beberapa saudara laki-laki lebih tua di keluarga. Mereka bahkan menyebut profesinya memalukan dan mengecewakan.
Zhang sendiri menyukai pekerjaannya dan pengabdiannya sebagai tenaga medis yang mengurus ibu hamil. Dilansir Yixuejie, ia mengaku selalu terharu oleh kekuatan wanita saat mereka melahirkan dan hal itu meyakinkan dirinya sendiri bahwa pekerjaan tersebut bermakna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zhang Jintao Foto: Dok. Weixin |
Meski begitu, tantangan terbesar datang dari pasien itu sendiri. Menurutnya, terkadang sulit mendapatkan kepercayaan dari ibu hamil dan keluarga mereka. Karena pandangan tradisional terhadap privasi, beberapa wanita menolak perawatan dari bidan laki-laki.
Bagi Zhang, menghormati keinginan pasien adalah hal paling dasar. Meskipun pernah mempertimbangkan untuk berhenti tapi akhirnya ia memilih untuk tetap bertahan.
Zhang pun mengelak persepsi bahwa bidan hanyalah asisten dokter yang melakukan tugas keperawatan dasar. Ia mengatakan bahwa bidan punya peran penting di setiap tahap, termasuk memantau perkembangan janin sebelum lahir, membimbing wanita selama persalinan, mengidentifikasi risiko, membantu mengurangi rasa sakit, dan memberi nasihat kepada ibu tentang menyusui setelah melahirkan.
Ia percaya bahwa pekerjaan ini juga menuntut kekuatan fisik karena itu bidan pria punya kesempatan untuk menunjukkan kelembutan mereka yang kuat.
"Bidan perlu memahami rasa sakit yang dialami ibu selama persalinan dan membantu mengurangi kecemasan mereka. Jika staf medis menjadi tidak sabar pada saat itu, itu hanya akan memperburuk keadaan bagi mereka,"
Zhang Jintao Foto: Dok. Weixin |
"Kedokteran tidak mengenal gender. Bidan pria juga memiliki kekuatan kita sendiri," katanya.
Ia lalu bercerita tentang pengalaman tak terlupakan sebagai bidan. Saat shift malam, Zhang bertemu dengan seorang wanita yang mengalami persalinan cepat dan kondisi itu berisiko tinggi menyebabkan pendarahan hebat pada ibu atau pendarahan intrakranial pada bayi baru lahir.
Zhang Jintao Foto: Dok. Weixin |
Ketika itu, Zhang menggunakan tangannya untuk memperlambat keluarnya kepala bayi sambil berulang kali menenangkan ibu. Wanita itu akhirnya melahirkan dengan selamat dan saat mendengar tangisan pertama bayinya, Zhang merasakan pencapaian yang luar biasa.
Pekerjaan Zhang menuai beragam komentar di media sosial. Banyak orang memuji dedikasi juga ketampanannya. "Sangat menggembirakan melihat bidan pria yang luar biasa seperti itu. Setelah kepercayaan pada keahlian profesional terbentuk, perbedaan gender secara bertahap menjadi kurang penting," "Betapa beruntungnya bayi yang baru lahir disambut oleh bidan yang tampan seperti itu," tulis yang netizen.
(ami/ami)















































