Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Verificator

Viral Guru Latih Siswa Laki-Laki Menyetrika Pakaian, Putus Rantai Patriarki

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Senin, 29 Jun 2026 11:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini.
Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini. Foto: Dok. Instagram @agustinprwndri.
Bangka -

Sebuah aksi inspiratif datang dari seorang guru sekolah dasar yang terekam dalam rangkaian foto viral di media sosial. Guru tersebut mengajar para siswa laki-laki cara menyetrika baju.

Melalui unggahan di akun Instagram agustinprwndri, guru ini menegaskan misinya untuk memutus rantai patriarki. "Kita usahakan generasi tidak patriarki itu," tulisnya.

Suasana ruang kelas terasa hidup dan edukatif, di mana sang guru memberikan contoh langsung cara merapikan pakaian di atas meja yang telah disiapkan khusus lengkap dengan papan setrika darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlihat salah satu siswa laki-laki dengan antusias mencoba mempraktikkan keterampilan tersebut menggunakan setrika pakaian. Guru tersebut tidak hanya mengajarkan teori, ia menegaskan bahwa urusan domestik adalah tanggung jawab bersama.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali anak-anak dengan kecakapan hidup dasar yang esensial. Seperti menyetrika, menyapu, hingga mengepel merupakan basic life skill atau kemampuan dasar bertahan hidup yang harus dipelajari oleh setiap anak, baik perempuan maupun laki-laki. Di tengah suasana kelas yang tertib, para siswa lain tampak memperhatikan pelajaran berharga ini dengan saksama.

Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini.Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini. Foto: Dok. Instagram @agustinprwndri.

Unggahan guru tersebut viral mendapat pujian dari netizen. Tak sedikit netizen yang menyampaikan rasa terimakasihnya pada guru tersebut.

"Waaah alhamdulillah bgttt. Inget dulu kelas 3 SD ujian ini," takjub pengguna Instagram @energynaaa.

"Buk, terima kasih ya, telah mengambil langkah untuk memutus rantai patriarki itu. Asli saya nangis karena melihat banyak guru yang tulus mendidik tapi negara kita jahat banget sama guru. Sehat semua guru Indonesia. Saya yakin suatu saat pendidik pasti akan mendapat cahaya terang tersebut. 😭😭," kagum akun @ilhamhmdi.

"Makasih ibuuu udah ajarin kalo tugas rumah itu untuk semua gender💖," timpal akun @_lalarynn.

Konfirmasi Wolipop

Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini.Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini. Foto: Dok. Instagram @agustinprwndri.

Saat dikonfirmasi oleh Wolipop, guru yang akrab disapa Agustin ini membagikan cerita lengkap di balik aksi kreatifnya tersebut. Agustin, yang berdomisili di Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, mengungkapkan bahwa dirinya merupakan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajar kelas 5 di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Bangka Tengah sejak tahun 2025.

Sebelumnya, ia mengawali karier sebagai guru honorer pada 2023. Dia mengikuti PPG Prajabatan hingga akhirnya lolos seleksi ASN.

Ide mempraktikkan cara menyetrika ini muncul secara spontan ketika kelasnya sedang mempelajari materi bahasa Indonesia mengenai teks prosedur. Jika biasanya teks prosedur di sekolah hanya mempraktikkan cara membuat makanan sederhana, Agustin ingin memberikan sesuatu yang berbeda dan jauh lebih bermanfaat untuk jangka panjang.

Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini.Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini. Foto: Dok. Instagram @agustinprwndri.

"Ide awalnya sedang pembelajaran di kelas mengenai teks prosedur. Biasanya teks prosedur itu hanya belajar membuat nasi goreng atau mi goreng. Nah, saya ingin mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, jadi saya coba ganti praktiknya menjadi cara menyetrika dan melipat baju," ujar Agustin kepada Wolipop.

Karena anak-anak kelas 5 SD, Agustin tidak ragu untuk melakukan praktik ini secara nyata menggunakan setrika yang menyala dan panas. Sebelum maju satu per satu ke depan kelas, para siswa terlebih dahulu dibekali materi teori mengenai langkah-langkah keselamatan dan teknik menyetrika yang benar.


Reaksi Siswa dan Pentingnya Basic Life Skill

Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini.Aksi viral guru SD latih siswa laki-laki menyetrika baju demi putus rantai patriarki. Langkah ini jadi bekal basic life skill agar anak mandiri sejak dini. Foto: Dok. Instagram @agustinprwndri.

Saat praktik dimulai, Agustin mengaku sempat terkejut sekaligus kagum melihat kemampuan murid-muridnya. Ternyata, kesiapan dan latar belakang anak-anak di rumah sangat beragam dalam hal memegang alat domestik.

"Kaget dan kagum. Kaget karena ada anak yang sama sekali belum pernah menyentuh setrika dan memang tidak diajarkan di rumah, serta kagum ada anak yang sudah ahli. Namun, semuanya tetap diapresiasi dan diajarkan sesuai proporsinya masing-masing," terangnya.

Bagi Agustin, keputusan mengajarkan hal ini bukan tanpa alasan. Ia ingin proses belajar di sekolah terasa lebih bermakna dan memberikan dampak nyata yang bisa dibawa siswa hingga mereka dewasa.

Video unggahan Agustin yang viral ini rupanya memicu gelombang komentar di media sosial, baik yang mendukung maupun yang melayangkan kritik kontra. Ia mengaku sempat sedih membaca komentar netizen yang mengaitkan praktik ini dengan beban gender yang tidak seimbang, seperti komentar 'ditunggu anak perempuan bangun rumah.'

Menanggapi hal tersebut, Agustin menegaskan bahwa esensi dari basic life skill atau keterampilan hidup dasar sama sekali tidak ada hubungannya dengan urusan pernikahan atau pembagian gender yang kaku, melainkan demi bertahan hidup secara mandiri.

"Basic life skill itu bukan hanya tentang pada saat menikah dan lain-lain. Namun bisa saja dengan keadaan seperti ini, amit-amit orang tua meninggal dan tidak ada lagi yang mengurus mereka, karena sudah diajarkan basic life skill mereka bisa mengurus diri sendiri. Mereka bisa menyapu di rumahnya sendiri, mengepel, mencuci baju, menyetrika bajunya sendiri, mencuci piring, dan lain-lain. Fokusnya untuk diri sendiri. Karena yang bersama dengan diri kita seumur hidup ya diri kita sendiri, jadi tetap perlu bekalnya juga," tegas Agustin secara mendalam.

Melalui ramainya perbincangan ini, Agustin berharap masyarakat dan orang tua bisa memetik pesan yang sederhana namun mendalam: fokus pada hal-hal baik yang berdampak jangka panjang bagi anak.

"Pesan yang ingin disampaikan cukup sederhana saja, fokuslah pada sesuatu yang berdampak baik. Maksudnya daripada terus membanding-bandingkan harus begini begitu, kenapa tidak diapresiasi saja suatu hal-hal kecil, yang mana hal kecil tersebut sebenarnya suatu hal yang harus dikuasai semua orang dan berdampak lifetime," pungkasnya menutup wawancara.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads