Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Gen Z Kuasai 59% Pasar Beauty, Mulai Cari Skincare Anti-Aging di Usia 20-an

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 27 Feb 2026 10:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Skincare Gen Z
Foto: Getty Images/JLco - Ana Suanes
Jakarta -

Industri kecantikan Indonesia makin didominasi generasi muda. Data terbaru 2026 yang dirilis Sociolla menunjukkan pergeseran besar konsumen beauty, dengan Gen Z kini penggerak pertumbuhan pasar.

Tak hanya jumlahnya yang besar, pola belanja mereka juga berubah. Gen Z sadar untuk investasi skincare anti-aging di usia 20-an. Bahkan mereka pun mulai melirik produk premium.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data yang dirilis Sociolla, member dari platform mereka yang sudah mencapai 8 juta, didominasi oleh Gen Z (59,9%). Kemudian disusul millenial 34,3%. Dan yang tak kalah menarik Gen Alpha yang lahir antara tahun 2010 hingga sekitar 2024 atau 2025 juga sudah kerap berbelanja produk kecantikan dan menjadi anggota platform Sociolla dengan jumlah 3,2%.

Gen Z Sudah Pikirkan Kerutan di Usia 20-an

Ghea Yantra, SVP Marketing Operations Social Bella, mengungkapkan berdasarkan dari riset Sociolla, Gen Z semakin peduli pada perawatan kulit bukan hanya karena masalah jerawat. Data dari Sociolla menunjukkan pertumbuhan tertinggi pembelian produk terjadi pada kategori:

ADVERTISEMENT

- Kerutan naik 39%

- Garis halus tumbuh 19%

- Kulit berminyak naik 13%

- Alergi dan kulit sensitif masing-masing naik 9%

Fenomena ini menguatkan tren prejuvenation, perawatan untuk mencegah penuaan sejak dini. Gen Z mulai sadar bahwa merawat kulit bukan hanya soal mengatasi masalah, tapi juga investasi jangka panjang.

Seiring semakin besarnya kesadaran Gen Z untuk merawat diri, daya beli mereka pun semakin kuat. Berdasarkan data Sociolla, 'keranjang' belanja Gen Z di 2025 ini rata-rata Rp 230 ribu. Angkanya hanya selisih sedikit dari 'keranjang' belanja milenial yang angkanya Rp 280 ribu.

Dunia kecantikan bagi Gen Z kini bukan sekadar ikut tren viral, tapi bagian dari gaya hidup dan investasi diri.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads