Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sosok Sophia Dasser, Hijabers yang Ungkap Kasus Perkosaan Mahasiswi Cornell

Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 02 Okt 2026 13:00 WIB
...
Sophia Dasser
Foto: Instagram
Jakarta -

Kasus pemerkosaan tujuh mahasiswa Universitas Cornell menggemparkan publik. Peristiwa itu ikut dibeberkan oleh para jurnalis kampus, salah satunya Sophia Dasser. Hijabers tersebut dilaporkan pantang menyerah untuk mengungkap ketujuh pelaku yang tertuduh agar segera diadili atas tindakan keji mereka.

Tujuh pria dari fraternity house di Universitas Cornell dilaporkan memperkosa seorang mahasiswi yang tidak sadarkan diri. Kasus yang terjadi pada 2024 itu dibuka kembali setelah gugatan perdata dilayangkan korban bulan ini.

Kasus ini sempat dihentikan karena korban dilaporkan sempat mengaku menggunakan narkoba dan melakukan aktivitas seksual secara sadar dan sukarela. Namun dalam gugatannya, wanita berusia 20 tahun itu menyebut dirinya dicecoki alkohol dan narkoba sehingga tidak sadarkan diri dan tidak setuju dengan aktivitas seksual tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan mengenai tuduhan perkosaan itu tentu langsung menjadi perhatian tim jurnalis kampus Cornell. Sophia beserta yang lain kemudian membuat keputusan berisiko tinggi untuk memublikasikan nama-nama pihak yang dituduh untuk diungkap tidak hanya di lingkungan perpustakaan dan area universitas tetapi juga di media nasional.

ADVERTISEMENT


Pada November 2024, melalui email, mereka menyebarkan: "PERINGATAN Kejahatan: Kekerasan Seksual," kemudian merujuk pada kasus mahasiswi yang melapor kepada polisi Cornell bahwa ia telah mengalami kekerasan seksual di sebuah rumah fraternity. Hal itu langsung memicu kemarahan dari sesama mahasiswa.

Dilansir The New York Times, sejumlah mahasiswa melemparkan telur ke arah rumah persaudaraan Chi Phi, tempat kejadian yang disebut oleh korban. Pihak universitas lalu membentuk gugus tugas kekerasan seksual yang menyusun serangkaian rekomendasi untuk mengedukasi mahasiswa mengenai konsep persetujuan seksual (consent) dan prosedur pelaporan kasus kekerasan seksual.

Tapi setelahnya, perhatian kampus beralih ke hal lain. Karena itu, Cereese Qusba, seorang mahasiswa tingkat akhir sekaligus reporter untuk surat kabar kampus 'The Sun' tidak ingin melepas kasus ini begitu saja. Ia lalu menghubungi Jane Doe, nama samaran korban, juga mewawancarai pihak administrasi universitas mengenai sanksi disipliner kepada mahasiswa yang dituduh melakukan pemerkosaan.

Sophia Dasser Ungkap Para Pelaku Tuduhan Perkosaan

Ketika pemimpin redaksi yang baru, Sophia Dasser mulai memimpin surat kabar itu pada awal 2026, ia menerima telepon dari Cereese, yang saat itu sedang menjalani program studi di luar negeri di Sydney. "Sophia, aku sedang menggarap berita ini, aku ingin berita ini menjadi fokus utama The Sun,"

Ketika Jane Doe mengajukan gugatan hukum, Cereese menerbitkan hasil investigasinya yang telah ia kerjakan selama 23 bulan. Berjudul 'Cornell dan Chi Phi Digugat oleh Korban Dugaan Pemerkosaan Beramai-ramai dan Pemberian Obat Terlarang pada 2024', artikel itu menguraikan secara rinci tuduhan Jane Doe mengenai peristiwa pada malam saat ia mengaku diserang.

Sophia mengatakan ia memutuskan untuk memublikasikan nama-nama tersangka demi menunjukkan transparansi yang menurut sebagian mahasiswa kurang ditunjukkan pihak pimpinan universitas. Pada 19 September, Sophia sedang berada di kantor The Sun untuk merayakan ulang tahun surat kabar itu yang ke-146. Sembari menikmati kue, ia menoleh ke arah rekan-rekan sesama editor dan bertanya, "Bagaimana kalau kita cantumkan saja nama-nama itu di halaman depan surat kabar?"


"Kami menghubungi pengacara kami dan bertanya, Boleh tidak kita melakukan ini? Dia menjawab, 'Yah, ini agak berisiko.' Lalu kami berkata oke, sepertinya begitulah cara kita memulai editorialnya,"

Sophia dan rekan-rekan editornya lalu mulai merancang tata letak halaman cetak dengan berita investigasi karya Cereese ditempatkan di bagian atas sementara daftar nama para pria tersebut diletakkan di bawahnya dalam sebuah kotak berwarna merah khas The Sun. Mereka pun memberikan judul: Cornell Tidak Akan Bertindak, Kami yang Akan Melakukannya.

The Sun juga menyediakan saluran khusus untuk menerima informasi dari pembaca yang kemudian dibanjiri email dari para mahasiswa yang mengaku juga pernah menjadi korban kekerasan di kampus atau mengalami kendala saat mengajukan pengaduan.

"Kewajiban utama kami adalah akuntabilitas. Entah hal itu berupa sesuatu yang tidak ingin didengar banyak orang ataupun sesuatu yang justru ingin mereka dengar, sudah menjadi kewajiban kami untuk memberitakannya," kata Sophia.

(ami/ami)
...
Hide Ads