Pekerja Seks Laris di Forum Ekonomi Dunia, Nyamar Jadi Wanita Kantoran
Setiap tahun, Davos, sebuah kota resor ski di Swiss, menjadi tuan rumah pertemuan ekonomi global, World Economic Forum. Di tengah pembahasan isu ekonomi dan transaksi bisnis yang serius, ada tamu yang malah memanfaatkan waktu luang dengan bersenang-senang bersama pekerja seks.
Bisnis prostitusi ternyata marak setiap kali ada perhelatan yang rutin dihadiri oleh para konglomerat, bos perusahaan internasional, dan utusan pemerintahan dari bangsa-bangsa di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Saking tingginya permintaan, seperti dilaporkan The Times of London, kepolisian Swiss mengonfirmasi setidaknya ada 100 pekerja seks yang datang ke Davos 2020.
Para partisipan World Economic Forum 2023. (Foto: Laurent Gillieron/Keystone via AP) |
Permintaan sepertinya tidak akan menurun di World Economic Forum tahun ini yang berlangsung pada 16-20 Januari 2023. Salah satu setidaknya demikian menurut seorang perempuan yang mengatur bisnis kotor tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada situs 20 Minuten, ia mengaku sudah menerima 11 reservasi dan 25 permintaan. "Beberapa di antaranya memesan escort buat dirinya sendiri atau karyawan mereka untuk meriahkan pesta di kamar hotel mereka," kata wanita tersebut.
Foto: AP/Markus Schreiber |
Padahal tarif yang dipasang cukup mahal. Seorang pekerja seks yang menggunakan nama Liana mengatakan, harga dibuka dari US$ 750 atau sekitar Rp 11,3 juta per jam. Untuk tarif semalaman, Liana yang mengaku kerap melayani klien asal AS, menawarkan jasanya sebesar US$ 2.500 atau Rp 38 juta.
Para pekerja seks ini sebisa mungkin berdandan sewajarnya agar dapat membaur dengan para tamu. Liana sendiri menggunakan busana kantoran.
Namun, ada pula yang berani blak-blakan eksis di media sosial untuk berbagi pengalamannya. Seperti yang dilakukan Salome Balthus, pekerja seks asal Jerman.
"Kencan di Swiss saat #WEF artinya melihat pasukan keamanan bersenjata di koridor hotel jam 2 pagi," tulis Salome seperti dikutip Daily Mail.
Ia juga mengaku memiliki klien yang memiliki kekuatan dan pengaruh cukup besar. "Anda jangan sampai berurusan dengan mereka," saat ditanya siapa saja pelanggannya.
Namun menurut Salome, politisi paling jarang menggunakan jasanya. "Mereka orang yang tidak punya waktu ataupun hasrat," aku Salome.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Viral! Pasutri Rela Terjang Hutan dan Ancaman Harimau demi Sekolah Terpencil
Kisah Pria 1 Tangan Jadi Ojol untuk Biaya Pernikahan Bikin Salut Netizen
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Ramalan Zodiak 8 Januari: Cancer Introspeksi Diri, Leo Harus Belajar Mandiri













































