ADVERTISEMENT

Laporan dari Singapura

Sosok Inspiratif Chandana Sunder, Pemimpin Wanita Lazada di Bidang Teknologi

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 05 Sep 2022 19:00 WIB
Chandana Sunder, Senior Vice President Lazada Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta -

Pemimpin wanita di industri teknologi belum bisa dibilang banyak meski jumlahnya semakin bertambah. Saat Wolipop berkesempatan mengunjungi kantor pusat Lazada di Singapura, kami bertemu salah satunya. Adalah Chandana Sunder yang merupakan Senior Vice President LazMall Marketing Solutions. Chandana merupakan sosok inspiratif yang tak hanya sukses dalam meniti kariernya tapi juga aktif melakukan mentoring agar lebih banyak wanita masuk dalam industri teknologi.

Chandana Sunder baru bergabung di Lazada pada Februari 2022. Chandana sebelumnya pernah bekerja untuk perusahaan-perusahaan kenamaan, seperti Facebook and Protect & Gamble dalam bidang periklanan bisnis. Di Lazada, wanita tersebut bertanggung jawab mengembangkan strategi marketing solutions, kerjasama dengan brand, juga sales dan marketing.

"Marketing Solution sebagai fungsi di mana seller bisa menggunakannya untuk meningkatkan trafik dan penjualan, ini adalah aspek yang sangat penting. Tim kami juga membuat laporan yang berjudul 'Mentransformasi Asia Tenggara, dari Penemuan Hingga Pengiriman'. Secara singkat, mengenai perjalanan e-commerce dari mereka menemukan produk sampai mengirimnya," kata Chandana dalam wawancara di Lazada One, Bras Basah Road, Singapura, Rabu, (31/7/2022).

Pada dasarnya, Marketing Solution adalah strategi untuk meningkatkan penjualan perusahaan dengan mengembangkan berbagai hal, mulai dari komunikasi kepada pelanggan hingga kerjasama dengan berbagai brand terkait. Salah satu tugasnya adalah dengan mengetahui kebiasaan-kebiasaan pembeli dan mencocokannya dengan produk-produk yang tepat.

Mengenai perannya sebagai pemimpin yang membawahi Marketing Solutions, Chandana mengaku merasa sangat beruntung. Ia memang menyukai bidang iklan, teknologi, dan e-commerce dan merasa senang bisa diberi kesempatan untuk bekerja dengan sejumlah pemimpin wanita lain di Lazada. Situs belanja yang berasal dari Singapura itu pun dinilai baik dalam mendorong para wanita untuk mencapai potensi terbaik mereka.

"Manajer yang merekrutku juga wanita, sekarang dia memimpin kategori kecantikan. Beberapa rekanku di divisi lain juga wanita. Aku sangat suka berdiskusi dengan mereka yang datang dari berbagai latar belakang yang unik, seperti fashion dan beauty, aku sendiri dari iklan dan teknologi. Aku sangat-sangat beruntung bisa ada dalam percakapan ini," ungkapnya.

"Lazada sendiri terus berevolusi dan pastinya memberikan kesempatan bukan hanya di sini tapi di negara-negara lain untuk para wanita bisa meninggalkan jejak dan aku beruntung bisa bekerja dengan jurnalis wanita seperti kalian jadi salut untuk semua wanita yang mencoba melakukan perubahan. Aku suka menyoroti dan mendukung wanita dalam dunia teknologi, menjadi dan memberikan suara pada mereka," kata Chandana.

Chandana pun berbagi mengenai caranya memimpin sebagai wanita. Ia mengaku melihat perubahan bahwa kita gaya kepemimpin telah bergeser dari otoriter menjadi mempengaruhi. Karena itu, Chandana lebih menekankan pentingnya rasa empati dalam membangun tim. Ia pun berusaha membentuk tim yang multifungsi agar bisa mencari solusi terbaik.

"Punya rasa empati dan keinginan untuk tahu lebih banyak mengenai tim dan bagaimana kita bisa bekerja bersama untuk membentuk masa depan adalah bagian-bagian paling menarik dalam pekerjaanku. Bukan hanya untuk di sini tapi juga di enam negara dan pasar yang berbeda. Punya kepribadian itu membantuku membentuk tim dan punya pandangan yang berbeda (untuk membangun tim)," kata Chandana.

Mendukung lebih banyak keterlibatan wanita dalam dunia teknologi, Chandana pun aktif dalam mementori pada mahasiswa dari universitasnya, NUS Singapura. Ia bahkan pernah mendirikan klub marketing di mana wanita tersebut adalah presiden dan founder yang secara konsisten membagi pengalaman dan ilmunya.

"Aku mengambil master di Singapura, aku lulus dari NUS. Sejak saat itu ada banyak mahasiswa MBA dari universitas yang menghubungiku untuk tahu lebih banyak soal pengalamanku di teknologi, iklan, e-commerce, bagaimana mereka bisa mengasah pengalaman di Singapura dan Asia Tenggara. Aku sering berbagai pengalaman dan memberi saran,"

"Baru-baru ini karena masa magang, aku memberi mentoring satu per satu. Di sisi lain aku juga mementor timku sendiri di Lazada," kata Chandana Sunder.

(ami/ami)