ADVERTISEMENT

Disebut Guru Paling Menyeramkan, Pria Penuh Tato Ini Dilarang Ajar Anak TK

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 22 Apr 2022 19:30 WIB
Facebook Sylvian Helaine Foto: Instagram
Jakarta -

Sylvian Helaine adalah seorang guru yang tidak biasa. Jika kebanyakan pengajar merasa harus tampil rapi dan formal, ia justru ingin mengekspresikan diri dengan berbagai tato. Sylvian bahkan menggambar hampir semua bagian tubuhnya, termasuk telapak tangan dan bola mata.

Karena penampilannya ekstrem dan profesinya sebagai seorang guru Sekolah Dasar, Sylvian sering mendapat kritikan. Pria yang punya julukan Freaky Hoody itu pernah terancam kehilangan pekerjaan karena terlihat seram. Tapi dikatakan jika kebanyakan yang protes justru datang dari orang tua dari pada murid.

"Penampilanku menjadi masalah untuk sebagian orang tapi sangat sedikit, seperti satu dari 1000 orangtua, dan mereka adalah orangtua dari anak-anak yang tidak ada di kelasku. Tapi dengan orangtua anak-anak di kelasku, semuanya berjalan baik," ungkap Sylvain dalam wawancara dengan stasiun televisi BFM TV.

Facebook Sylvian HelaineFacebook Sylvian Helaine Foto: Instagram

Tapi diakui pria asal Perancis itu memang ada beberapa anak yang takut dengannya. "Satu anak berusia tiga tahun ternyata bermimpi buruk setelah melihatku. Dia mengeluh kepada orang tuanya dan mereka menulis surat ke atasanku berkata aku orang yang rdikal," kata pria yang mengklaim dirinya guru paling bertato di dunia itu.

Meski ada keluhan dari sejumlah orang tua hingga kini Sylvian masih dipercaya untuk mengajar anak-anak. Tapi ia diminta untuk tidak mengajar mereka yang berusia di bawah enam tahun. Ia sendiri berpendapat jika penampilannya yang tidak biasa justru bisa membantu murid-murid lebih bertoleransi.

Facebook Sylvian HelaineFacebook Sylvian Helaine Foto: Instagram

"Anak-anak yang melihatku belajar mentoleransi orang lain. Ketika mereka dewasa, mereka bisa cenderung lebih tidak rasis atau homofobia, dan mereka tidak akan melihat orang-orang keterbatasan seperti sesuatu dari sebuah sirkus," tutur Sylvian.

Sylvian sendiri menghabiskan cukup banyak uang dan mentoleransi banyak kesakitan untuk penampilan. Salah satu yang paling ekstrem adalah tato di bola mata yang sangat berisiko.

"Ada satu pria yang memegangimu dan yang lain membawa jarum suntik dan langsung menaruhnya ke matamu. Itu seperti penyiksaan. Aku tidak menyarankannya pada siapapun karena itu sangat sakit, kamu tidak bisa melihat untuk beberapa hari setelahnya," kata pria yang mengeluarkan €60,000 atau sekitar Rp 1 miliar untuk tato itu.

(ami/ami)