ADVERTISEMENT

Cerita Armand Hartono, Anak Orang Terkaya RI yang Viral Lakban Sepatu Jebol

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 07 Apr 2022 07:15 WIB
BCA turut meramaikan pameran Internet Retailing Expo (IRX) Indonesia di Jakarta, Rabu (18/1/2017). Beragam kartu kredit dan debit produk BCA dipamerkan. Foto: Istimewa/BCA
Jakarta -

Armand Hartono adalah Wakil Presiden Direktur BCA yang viral karena gaya hidup sederhananya. Ia sempat jadi perbincangan karena memperlihatkan sepatu yang rusak lalu dilakban daripada langsung beli baru. Anak konglomerat Robert Budi Hartono itu juga diketahui sering makan di kantin dan berbaur dengan para karyawannya.

Dalam wawancara di YouTube Hermanto Tanoko, Armand Hartono pun mengungkap masa kecil dan didikan keluarganya. Pria yang dijuluki 'Putra Mahkota' Keluarga Hartono itu mengaku menjalani hidup yang normal. Ia pun tak selalu mendapatkan apa yang diinginkan dan harus bekerja untuk dapat uang.

Karena itu, melakban sepatu jebol adalah sesuatu yang otomatis baginya. "Saya sih yang begini-gini nggak mikir pak ya, itu otomatis kalau ada sepatu rusak yang di lakban aja. Waktu kecil kebanyakan nonton MacGyver. Papa saya juga begitulah seadanya, yang praktisnya apa," katanya.

Bungsu dari salah satu pemilik perusahaan Djarum itu pun mengungkap nilai-nilai yang ditanamkan keluarga. Dikatakan jika dulu ia hampir selalu makan pagi dan malam bersama sang ayah. Keluarga memang menjadi salah satu hal terpenting yang diutamakan mereka daripada yang lainnya.

"Yang penting kalau bagi kita ada 3K ya. Kesehatan, keluarga, kerja. Nomor 1 harus sehat, nomor 2 keluarga, nomor 3 harus bisa kerja, itu beres yang lain pernak-pernik kehidupan,"

Meski harus mengutamakan keluarga, lulusan Universitas Stanford tersebut mengaku tidak pernah dipaksa untuk masuk bisnis keluarga. Sesuai dengan nilai 3K, ayah dan pamannya tidak mementingkan hal lain dari itu.

"Di kita tidak ada keharusan untuk masuk bisnis keluarga. Dari paman juga cukup open mind yang penting dalam hidup jadi orang itu bisa sehat, bisa urus keluarga, punya keluarga dan teman-teman baik, dan bisa kerja di mana kerja. Kalau suatu hari mau dan mampu bekerja dengan keluarga wah dengan senang hati papa dan paman saya," kata pria 46 tahun tersebut.

(ami/ami)