ADVERTISEMENT

Cara Sri Mulyani Lawan Stereotip Saat Pertama Kali Ditunjuk Jadi Menkeu

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 09 Mar 2022 16:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani dikenal sebagai salah satu wanita inspiratif di Indonesia. Punya berbagai prestasi, Sri Mulyani dianggap sukses membuktikan bahwa wanita bisa bersanding dengan pria dalam karier dan kepemimpinan. Tentu tak selalu mudah, baru-baru ini ia mengungkap tantangannya saat menghadapi stereotip sebagai menteri keuangan pertama kali dan berusia muda.

Sebagai pemimpin, wanita sering dihadapkan dengan tantangan dan stereotip. Sebagai orang yang pernah menjadi Menteri Keuangan dan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani tentu punya banyak pengalaman soal itu. Hal tersebut dialaminya sejak pertama kali menjabat sebagai Menkeu. Salah satu tantangan kala itu adalah bagaimana memastikan organisasi berjalan dengan baik meski ia dianggap belum punya banyak pengalaman.

"Ketika itu, pertama kalinya ada menteri keuangan yang masih muda. Jadi how we should establish the first barrier adalah dengan menciptakan leadership yang efektif regardless usia maupun gender," ungkapnya dalam acara Women Leaders Forum (WLF) 2022: Achieving an Equal Future yang bertajuk Women Leaders - Making a Difference, Selasa, (8/3/2022).

"Tapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana kamu bisa menjalankan institusi itu agar performing their function, vision, and mission-nya itu. Dalam hal ini you need to lead dari sisi efektivitas organisasi tergantung dr SDM, budget-nya, tata kelolanya, governance-nya, dan bisnis prosesnya sehingga jadi reliable, bisa berjalan efektif, efisien, dan kredibel," tambahnya.

Dalam kementerian, Sri Mulyani bekerja dengan banyak pria yang lebih tua sebagai bawahannya. Ia pun berusaha mematahkan stereotip bahwa bos wanita cenderung emosional, tidak fokus, hingga bawel yang kadang lebih menonjol daripada kelebihan-kelebihan lain dalam bekerja. "Tapi akhirnya mereka bisa lihat bahwa menteri kali ini detail, sistematik, konsisten, persisten, dan no nonsense itu paling penting," ujarnya.

Di Hari Perempuan International yang jatuh kemarin, Sri Mulyani pun mengajak agar wanita melawan stereotip tersebut dengan membuktikan bahwa posisi yang dipercayakan pada mereka bukan diberikan tanpa alasan.

"Biasanya kamu diekspektasi untuk membuktikan bahwa kamu benar-benar pantas mendapat posisi itu. Kalau laki-laki jarang diuji. Biasanya orang tidak langsung menerima tapi akan menguji kepemimpinan dan kapasitas dari seorang wanita. Ketika perform kamu harus buktikan kamu dua kali lebih jago dari male counterpart untuk menunjukkan bahwa kamu ditunjuk bukan karena seorang wanita tapi karena berhak mendapatkannya," katanya.

(ami/ami)