Kisah Pria Tertipu Influencer, Kerja di Kantor Palsu & Berakhir Banyak Utang
Di zaman ini jika tidak hati-hati kita bisa terjebak berbagai macam penipuan. Seorang pria bernama Chris mengungkap ia telah ditipu oleh perusahaan tempatnya bekerja. Awalnya Chris senang bisa pindah ke sebuah agensi kreatif baru yang menangani banyak klien-klien terkenal. Sayangnya setelah berbulan-bulan bekerja, ia baru tahu jika perusahaan itu ternyata palsu.
Chris Doocey bekerja selama enam bulan di sebuah perusahaan bernama Madbird & Co Limited. Selama itu, ia memang belum digaji. Suatu saat, Chris menerima email yang mengejutkan. Bukan transferan penghasilan yang selama ini harusnya didapatkan tapi laporan bahwa ia adalah korban penipuan dari perusahaan palsu yang mencuri identitas dari perusahaan lain.
MadBird sendiri adalah sebuah perusahaan karangan seorang influencer bernama Ali Ayad. Agensi itu mengaku menangani berbagai klien besar, seperti Apple, Facebook dan Samsung. Kantor palsu itu menjanjikan orang-orang yang tertipu dengan masa percobaan di mana mereka bekerja tanpa dibayar selama enam bulan meski menerima komisi yang tak menentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi sebelum Chris dan 50 orang lain mendapat bayaran, seseorang mengungkap bahwa mereka adalah korban penipuan. Chris tentu merasa sangat kecewa karena ia sudah berutang hingga £10.000 (Rp 172 jutaan) untuk menutupi kebutuhan dan tagihan selama berbulan-bulan tidak dibayar. Selain itu, ia juga sangat mengharapkan pekerjaan itu karena sebelumnya sering ditolak.
"Setiap kamu gagal dari lamaran pekerjaan karena kehilangan sedikit harapan setiap kali. Bekerja berbulan-bulan tanpa bayaran di MadBird masih membayar hipotek, membayar utang, dan akhirnya itu membawa masalah besar," katanya dalam acara Jobfished.
Bukan hanya Chris tentu mereka yang sama-sama tertipu merasa kewalahan dengan kenyataan pahit tersebut. Apalagi banyak dari mereka yang sebelumnya kehilangan pekerjaan karena pandemi. "Ali terus saja menjanjikanku dia akan mempekerjakanku apapun yang terjadi karena dia sangat menyukaiku. Itu benar-benar definisi dari manipulasi emosional," katanya.
Selain kerugian uang dan mental, ia juga sangat menyesalkan peristiwa itu karena merusak pengalaman kerjanya. "Dalam sales, sangat penting untuk membangun CVmu dan menunjukkan apa yang kamu capai, jadi ini sangat merusak. Memasukkan perusahaan yang tidak ada tidak terlihat bagus dan drama itu bisa mengikutimu ke mana-mana, kamu bisa sulit diterima," ujar Chris.
Ayad sendiri kini telah ditangkap tapi tidak mengakui telah membuat perusahaan palsu. Namun pria yang pernah muncul di majalah GQ itu telah meminta maaf kepada semuanya. Chris sendiri tidak lagi mempercayainya.
(ami/ami)
Olahraga
Cari Sepatu buat Daily Run hingga Long Run? Nike Structure 25 Layak Dicoba
Hobbies & Activities
Gitar Akustik yang Cocok untuk Pemula, Yamaha F310 Punya Suara Jernih dan Nyaman Dimainkan
Pakaian Pria
Sepatu Santai untuk Sholat Id! 2 Slide Sneakers Ini Nyaman dan Praktis Dipakai Lebaran
Olahraga
Mau Main Badminton Makin Nyaman? Jangan Sampai Lupa Grip Anti Slip Ini
Tampil Sederhana, Pekerjaan Wanita Ini Ternyata Bikin Kaget
Profil Gandes Nawangsari, Mental Health Educator yang Dimintai Saran Gen Z
Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret & Alasan Diperingati Tiap Tahun
50 Ide Caption Hari Perempuan Internasional untuk Media Sosial, Penuh Makna
Tema Hari Perempuan Internasional 2026 dan Maknanya, Yuk Pakai Baju Ungu
Viral Komentar Aktor China Zhang Linghe Tentang Asia Tenggara, Diduga Rasis
Mackenyu Makin Macho di One Piece Season 2, Tubuh Kekar Bikin Terkesima
Istri Walkot New York Rama Duwaji Disindir karena Pakai Crop Top Saat Bukber
Tips Dokter Gizi Agar Kulit Tetap Glowing Saat Puasa, Hindari Makanan Ini











































