Kisah Pria Tertipu Influencer, Kerja di Kantor Palsu & Berakhir Banyak Utang

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 23 Feb 2022 09:30 WIB
Upset drunk driver is caught driving under alcohol influence. Man covering his face from police car light. Foto: Getty Images/iStockphoto/PaulBiryukov
Jakarta -

Di zaman ini jika tidak hati-hati kita bisa terjebak berbagai macam penipuan. Seorang pria bernama Chris mengungkap ia telah ditipu oleh perusahaan tempatnya bekerja. Awalnya Chris senang bisa pindah ke sebuah agensi kreatif baru yang menangani banyak klien-klien terkenal. Sayangnya setelah berbulan-bulan bekerja, ia baru tahu jika perusahaan itu ternyata palsu.

Chris Doocey bekerja selama enam bulan di sebuah perusahaan bernama Madbird & Co Limited. Selama itu, ia memang belum digaji. Suatu saat, Chris menerima email yang mengejutkan. Bukan transferan penghasilan yang selama ini harusnya didapatkan tapi laporan bahwa ia adalah korban penipuan dari perusahaan palsu yang mencuri identitas dari perusahaan lain.

MadBird sendiri adalah sebuah perusahaan karangan seorang influencer bernama Ali Ayad. Agensi itu mengaku menangani berbagai klien besar, seperti Apple, Facebook dan Samsung. Kantor palsu itu menjanjikan orang-orang yang tertipu dengan masa percobaan di mana mereka bekerja tanpa dibayar selama enam bulan meski menerima komisi yang tak menentu.

Tapi sebelum Chris dan 50 orang lain mendapat bayaran, seseorang mengungkap bahwa mereka adalah korban penipuan. Chris tentu merasa sangat kecewa karena ia sudah berutang hingga £10.000 (Rp 172 jutaan) untuk menutupi kebutuhan dan tagihan selama berbulan-bulan tidak dibayar. Selain itu, ia juga sangat mengharapkan pekerjaan itu karena sebelumnya sering ditolak.

"Setiap kamu gagal dari lamaran pekerjaan karena kehilangan sedikit harapan setiap kali. Bekerja berbulan-bulan tanpa bayaran di MadBird masih membayar hipotek, membayar utang, dan akhirnya itu membawa masalah besar," katanya dalam acara Jobfished.

Bukan hanya Chris tentu mereka yang sama-sama tertipu merasa kewalahan dengan kenyataan pahit tersebut. Apalagi banyak dari mereka yang sebelumnya kehilangan pekerjaan karena pandemi. "Ali terus saja menjanjikanku dia akan mempekerjakanku apapun yang terjadi karena dia sangat menyukaiku. Itu benar-benar definisi dari manipulasi emosional," katanya.

Selain kerugian uang dan mental, ia juga sangat menyesalkan peristiwa itu karena merusak pengalaman kerjanya. "Dalam sales, sangat penting untuk membangun CVmu dan menunjukkan apa yang kamu capai, jadi ini sangat merusak. Memasukkan perusahaan yang tidak ada tidak terlihat bagus dan drama itu bisa mengikutimu ke mana-mana, kamu bisa sulit diterima," ujar Chris.

Ayad sendiri kini telah ditangkap tapi tidak mengakui telah membuat perusahaan palsu. Namun pria yang pernah muncul di majalah GQ itu telah meminta maaf kepada semuanya. Chris sendiri tidak lagi mempercayainya.

(ami/ami)