ADVERTISEMENT

2 Tips dari Brand Lokal agar Bisnis Bertahan di Tengah Pandemi

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 25 Des 2021 18:00 WIB
Allyssa Hawadi, Co-Founder dari Benang Jarum, Foto Allyssa Hawadi, co founder Benang Jarum. Foto: Dok. Instagram @allyssahawadi.
Jakarta -

Tantangan dan pasang surut dunia bisnis harus dilalui setiap pengusaha. Apalagi pada masa pandemi COVID-19 yang berdampak pada sektor bisnis dan menuntut pengusaha lebih cepat dan cerdas agar bisnis dapat bertahan.

Tantangan ini pun dihadapi co-founder bisnis fashion Benang Jarum, sinergi sister brand dari Buttonscarves, Allyssa Hawadi Soeleman. Alyssa mengatakan, saat pandemi COVID-19 tokonya terpaksa tutup.

Lantas bagaimana Benang Jarum bertahan di tengah pandemi? Allyssa Hawadi memberikan dua tips agar bisnis tetap bertahan di tengah pandemi:

1. Siaran Langsung di Instagram

Allyssa menyampaikan bahwa cara pemasaran produk ia dan Linda (founder Buttonscarves) adalah mengadakan siaran langsung di Instagram. Mereka kerap tampil dengan mengenakan koleksi dari Benang Jarum.

"Pada saat awal lockdown kita nggak pernah tahu itu bakal terjadi. Cara pertama pas lockdown itu toko kita tutup. Udah gitu kita bingung penjualannya bagaimana? Lalu kita Live di Instagram dari tang nonton hanya 20-30 orang, pada saat itu kan belum ada kantor jadi aku sama Linda, live masing-masing di rumah," ungkap Allyssa Hawadi dalam konferensi pers virtual "Wonderful Harmony" Benang Jarum x Raisa baru-baru ini.

Allyssa Hawadi, Co-Founder dari Benang Jarum,Jakarta Fashion Week, Benang Jarum berkolaborasi dengan Raisa. Dok. Instagram @allyssahawadi.

Wanita yang mempunyai pengikut lebih dari 140 ribu di Instagram ini menuturkan, Benang Jarum kini kerap menggelar siaran langsung melalui situs resmi mereka. Dan pelanggan bisa langsung memesan barang saat sedang siaran langsung.

"Dari yang benar-benar basic live banget, sampai akhirnya livenya Benang Jarum itu sudah ada di website. Dan kita punya fitur kalau lagi live dan langsung mau beli bajunya, tinggal pencet thumbnail bisa langsung membayar sambil menonton live kita," lanjut Allyssa.

Sistem siaran langsung ini efektif karena selama pandemi, orang tidak keluar rumah dan lebih sering membuka media sosial. Masyarakat pun lebih banyak berbelanja secara online.

"Jadi cara untuk bertahan di tengah pandemi itu adalah paling berpengaruh adalah Live shopping," sebutnya.

Allyssa Hawadi, Co-Founder dari Benang Jarum,Allyssa Hawadi (tengah), Co-Founder dari Benang Jarum, Foto: Dok. Instagram @allyssahawadi.

2. Kerjasama Tim yang Kompak

Cara selanjutnya yang Allyssa tempuh agar bisnisnya tetap bertahan adalah membina kerjasama tim yang kompak. Allyssa ingin agar bisnisnya bisa dikenal publik.

"Orang kan saat itu belum mengetahui apa itu Benang Jarum? Orang kan juga nggak pernah melihat koleksinya Benang Jarum secara langsung. Jadi memang waktu itu pilihan kita ada dua, cuma stuck aja atau lari kencang?" ujarnya.

"Kita mengeluarkan koleksi baju baru setiap hari Selasa. Dan baju yang kita keluarkan itu lebih dari 10 stock keeping unit (SKU). Bisa dibilang tim Benang Jarum tidak pernah istirahat. Product developement, desainer kita dan brand ini kan baru, berarti kita harus kerja keras," lanjutnya lagi.

Allyssa menuturkan jika ia dan timnya sampai lembur untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bisa menjual produk di tengah pandemi. "Secara nggak sadar aku menstimulasi mereka setiap hari Selasa kan Live dan ada produk baru. Pelanggan juga sudah menunggu apa lagi yang akan dikeluarkan oleh kita," jelasnya.

(gaf/eny)