Petenis Mengaku Dilecehkan Mantan PM China, Ungkap Soal Hubungan Gelapnya

Tim Wolipop - wolipop Jumat, 19 Nov 2021 18:30 WIB
CORRECTS NAMES OF PLAYERS Peng Shuai of China wipes her face during the womens singles match against Samantha Stosur of Australia on the second day at the Wimbledon Tennis Championships in London, Tuesday July 3, 2018. (AP Photo/Tim Ireland) Foto: AP/Tim Ireland
Jakarta -

Seorang petenis asal China bernama Peng Shuai mengejutkan publik dengan pengakuannya di Weibo. Atlet berprestasi itu mengaku pernah dipaksa berhubungan seksual oleh mantan Perdana Menteri China, Zhang Gaoli. Dalam tulisan panjang lebar yang kini sudah dihapus, Peng Shuai pun mengakui pernah ada hubungan gelap di antara mereka.

Peng Shuai yang kini menghilang setelah membuat pengakuan tersebut mengungkap bahwa dirinya dan Zhang Gaoli pernah menjalani hubungan gelap selama tiga tahun. Sempat terhenti ketika Zhang Gaoli naik jabatan, mantan pejabat itu berkeinginan untuk kembali berhubungan pada malam terjadinya pelecehan.

Zhang Gaoli yang menjabat sebagai PM 2013-2018 sendiri diketahui adalah pria menikah. Dilansir Daily Mail, Peng Shuai mengatakan jika mereka punya hubungan gelap putus sambung sejak 2011 ketika keduanya pertama kali bertemu di Tianjin.

CORRECTS NAMES OF PLAYERS Peng Shuai of China wipes her face during the women's singles match against Samantha Stosur of Australia on the second day at the Wimbledon Tennis Championships in London, Tuesday July 3, 2018. (AP Photo/Tim Ireland)CORRECTS NAMES OF PLAYERS Peng Shuai of China wipes her face during the women's singles match against Samantha Stosur of Australia on the second day at the Wimbledon Tennis Championships in London, Tuesday July 3, 2018. (AP Photo/Tim Ireland) Foto: AP/Tim Ireland

Disebutkan pula jika di tahun yang sama mereka pertama kali berhubungan seksual di tahun itu dan yang kedua kali sebelum Zhang Gaoli jadi Perdana Menteri. Setelahnya, Zhang Gaoli memutus kontak dengan wanita 35 tahun tersebut.

Tampaknya pria 75 tahun tersebut berniat untuk kembali berhubungan dengan Peng Shuai setelah pensiun dari dunia politik. Ia lalu mengundang Peng ke rumahnya untuk makan malam bersama sang istri. Dikatakan jika Zhang memaksanya berhubungan seksual selagi istrinya di luar pintu menjaga pintu.

"Aku tahu seseorang yang mulia seperti kamu, Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli, bahwa kamu tidak takut. Tapi bahkan jika seperti memukul batu dengan kerikil atau ngengat yang menyerang api dan menghancurkan diri sendiri, aku akan mengungkap kebenaran tentangmu," tulisnya.

"Aku sangat takut siang itu. Aku tidak pernah memberikan persetujuan, aku menangis sepanjang itu terjadi. Kamu membawaku ke rumahmu dan memaksaku untuk berhubungan,"

BEIJING, CHINA - MARCH 16:  China's newly-elected Vice Premier Zhang Gaoli attends the sixth plenary meeting of the National People's Congress at the Great Hall of the People on March 16, 2013 in Beijing, China. The new lineup of China's State Council, nominated by Premier Li Keqiang, was endorsed by lawmakers at the ongoing national legislative session Saturday afternoon.  (Photo by Feng Li/Getty Images)Zhang Gaoli Foto: Getty Images/Feng Li

Perselingkuhan adalah sesuatu yang dilarang dalam Partai Komunis, karena itu dikatakan jika Zhang Gaoli khawatir Peng Shuai membocorkan hubungan mereka. Peng pun mengaku jika pria itu takut ia memiliki bukti.

"Aku tidak punya bukti dan tidak mungkin untuk membuat bukti. Kamu selalu takut aku akan membawa sesuatu seperti rekaman untuk merekam bukti atau sesuatu. Tidak ada rekaman suara, tidak ada rekaman video, hanya ada pengalamanku yang terdistorsi tapi nyata," tulisnya dalam postingan yang 10 menit kemudian dihapus.

Sejak mengunggah tulisan itu, Peng Shuai belum lagi aktif di media sosial. Keberadaannya pun dilaporkan menghilang. Kasus ini menjadi perhatian WTA (Women's Tennis Association) hingga sesama atlet seperti, Serena William dan Naomi Osaka. Baru-baru ini muncul email yang dikatakan berasal dari Peng Shuai tapi banyak orang meragukan keasliannya di mana ia seolah mengelak tuduhan pelecehan dan memastikan dirinya aman.







(ami/ami)