Petenis China yang Hilang Usai Skandal Seks Kirim Email, Keasliannya Diragukan

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 19 Nov 2021 12:00 WIB
CORRECTS NAMES OF PLAYERS Peng Shuai of China wipes her face during the womens singles match against Samantha Stosur of Australia on the second day at the Wimbledon Tennis Championships in London, Tuesday July 3, 2018. (AP Photo/Tim Ireland) Foto: AP/Tim Ireland
Jakarta -

Petenis China Peng Shuai menghilang setelah mengungkap pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan Perdana Menteri China Zhang Gaoli. Setelah postingan mengenai detail kejadian itu dihapus dari internet, kini keberadaannya juga tidak diketahui. Banyak orang mengkhawatirkan keamanan Peng Shuai hingga muncul sebuah email yang dikatakan berasal darinya tapi keasliannya diragukan.

Baru-baru ini muncul email yang dikatakan berasal dari Peng Shuai. Dalam tulisan itu disebutkan bahwa sang petenis berprestasi tidak lah menghilang tapi hanya sedang beristirahat. Ia juga seolah membantah berita soal pemaksaan seksual yang sebelumnya diungkap.

"Halo semuanya ini Peng Shuai. Mengenai berita terbaru yang dirilis situs WTA, kontennya belum dikonfirmasi atau diverifikasi dan diunggah tanpa izinku,"

CORRECTS NAMES OF PLAYERS Peng Shuai of China wipes her face during the women's singles match against Samantha Stosur of Australia on the second day at the Wimbledon Tennis Championships in London, Tuesday July 3, 2018. (AP Photo/Tim Ireland)CORRECTS NAMES OF PLAYERS Peng Shuai of China wipes her face during the women's singles match against Samantha Stosur of Australia on the second day at the Wimbledon Tennis Championships in London, Tuesday July 3, 2018. (AP Photo/Tim Ireland) Foto: AP/Tim Ireland

"Berita yang dirilis, termasuk tentang tuduhan penyerangan seksual tidak benar. Aku tidak hilang atau tidak dalam keadaan aman. Aku hanya sedang istirahat di rumah dan semuanya baik-baik saja. Terima kasih sudah peduli denganku," tulisnya.

Dari tulisan itu, Peng Shuai juga meminta agar publik tidak mempercayai berita-berita terkait dirinya yang belum terkonfirmasi. Karena pernyataan yang bertentangan dengan postingannya sebelumnya, Ketua WTA (Women's Tennis Association), Steve Simon, meragukan keasliannya.

"Pernyataan yang dirilis hari ini oleh media China tentang Peng Shuai hanya menambah kekhawatiranku dengan keamanan dan keberadaannya. Aku kesulitan percaya bahwa Peng Shuai menulis email yang kami terima atau percaya apa yang diatribusikan padanya," tulis Steve.



BEIJING, CHINA - NOVEMBER 09:  Secretary of the CPC Tianjin Committee Zhang Gaoli attends a meeting of the 18th Communist Party Congress at the Great Hall of the People on November 9, 2012 in Beijing, China. The Communist Party Congress will convene from November 8-14 and will determine the party's next leaders.  (Photo by Feng Li/Getty Images)Zhang Gaoli (Photo by Feng Li/Getty Images) Foto: Getty Images/Feng Li

Steve pun meminta pemerintah China untuk membuktikan atau memastikan keamanan Peng Shuai. Ia berharap jika pemenang dua kali Grand Slam itu dapat berbicara dengan bebas tanpa intimidasi. Selain Steve, para atlet lain yang juga mengungkap kekhawatirannya pada Peng Shuai setelah adanya email tersebut.

Peng Shuai menghilang setelah mengaku mantan Wakil Presiden China Zhang Gaoli memaksa berhubungan seksual melalui tulisan panjang lebar di Weibo. Hal itu terjadi ketika ia diundang ke rumah sang mantan pejabat. Ia juga mengungkap bahwa mereka memang pernah ada hubungan selama tiga tahun sebelum kejadian tersebut. Tak lama setelah diposting, kisahnya menghilang bahkan tidak ditemukan berita yang memuat tuduhan itu.

(ami/ami)