Petenis Ungkap Pelecehan Seks Mantan PM China, Kisahnya Hilang dari Internet

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 04 Nov 2021 13:45 WIB
Chinas Peng Shuai reacts during her first round singles match against Japans Nao Hibino at the Australian Open tennis championship in Melbourne, Australia, Tuesday, Jan. 21, 2020. (AP Photo/Andy Brownbill) Foto: AP/Andy Brownbill
Jakarta -

Peng Shuai, petenis wanita asal China mengungkap hal mengejutkan di media sosial. Wanita tersebut tiba-tiba saja mengaku seorang mantan Perdana Menteri China pernah memaksanya berhubungan seksual. Atlet yang pernah menjadi pemain tenis ganda nomor satu itu mengatakan tidak punya bukti tapi ingin menyuarakan pelecehan seksual yang terjadi padanya.

Wanita 35 tahun itu secara jelas menyebut nama mantan Perdana Menteri Zhang Gaoli dalam tulisannya. Ia pun menjelaskan bagaimana pria tersebut pernah memaksa Peng Shuai melakukan hubungan seksual dengan mengundangnya ke rumah. Zhang Gaoli sendiri adalah PM selama 2013 hingga 2018 dan dikenal dekat dengan Presiden Xi Jinping.

China's Peng Shuai reacts during her first round singles match against Japan's Nao Hibino at the Australian Open tennis championship in Melbourne, Australia, Tuesday, Jan. 21, 2020. (AP Photo/Andy Brownbill)China's Peng Shuai reacts during her first round singles match against Japan's Nao Hibino at the Australian Open tennis championship in Melbourne, Australia, Tuesday, Jan. 21, 2020. (AP Photo/Andy Brownbill) Foto: AP/Andy Brownbill

"Aku tahu seseorang yang mulia seperti kamu, Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli, bahwa kamu tidak takut. Tapi bahkan jika seperti memukul batu dengan kerikil atau ngengat yang menyerang api dan menghancurkan diri sendiri, aku akan mengungkap kebenaran tentangmu," tulisnya.

"Aku sangat takut siang itu. Aku tidak pernah memberikan persetujuan, aku menangis sepanjang itu terjadi. Kamu membawaku ke rumahmu dan memaksaku untuk berhubungan,"

"Aku tidak punya bukti dan tidak mungkin untuk membuat bukti. Kamu selalu takut aku akan membawa sesuatu seperti rekaman untuk merekam bukti atau sesuatu. Tidak ada rekaman suara, tidak ada rekaman video, hanya ada pengalamanku yang terdistorsi tapi nyata," tulisnya dilansir BBC.

Chinese Vice-Premier Zhang Gaoli delivers a speech during the Philippines-China Trade and Investment Forum at the Great Hall of the People in Beijing Thursday, Oct. 20, 2016. China and the Philippines have agreed to resume a dialogue on their dispute over the South China Sea, a senior Chinese diplomat said Thursday following talks between the countries' leaders. (Wu Hong/Pool Photo via AP)Chinese Vice-Premier Zhang Gaoli delivers a speech during the Philippines-China Trade and Investment Forum at the Great Hall of the People in Beijing Thursday, Oct. 20, 2016. China and the Philippines have agreed to resume a dialogue on their dispute over the South China Sea, a senior Chinese diplomat said Thursday following talks between the countries' leaders. (Wu Hong/Pool Photo via AP) Foto: AP/Wu Hong

Peng Shuai menulis curhatan tersebut di akun Weibo-nya tapi sekarang sudah dihapus dari internet China. Tak lama setelahnya, pencarian nama Peng Shuai hanya menemukan 700 hasil dan tidak ada yang membahas soal tuduhannya pada mantan petinggi negara itu.

Tapi tentu postingan tersebut langsung menyita perhatian publik terlebih Peng Shuai adalah seorang bintang besar. Peng Shuai sendiri telah memenangkan dua trofi Grand Slam, pertama untuk Wimbledon di 2013 dan yang keduanya turnamen Roland Garros di 2014.

Peng Shuai menjadi salah satu wanita yang mengungkap kisah pelecehan seksualnya dalam gerakan #MeToo di China. Berawal dari seorang presenter Zhou Xiaoxuan yang mengungkap pengalamannya dilecehkan artis Zhu Jun di 2018, gerakan itu menjadi viral dan diikuti oleh wanita-wanita lain. Hingga kini pihak Zhang Gaoli pun belum memberikan pernyataan mengenai tuduhan Peng Shuai.

(ami/ami)