Kisah 'Tukang Galon' yang Geser Jack Ma Jadi Orang Terkaya, Dulu Tukang Kayu

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 29 Okt 2021 12:45 WIB
Zhong Shanshan Foto: Nongfu Spring
Jakarta -

Zhong Shanshan menggeser posisi Jack Ma sebagai orang terkaya di China. Pendiri perusahaan minuman Nongfu Spring tersebut adalah salah satu orang yang kekayaannya melonjak selama pandemi. Dikutip AFP, kini ia memiliki harta sekitar US$ 60,5 miliar atau sekitar Rp 858,9 triliun. Kisah sukses 'tukang galon' ini pun menginspirasi karena pernah hidup susah.

Kesuksesan Zhong Shanshan tidak terjadi dalam semalam. Dilansir media lokal, pria 66 tahun tersebut tidak datang dari keluarga kaya. Sebelum jadi bos, ia pun pernah menjalani berbagai profesi berbagai bidang, mulai dari tukang bangunan, tukang kayu, wartawan, hingga peternak jamur.

Dilansir SCMP, Zhong Shanshan terpaksa berhenti sekolah di usia 12 tahun karena revolusi di tahun 60an. Ketika itu ia harus membantu ekonomi keluarga dengan jadi tukang bangunan dan tukang kayu selama 10 tahun. Pria tersebut juga pernah dua kali gagal masuk universitas sebelum akhirnya diterima di kampus radio dan televisi.

Setelah lulus, pemilik Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise itu bekerja sebagai reporter tapi memutuskan untuk berhenti dan pindah provinsi. Sempat membangun koran Pacific Post tapi gagal ia lalu mencoba peruntungan sebagai pengusaha jamur.

Sayangnya usaha tersebut sayangnya juga tidak bertahan lama karena cuaca yang tidak mendukung. Merugi, Zhong kehilangan semua uang setelah sempat sukses berjualan gorden.

Sampai akhirnya ia bertemu dengan teman sekampung yang kini jadi CEO Wahaha yang menjual air galon, jus, dan produk kesehatan. Terinspsirasi potensi di pasar makanan sehat, ia mulai memproduksi pil kura-kura. Di 1996, kemudian ia terpikir bahwa semua orang butuh air dan mulai membangun Nongfu Spring.

Zhong Shanshan lalu mengembangkan bisnisnya dengan menjual dendeng, teh kemasan, jus, dan minuman lain. Namun usaha air kemasan lah yang dikatakan paling menyumbang kekayaan. Karena itu, ia disebut sebagai tukang galon tersukses.

(ami/ami)