Astronaut Wanita Dikirim ke Luar Angkasa, Cerita Soal Impian Hingga Skincare

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 16 Okt 2021 12:02 WIB
Wang Yaping Foto: Dok. Twitter Xinhua
Jakarta -

China baru saja mengirim tiga astronaut untuk misi penting ke luar angkasa. Salah satu sosok paling menarik perhatian adalah Wang Yaping. Ia adalah wanita pertama yang ditugaskan untuk pergi ke stasiun luar angkasa terbaru China. Prestasinya menjadi kebanggaan dan inspirasi bagi sesama wanita.

Wang Yaping akan dikirim ke stasiun luar angkasa selama enam bulan. Dalam laporan Global Times, wanita 41 tahun tersebut terlihat tenang dan percaya diri ketika menyambut masyarakat yang ingin memberikan selamat sekaligus mendoakan keselamatannya. Momen ini sendiri sudah lama dinantikan Wang.

"Impian itu seperti bintang di alam semesta. Mereka terlihat jauh dan sulit dicapai tapi selama kita mencoba, kita akan ditakdirkan untuk mencapainya," kata Wang Yaping kepada China Central Television.

JIUQUAN, CHINA - OCTOBER 14: A worker from China Manned Space Agency watches at the spokesperson's press conference on October 14, 2021 at the Jiuquan Satellite Launch Center in Jiuquan, China. The crew of the Shenzhou-13 spacecraft will be carried by a Long March-2F rocket, set to launch to the space station China is building, from the Gobi Desert on October 16 and will stay for six months, the standard for all future missions. It is the second crewed launch this year. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)JIUQUAN, CHINA - OCTOBER 14: Foto: Getty Images/Kevin Frayer

"Sejak pertama kali orang China pergi ke luar angkasa di 2003, aku berpikir sekarang para pria sudah pergi ke luar angkasa, kapan wanita bisa melakukannya juga," lanjutnya.

Wang Yaping adalah astronaut atau disebut sebagai taikonaut di China pertama kali terpilih sebagai kru misi luar angkasa Shenzhou-10 di 2013. Ketika itu, ia mengajarkan sains dari luar angkasa yang disiarkan di televisi kepada lebih dari 60 juta anak-anak dan guru di China.

Wang Yaping sendiri adalah seorang ibu. Sebelum pergi ke stasiun luar angkasa, ia berjanji untuk membawa bintang-bintang di langit untuk anak perempuannya yang berusia lima tahun.

Mengenai profesinya, Wang Yaping justru mengaku jika lebih banyak keuntungan sebagai taikanaut wanita dibanding pria dalam perjalanan luar angkasa. Wanita dikatakan lebih stabil dan tahan dari segi kondisi mental dalam misi panjang. Wanita juga lebih masuk akal dan perhatian dengan masalah-masalah di sekitarnya.

JIUQUAN, CHINA - OCTOBER 14: A worker from China Manned Space Agency watches at the spokesperson's press conference on October 14, 2021 at the Jiuquan Satellite Launch Center in Jiuquan, China. The crew of the Shenzhou-13 spacecraft will be carried by a Long March-2F rocket, set to launch to the space station China is building, from the Gobi Desert on October 16 and will stay for six months, the standard for all future missions. It is the second crewed launch this year. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)JIUQUAN, CHINA - OCTOBER 14: Foto: Getty Images/Kevin Frayer

Menurut Wang Yaping, wanita punya kemampuan berkomunikasi dan energi yang bisa membantu kru lainnya. Menjadi seorang wanita pun tidak menghalangi mereka pergi ke luar angkasa karena tubuh lebih mudah beradaptasi dibanding pria. Mereka lebih jarang menunjukkan reaksi ekstrem karena itu wanita cocok dikirim dalam perjalanan panjang ke luar angkasa.

Hal menarik lain dari perjalanan luar angkasa Wang Yaping adalah meningkatkannya penjualan skincare yang dibawanya ke sana. Diketahui ia membawa sejumlah produk dari brand Maysu berupa toner, serum, dan pelembap.

Sekarang sudah diterbangkan ke luar angkasa, Wang Yaping punya impian lain yakni untuk menginjakkan kaki di bulan. Sebelumnya ia pernah menyampaikan jika suatu hari tiba di sana, Wang bercita-cita untuk memakai dress seperti Chang'e, dewi bulan dalam mitologi China yang membawa kelinci di tangannya.

(ami/ami)