Kisah Mengerikan Hakim Wanita Afghanistan Dikejar Pria yang Dipenjarakannya

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 29 Sep 2021 12:45 WIB
Members of an internally displaced Afghan family who left their home during the ongoing conflict between Taliban and Afghan security forces arrive from Qala-i- Naw, in Enjil district of Herat, on July 8, 2021. (Photo by Hoshang Hashimi / AFP) Foto: dok. AFP
Jakarta -

Dilaporkan bahwa lebih dari 220 hakim wanita kini sedang bersembunyi setelah ribuan tahanan pria dibebaskan Taliban. Para hakim itu takut menjadi buruan orang-orang yang mereka penjarakan. Apalagi di antara mereka banyak yang kasusnya terkait kekerasan terhadap wanita.

Seorang hakim wanita bernama samaran Masooma mengungkap kisahnya yang harus melarikan diri karena khawatir nyawanya terancam. Sepanjang kariernya, wanita itu mengaku sudah memenjarakan ratusan pria yang bersalah atas kasus pemerkosaan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap wanita.

Beberapa hari setelah Taliban berkuasa, dilaporkan jika ribuan kriminal dikeluarkan dari penjara. Ketika itu, para hakim mulai mendapatkan ancaman kematian. Masooma mengaku mendapat pesan, rekaman suara, dan panggilan dari orang-orang tidak dikenal.

"Ketika itu tengah malam ketika kami mendengar Taliban telah membebaskan semua tahanan di penjara. Secepatnya kami melarikan diri. Kami meninggalkan rumah kami dan semuanya," kata Masooma kepada BBC.

"Kami pergi dengan mobil ke luar kota, aku menggunakan burqa jadi tidak ada yang mengenaiku. Untungnya, kami semua bisa melewati semua titik pemeriksaan Taliban," lanjutnya.

Tak lama setelah itu, tetangga Masooma mengiriminya pesan bahwa beberapa anggota Taliban datang ke rumahnya. Ketika menerima ciri-ciri dari para pria yang mencarinya, Masooma langsung mengetahui siapa mereka.

Masooma mencuriga salah satu dari mereka adalah pria yang pernah didakwanya karena membunuh istri. "Aku masih bisa membayangkan wanita muda itu di pikiranku. Itu adalah kejahatan yang brutal.

"Setelah kasus itu selesai, kriminal itu mendatangiku dan berkata 'Ketika aku keluar penjara, aku akan melakukan apa yang aku lakukan pada istrimu kepadamu.

"Selama ini aku tidak menganggapnya serius tapi sejak Taliban mengambil alih kekuasaan, dia sering meneleponku dan berkata dia telah mengambil semua informasiku dari kantor pengadilan. Dia berkata, 'Aku akan mencarimu dan balas dendam," ujar Masooma.

Masooma pun bukan satu-satu hakim yang menerima ancaman kematian. Paling tidak enam hakim wanita lain punya pengalaman yang sama hingga mereka mengganti nomor telepon. Mereka semua kini hidup dalam persembunyian dan berpindah-pindah lokasi setiap beberapa hari sekali.

(ami/ami)