Direksi Perempuan BNI Bicara soal Karier dan Adaptasi Hadapi Pandemi

Khoirul Anam - wolipop Senin, 06 Sep 2021 11:20 WIB
NSS x BNI Foto: NSS x BNI
Jakarta -

Menentukan pilihan sebagai wanita karier membawa banyak konsekuensi yang tak mudah dihadapi. Ini karena wanita memiliki banyak peran di dalam keluarga, seperti menyelesaikan setiap urusan rumah atau memperhatikan tumbuh kembang anak-anak.

Dalam Ngobrol Sore Semaunya (NSS) X BNI Episode 3, Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Karnalies mengungkapkan betapa penting menyeimbangkan antara peran keduanya, yaitu sebagai wanita karier sekaligus ibu rumah tangga.

Antara satu dan lainnya, tentu bukanlah pilihan. Setiap wanita bisa dan mampu menjalankan kedua peran mengagumkan itu.

Sebagai wanita karier, Corina selalu mencoba membagi waktu antara pekerjaan serta putra-putrinya secara maksimal. Tetapi, hal itu tidaklah cukup. Maka, demi meraih dukungan sepenuhnya dari mereka, ia harus memiliki pencapaian yang bisa ditunjukkan dalam berkarier.

"Itu menjadi sesuatu yang, 'Oke, ternyata ibunya pergi kerja untuk melakukan sesuatu'. Jadi, hal-hal seperti itu yang saya mencoba. Jadi, di dalam keluarga itu pun kita berbicara goals kita bersama-sama, mengenai prestasi kita. Jadi, mereka terlibat di dalam pekerjaan saya, mereka terlibat di dalam karier saya sehingga itu jadinya balance," kata dia dalam acara yang disiarkan melalui live Instagram.

Pencapaian atau goals, bagi dia, menjadi penting untuk digenggam selama menjalani karier. Ia terus menyimpan hal itu kuat di dalam hatinya. Corina tak ingin waktu yang ia habiskan untuk bekerja meluap begitu saja dan tak membuahkan hasil yang memuaskan batin.

Pencapaian, dalam hidup Corina, tak melulu berurusan dengan pekerjaan. Ia meletakkan pencapaiannya pada ibadah di posisi pertama, sementara keluarga di posisi kedua.

Sebab pelupa menjadi penyakit bagi semua orang, Corina pun harus mencatat berbagai pencapaian itu. Jika tidak ditulis, meski dirancang matang-matang seluruh target bakal menguap serupa asap.

Pencapaian dalam karier bukan hal yang sepele bagi Corina. Untuk itu, ia juga menekankan pentingnya nilai yang harus dipegang seseorang sehingga kegemilangan karier bisa diraih.

"Bagaimana orang mem-value kita itu adalah dari apa yang kita lakukan. Saya selalu berusaha untuk low profile. Low profile bukan berarti rendah diri. Low profile itu pintu untuk kita bisa beradaptasi. Artinya kita enggak sombong, mudah-mudahan kita diterima oleh lingkungan-lingkungan baru yang kita datangi," terangnya.

Nilai-nilai yang dimaksud Corina adalah menerima pengalaman dari orang lain. Siapa pun tahu jika pengalaman menjadi kunci dalam membuka pintu-pintu lainnya di dalam hidup. Ia pun akhirnya bisa mendapat pelajaran baru.

Integritas juga tak kalah pentingnya sebagai nilai yang perlu dipegang erat-erat. Dengan integritas, Corina sungguh yakin akan dapat mengembangkan karier lebih jauh.

Dari sekian nilai-nilai itu, adaptif menjadi poin yang paling ditekankan oleh Corina. Baginya, adaptif semacam kepanjangan dari cara menjalani hidup. Ia menyebut, adaptasi menjadi salah satu kunci untuk meraih keberhasilan dalam berkarier.

Corina yang berasal dari Padang sangat memahami betul pepatah yang sudah ia dengar sejak kecil dari orang tuanya. Di mana langit dijunjung, di situ bumi dipijak, merupakan pepatah sederhana yang menegaskan betapa pentingnya beradaptasi.

Berasal dari daratan Minang, ia hijrah ke jakarta dan menempuh pendidikan di Universitas Indonesia. Saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BNI Maret 2020, wanita lulusan Ilmu Fisika ini pun menerima jabatan sebagai Direktur Bisnis Konsumer BNI.

Sebuah tanggung jawab yang besar dan amanah yang harus ia jalankan sebaik-baiknya. Saat mulai menjabat, Corina langsung dihadapkan dengan tantangan masa pandemi.

Corina juga menyampaikan pengalamannya sebagai leader di masa pandemi. Masa yang menawarkan pengalaman campur aduk, yaitu antara situasi dan tanggung jawab pekerjaan yang sedang dijalankan.

Meski demikian, ia tetap meyakinkan diri untuk dapat melakukan sesuatu. Sebagai seorang leader, ia harus berani mengambil keputusan.

Hal terpenting yang ia lakukan saat itu adalah menjaga kesehatan karyawan sekaligus menjaga bisnis agar tetap stabil.

Pembatasan mobilitas di mana-mana dan nasabah yang tidak bisa keluar rumah adalah tantangan itu. Ia dan timnya pun mencari berbagai solusi untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan nasabah.

Akhirnya, adaptasi menjadi langkah yang bisa dilakukan. Semua proses dan layanan perbankan pun diubah menjadi daring. Hal ini dilakukan mengingat terjadinya perubahan kebiasaan pada nasabah selama masa pandemi.

"Dalam masa PSBB di awal-awal, mobilitas sangat terbatas, enggak ada liburan, enggak ke mana-mana. Sementara layanan bank diperlukan. Yang kami coba lakukan, melakukan shifting. Kita harus memberikan solusi untuk nasabah kita yang seperti ini," ia menjelaskan.

Dalam langkah ini, nasabah menggunakan layanan mobile banking untuk memenuhi kebutuhan akan transaksi perbankan seperti pembukaan rekening. Memberikan kemudahan dan keamanan bagi nasabah lewat layanan mobile banking juga terus menjadi perhatiannya.

"Mobile banking pun disiapkan mulai dari onboarding, bagaimana orang bisa mengunduh aplikasi itu dengan mudah, bisa mengakses dengan mudah, menjadi user dengan mudah, dan melakukan transaksi dengan mudah.Sampai juga kalau mereka perlu kebutuhan ke cabang, membuka rekening, segala macam, juga bisa dilakukan melalui mobile banking," lanjutnya.

Selain itu, solusi juga diberikan bagi 20 ribu merchant penjualan yang tersebar di berbagai wilayah. Ia mengatakan, BNI membuat metode pembayaran dan aplikasi sehingga merchant-merchant tersebut tidak kehilangan penjualannya dan bisa bertahan selama masa pandemi.

Adaptasi-adaptasi brilian semacam itulah yang dilakukan Corina dan timnya dalam melengkapi kebutuhan seluruh nasabah BNI.

[Gambas:Video 20detik]




(ega/ega)