Kisah Pria Surabaya Jadi Tentara AS, Bergaji Tinggi di Usia 20-an

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 07 Agu 2021 06:59 WIB
jovan zachary winarno Foto: Instagram @jovanzachary
Jakarta -

Seorang pria bernama Jovan Zachary Winarno mengisahkan perjalanannya jadi tentara di Amerika Serikat. Tak disangka jika pria asal Surabaya tersebut sebelumnya bahkan tidak bisa berbahasa Inggris. Berkat pilihan kariernya, Jovan pun punya banyak pengalaman hidup hingga digaji ratusan juta di usianya yang baru menginjak 21 tahun.

Pilihan Jovan untuk bekerja sebagai tentara berawal dari keinginannya untuk kuliah di AS. Sebelum orangtuanya pernah tinggal di Negeri Paman Sam selama lima tahun. Namun saat dia berusia enam bulan, mereka kembali ke Indonesia. Pada 2018 Jovan yang sejak lahir sudah menjadi warga negara AS memutuskan kembali ke negara kelahirannya.

Sebelum mulai kuliah, Jovan pun bertekad untuk punya pengalaman kerja lalu pergi ke Texas untuk menjadi pelayanan restoran. Sampai suatu hari, ia mendapatkan informasi tentang perekrutan tentara.

Meski belum fasih bahasa Inggris, Jovan memutuskan untuk masuk militer karena tertarik dengan berbagai keuntungannya, seperti tunjangan sekolah, asuransi kesehatan, tempat tinggal, makan sehari-hari, hingga biaya gym. Pilihannya itu pun sempat mengagetkan keluarga. Walau awalnya berat hati tapi orangtua akhirnya memilih untuk memberi dukungan.

jovan zachary winarnojovan zachary winarno Foto: Instagram @jovanzachary

Dilansir VoA Indonesia, Jovan kemudian ditawari bergabung dengan angkatan laut dan langsung mengiyakan. Setelah menjalani pelatihan, ia tidak menyangka jika akan digembleng dengan keras dan dimarah-marahi selama dua minggu. Jovan pun sempat diberi waktu satu menit untuk menelpon orangtua sebelum mengikuti pelatihan ketat selama dua bulan.

"Awalnya kayak santai gitu pas di bus, terus pas turun, ada satu (orang) pangkatnya Chief kalau nggak salah. (Dia) langsung teriak-teriak, 'Ayo turun! Ayo turun!' Langsung kayak ngomong kotor gitu," kata Johan. "Kayak dimarah-marahi," tambah pria berpangkat E4 (tantama).

Hal tersebut sempat membuatnya merasa takut dan meragukan pilihannya menjadi tentara. Namun setelah dijalani, ia mengaku sudah terbiasa. Setelah latihan selesai, pria yang punya akun YouTube itu lalu ikut tes untuk menentukan pekerjaan dan memilih jadi teknisi kapal.

jovan zachary winarnojovan zachary winarno Foto: Instagram @jovanzachary

Sebagai teknisi yang mengecek mesin kapal angkatan laut yang tengah bersandar, Jovan bekerja tiga kali seminggu mulai pukul 07:00 hingga 16:00. Menurutnya, pekerjaan itu tidak sulit karena tinggal mengikuti buku panduan. Satu-satunya kendala yang sering dihadapi adalah adalah bahasa "Mau ngomong kadang takut. Saya biasanya (menerjemahkan) dulu kalau misalnya nggak tahu apa yang saya mau omongin. Habis itu saya baru ngomong," tutur pria yang hobi main game ini.

Selama dua tahun terakhir menjadi tentara AL, ia pun sudah mengunjungi beberapa negara, Panama, Ekuador, El Salvador, dan Kolombia. Namun hal tersebut juga sering membuat Jovan merindukan keluarga yang juga kerap mengkhawatirkan keberadaannya saat hilang kontak. "Pas lagi berlayar tahun lalu. Empat bulan kalo nggak salah. Jadi kita bisa kontak keluarga itu paling sehari sekali, sejam doang. Itu aja sih," ceritanya.

jovan zachary winarnojovan zachary winarno Foto: Instagram @jovanzachary

Dari pekerjaannya sekarang, Jovan mendapat gaji sekitar Rp 575 juta sampai Rp 718 juta per tahunnya. Meski begitu ia tetap berkeinginan untuk mengejar cita-cita sekaligus menepati janjinya kepada orangtua yaitu menyelesaikan kuliah. Ia diharapkan bisa menyelesaikan studi dan lulus sebagai insinyur di Amerika.

Jovan pun membagi pesannya kepada orang-orang yang tertarik menjadi tentara. Ia berpesan agar harus kuat mental. "Kalau tentara kan kita harus jauh dari keluarga, dari teman. Kayak kehidupan sudah berbeda 100 persen," kata pria yang masih akan jadi tentara AL hingga 2024 itu.

(ami/ami)