Kontroversi Tentara Wanita Ukraina Parade Pakai Heels, Menteri Saling Kritik

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 07 Jul 2021 10:45 WIB
In this photo taken and released by the Ukrainian Defense ministry press-service on July 2, 2021, Ukrainian female soldiers wear heels while taking part in the the military parade rehearsal in Kyiv, Ukraine. Ukraines defense minister is under pressure from members of the government over the decision to have female military cadets wear mid-heeled pumps in a parade. A joint statement from three Cabinet members, including Minister of Veterans Affairs Yulia Laputina, said “the purpose of any military parade is to demonstrate the military ability of the army. (Ukrainian Defense Ministry Press Office via AP) Tentara perempuan Ukraina memakai heels saat latihan untuk sebuah parade. (Foto: Ukrainian Defense Ministry Press Office via AP)
Kiev -

Kontroversi tengah membayangi pemerintahan Ukraina. Rencana untuk menampilkan tentara perempuan dengan heels menjadi pemicunya.

Kementerian Pertahanan Ukraina baru-baru ini merilis foto-foto yang memperlihatkan para tentara perempuan sedang menjalani latihan dalam rangka persiapan parade perayaan 30 tahun Ukraina lepas dari Uni Soviet pada 24 Agustus mendatang.

Dalam sebuah unggahan di Facebook resmi kementerian pertahanan Ukraina, para tentara perempuan tersebut berlatih setidaknya sehari dua kali. Dalam sehari, mereka bisa menghabiskan waktu empat jam hanya untuk latihan.

Sepintas, penampilan mereka seperti layaknya seorang tentara: berbaju hijau dan celana loreng. Namun, atensi tertuju pada alas kaki mereka. Alih-alih boots perang, kaki mereka ditopang sepatu berhak alias heels berwarna hitam.

Menurut keterangan resmi Kementerian Pertahanan Ukraina, terdapat 57 ribu perempuan yang mengabdi di kemiliteran negara tersebut. Dikatakan, mereka 'lebih berguna bila dilengkapi senjata bukan heels.'

Rencana penampilan tentara dengan heels tersebut ternyata memicu pro dan kontra. Kritikan bahkan datang dari kementerian lain di negara itu.

"Tujuan dari parade militer adalah untuk menunjukkan kemampuan para tentara untuk bertarung. Seharusnya tidak boleh ada stereotipe dan seksisme," demikian bunyi pernyataan bersama dari tiga kementerian Ukraina, termasuk Menteri Urusan Veteran Yulia Laputina.

Mereka melanjutkan, sepatu dengan hak sangat tidak mumpuni untuk berperang. "Sepatu tersebut malah berpotensi mengganggu kesehatan para tentara," kata mereka.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan dari Kementerian Pertahanan Ukraina untuk menanggapi kritikan tersebut.



Simak Video "Melihat Pembuatan Sepatu Lukis yang Cantik Menawan"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)